Water N Fire

Water N Fire
19


__ADS_3

" Kopi Bang .... "


Janu menerima mug berisi kopi yang di bawa Langit untuknya . Dua pria tampan itu duduk di kebun belakang mansion .


" Tumben Abang duduk di sini sendirian , biasanya Langit yang betah disini sendirian . Besok sebentar lagi juga dia kesini lagi , dia nggak bisa hidup tanpa Abang " ujar Langit sambil menyeruput kopinya .


Janu diam , tapi dia tahu benar siapa yang sedang di bicarakan oleh adiknya . Dia masih sangat kecewa karena merasa tidak dihiraukan oleh gadisnya . Bisa bisanya Ava lebih memilih berdiri di sisi pria lain daripada dirinya .


" Kenapa tidak Abang ungkapkan saja cinta Abang padanya ?! Selama ini dia sudah tunjukkan rasa cintanya pada Abang walau selama ini Abang tidak sekalipun menanggapinya . Langit salut padanya ... bertahun tahun dia tak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Abang . Jika Langit jadi dia sudah dari dulu Langit cari yang lain . Memang di dunia ini cowok Abang doang !! "


" Bicara apa kau Lang !! "


" Langit dan Ava adalah dua tubuh yang berbeda . Tapi otak dan pikiran kami seperti menyatu , kami tahu isi hati masing masing tanpa kami bicara sekalipun ... tidak usah cemburu Bang !! Kami memang sedekat itu " kata Langit terkekeh melihat raut cemburu pada kakaknya .


Langit dan Ava seperti dua kesatuan yang tak terpisahkan karena ada satu sisi yang membuat mereka saling mengerti dan membutuhkan satu sama lain . Jika dari luar mereka seperti dia musuh yang selalu bertengkar , tidak ada hari tanpa bertengkar jika mereka bertemu . Dan dulu Janulah yang akan menjadi garda terdepan pembela ' ratunya ' Adipraja itu .


" Langit enggak habis pikir sama Abang ! Apa sih susahnya ngomong suka sama dia !? Jangan hanya karena Abang punya ambisi pribadi membuat Abang mengabaikan dia . Nggak adil namanya !! Kita sedang berproses Bang ... semua orang sedang berproses untuk menjadi lebih baik "

__ADS_1


" Aku tak perlu membuktikan apa apa pada siapapun . Abang hanya ingin bisa bertanggung jawab pada diri sendiri dulu sebelum bertanggung jawab penuh atas dirinya " kilah Janu , dia sangat mengenal pilar kedua yang tak lain adalah ayah dari gadis yang ia cintai .


Adam adalah pribadi yang sangat kuat , rasanya ia belum pantas jika meminta putrinya untuk hidup bersamanya . Rasanya sangat sulit untuk keluar dari bayang bayang kebesaran nama kakek dan ke empat pilarnya .


" Sekarang Langit tanya nih sama Abang , bagaimana jika suatu saat dia menyerah !? Dia nggak ngejar ngejar Abang lagi ? Nggak nyelonong ke kamar gangguin Abang , nggak bikin ulah yang bikin Abang pusing dan nggak mau lagi di gendong pas turun tangga ?? Saat itu terjadi apa yang akan Abang lakukan ? "


" Jika dia benar benar mencintaiku maka dia akan terus bertahan "


Jawaban dari kakaknya sontak membuat Langit tertawa terbahak bahak . Langit tak habis pikir bagaimana bisa kakaknya bisa berpikiran seperti itu .


" Sepertinya baru kemarin Abang ceramahin kamu kenapa sekarang jadi kau yang menceramahi Abang !? " gerutu Janu yang merasa adiknya jauh berbeda sejak setahun terakhir ini .


Dari kecil jiwa pemberontak Langit sudah terlihat , dia tak pernah suka jika orang orang melihat dan menghargainya hanya karena dia adalah keturunan klan Adipraja .


Jika kakak kakaknya sekolah bisnis maka Langit lebih memilih sebagai pembalap hingga sesuatu terjadi dan mampu menyadarkannya tentang pentingnya arti keluarga .


Tanpa mereka sadar jika kedua orang tua mereka dari tadi sudah memperhatikan mereka . Aira sedang dalam pelukan suaminya ketika memperhatikan dua putra kesayangan mereka .

__ADS_1


" Sepertinya baru kemarin kita gendong mereka ya Mas ... "


" Ya ... mereka sudah semakin dewasa . Dan kau semakin bertambah cantik sayang "


" Nggak nyambung Mas , kita lagi bicara tentang mereka bukan tentang kita "


" Ckk .. kenapa kau tidak bisa romantis sedikit !! "


" Sebentar lagi kita mau punya cucu , jangan mikir yang aneh aneh " kesal Aira .


" Apanya yang aneh ?? Kurasa kau masih sangat seksi jika memakai yang warna merah ... "


SYYUUTTT ...


" Mas !! " pekik Aira tertahan ketika tiba tiba tubuhnya dibopong oleh suaminya .


" Ssssttttt .. jangan berisik , kita buat adik untuk mereka "

__ADS_1


__ADS_2