
" Kakak !!! "
Gema hanya menghembuskan nafasnya dalam dalam ketika melihat adiknya sedang duduk di atas koper . Walau masih belum genap sembilan belas tahun tapi tubuh gadis itu sudah selayaknya wanita dewasa .
Ava kuliah di Bali karena tidak di biarkan untuk jauh dari pengawasan ayahnya . Menjadi putri terkecil dari keluarga Adipraja membuatnya menjadi ' ratu kecil ' di keluarga itu .
" Minggat lagi !? "
" Hisshhh ... nggak boleh seudzon yaaa !! Yang beliin tiketnya saja ayah "
" Tumben di kasih ijin naik pesawat komersil , biasanya pakai punya sendiri " kata Gema sambil mengambil alih koper yang tadi di duduki.oleh adiknya .
" Tadinya aku saja nggak nyangka ehhhh taunya aku sendirian di pesawat itu ... sama aja bohong "
Gema hanya tertawa , Adam tak akan pernah mengambil resiko atas keselamatan putrinya itu . Menyandang nama besar Adipraja membuat dia harus selalu berjaga , apalagi putrinya kadang masih sangat ceroboh .
" Aku mau nginep tempat Abang ya "
__ADS_1
" Enggak !! Ayah minta kamu nginep di apartemen kakak malam ini . Enggak enak kalau datang malam malam begini . Aunty Aira pasti sedang istirahat . Lagian Janu lagi keluar kota sama uncle Bumi , mereka jemput Langit di pondok pesantren "
Bumi dan Aira memang memutuskan untuk kembali tinggal di lndonesia . Walau begitu mereka masih bisa memantau bisnis mereka karena di sana mereka mempunyai orang orang yang bisa dipercaya dan kompeten di bidangnya .
Mereka hanya ingin bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar mereka . Bumi dan Aira kembali tinggal di mansion Adipraja sedang Dewa dan istrinya sudah lama pindah ke mansion yang dibangun tak jauh dari mansion utama .
" Ya sudah kita susul saja kesana , pondok Langit ada di Bandung kan ?? "
" Ckk jangan bandel !! Kamu mau para penjaga ayah menyeret kamu pulang ke Bali ?? "
" Coba aja kalau berani !! " sungut Ava .
" Ribet ... " lirihnya yang masih bisa di dengar oleh adiknya .
" Kak Dika .... " gumam Ava dengan bibir yang sudah mengerucut . Dia memang tidak terlalu suka pada sahabat kakaknya yang terkenal player itu . Baginya hanya ada satu pria sempurna di dunia ini , dan dia sudah menyukainya sejak ia masih kecil .
" Hai princess .. kangen nih Kak Dika sama kamu !! Tambah cantik tambah ... "
__ADS_1
" Diem atau gue suruh pengawal pengawal Ava bikin elo diem " sahut Gema yang tak suka jika ada ucapan tak sopan yang mengarah pada adiknya .
Gema tak.mempedulikan euphoria Dika dan teman temannya yang terkagum kagum pada kecantikan adiknya . Setelah memasukkan koper dia segera menginjak gasnya dalam dalam .
Sampai di apartemen Gema segera menuju kamar setelah mengantar adiknya ke kamarnya . Dia terlihat mengambil ponsel dan menelpon seseorang .
" Panggil dia lagi dan tempatkan di lantai teratas . Aku tidak mau tahu tapi dia harus membersihkan semua sebelum aku datang "
Dia menutup panggilannya ketika sudah mendengar jawaban dari orang yang ia telpon . Gema terlihat menghela nafasnya dengan memandang pemandangan yang ada di luar jendela kamarnya .
Dia sengaja tidak menempatkan gadis itu di bagian pemasaran lagi agar terhindar dari teman teman wanita yang sudah ia pecat . Bukan tidak mungkin jika masih ada sakit hati yang bisa membahayakan keselamatan gadis itu .
Gema tahu menjadi tulang punggung keluarga adalah sangat berat , apalagi tadi ia mendengar gadis itu masih mempunyai dua adik yang harus ia sekolahkan .
Matanya mengernyit ketika ponselnya berdering , dan di layar kotak itu tertera nama orang yang barusan ia telpon .
" Ya ... ada apa ?? "
__ADS_1
" ........ "
" Dia menolak kembali ??! "