Water N Fire

Water N Fire
129


__ADS_3

" Bagaimana ?? Kau bisa masuk ke dalam perusahaan putra sulung Adipraja itu !? " tanya El pada seorang pria di depannya .


" Belum Tuan El , kemarin saya belum bertemu langsung dengan Gema Aksa Adipraja . Tapi saya sudah bertemu dengan wakil CEO Perkasa Corp , Raditya Perwira . Dia sudah menjadwalkan pertemuan saya dengan CEO besok ! "


" Bagus , sedikit demi sedikit kita akan kuasai anak anak perusahaan milik Adipraja . Kita akan susupkan orang orang kita untuk membeli saham milik mereka . Sedikit demi sedikit kita pasti bisa menguasai bisnis mereka " ujar Ellard penuh percaya diri .


" Proses penguasaan seperti ini bukannya butuh waktu yang terlalu lama Tuan ?! Lagipula butuh dana besar untuk menguasai saham mereka , Tuan masih ingat bukan jika beberapa kerjasama kita di luar negeri tiba tiba terputus ?? ltu artinya pundi pundi dana kita menipis " jelas orang itu yang ternyata adalah penasehat bisnis untuk seorang Ellard Kyle .


" Tidak usah kau khawatirkan hal itu , aku masih punya Uncle Josh yang pasti mau membantuku . Dia punya istri kaya raya !! Semua sudah aku pikirkan resikonya ... aku bukan pria bodoh . Aku akan tuntaskan akar akarnya sebelum menyerang induk perusahaan mereka "


" Tidak akan mudah Tuan ... ada empat pilar yang berdiri kokoh untuk melindungi kerajaan bisnis milik Adipraja . Bumi , Adam , Jerry dan Dewa adalah pemain bisnis yang handal . Mereka punya koneksi koneksi kuat untuk membantu mereka "


BUUGGHHHH .....


" Akkhhhhh .... Tuan . Maafkan saya !! "


Ellard terbakar emosi karena penasehat bisnisnya yang selalu saja menyebut tentang kehebatan para Adipraja , sedangkan ia butuh orang yang sevisi dengannya yaitu hancurnya keluarga itu .


TINNNGGGG ...


Ellard menghentikan amukannya ketika mendengar notif pesan di ponselnya , ia penasaran karena berasal dari nomor yang tidak dikenalnya .


Tapi sejurus kemudian senyumnya mengembang ketika melihat foto profile gadis yang mengiriminya pesan . Dengan tak sabar ia membuka pesan itu , dia lupa jika saat ini dia sedang terlibat pembicaraan penting .


" Little girl ... aku tahu pasti cepat lambat kau akan terpesona denganku " gumamnya dengan senyum penuh kemenangan .

__ADS_1


" Tuan apa kita harus .... "


" Pergi !!! Aku punya urusan yang lebih penting !! " sahut Ellard sebelum penasehat bisnisnya menyelesaikan kata katanya .


" Baik , saya permisi " kata sang penasehat dengan tatapan keheranan .


Ellard terlihat tidak peduli padanya , dia sibuk dengan ponselnya . Wajahnya terlihat dipenuhi dengan kebahagiaan ketika membuka pesan dari gadis yang mampu menyita seluruh perhatiannya .


Dahinya berkerut ketika gadis yang bahkan belum ia tahu namanya itu hanya mengiriminya gambar sepasang kaki yang mengenakan kaus kaki yang sepertinya sedang berbaring di atas ranjang . Tapi itupun sudah membuatnya sangat senang , setidaknya gadis itu mengingat dirinya .


" Nakal ..... kau berhasil memancing fantasi liarku dengan hanya gambar kakimu sayang !! Kau milikku ... hanya milikku !! Pria tua itu tak cukup hebat jika dibandingkan denganku " gumamnya yang memang belum begitu mengenal sosok seorang Gema Aksa .


Dan anehnya diapun tak dapat menemukan identitas gadis pencuri hatinya . Ellard sudah mencari informasi di hotel yang di tinggali Vania tapi nyatanya nihil . Kamar yang ditempati Vania adalah atas nama seorang pria tua . Cctv yang terpasang di lorong kamar gadis itupun mati , tak ada laporan siapa saja yang keluar masuk kamar itu .


*


" Apa !!?! " pekik Adam dengan tatapan tajam pada menantunya .


Bumi , Adam , Dewa dan Janu saat ini sedang ada di ruang kerja milik pilar pertama . Janu sendiri yang mengabarkan tentang kehamilan istrinya pada Adam . Dia sudah siap menerima semua konsekwensinya jika pilar kedua itu murka .


" Maaf Ayah , Janu pun tidak mengira ini terjadi karena aku sudah menjaga semaksimal mungkin agar hal ini tak terjadi . Tapi sungguh Janu tidak akan pernah menyesalinya , biarkan Janu dan Ava menjaga anugerah ini " ucap Janu terbata .


Dewa menepuk bahu Adam ketika pria itu berkali kali menghela nafasnya . Dewa sangat paham posisi Adam sebagai ayah dari gadis yang masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu .


" Dulu Ayah melarang kalian bukan karena aku membenci seorang bayi , bukan karena itu !! "

__ADS_1


" Janu tahu Ayah , tapi aku yakin Ava akan menjadi ibu yang baik dan kuat kelak , dia sangat antusias dengan calon anak kami "


" Janu benar Kak , jika kulihat Ava sudah semakin dewasa . Dia pasti bisa menghadapi semuanya . Dia putrimu ... dia pasti akan sekuat dirimu " ujar Dewa menimpali .


" Bukannya Papa sudah memberikanmu pusaka agar Ava tidak cepat hamil ?? Apa kau tidak memakainya ?? "


" Pusaka !? " ujar Dewa dan Adam bersamaan .


" Ckk ... sampai kemarin pun Janu masih memakai itu Pah !! Terakhir kemarin rasa pisang ... malah bikin Ava muntah muntah "


" Rasa pisang !? " Dewa dan Adam saling memandang , sepertinya sekarang mereka tahu apa yang di maksud pusaka itu .


" Tidak mungkin jika terus memakainya Ava bisa seperti itu , ingat ingat ... pasti ada saat kau lupa . Kualitas barang yang papa berikan itu nomor wahid, tidak mungkin bocor "


Janu menggaruk tengkuknya ia ingat benar kapan dia lupa memakai barang itu .


" Janu hanya lupa saat pertama Pah ! "


Dewa terbahak mendengar pengakuan polos itu , sedangkan Adam memijit keningnya .


" Berarti cuma satu kali lupanya !? "


" Enggak sih Pah ! Kalau enggak salah tiga atau empat kali , Janu lupa ... "


" Ya Tuhan ... pantas !! "

__ADS_1


__ADS_2