
" Bagaimana ?? Kau bisa masuk ke dalam perusahaan putra sulung Adipraja itu !? " tanya El pada seorang pria di depannya .
" Belum Tuan El , kemarin saya belum bertemu langsung dengan Gema Aksa Adipraja . Tapi saya sudah bertemu dengan wakil CEO Perkasa Corp , Raditya Perwira . Dia sudah menjadwalkan pertemuan saya dengan CEO besok ! "
" Bagus , sedikit demi sedikit kita akan kuasai anak anak perusahaan milik Adipraja . Kita akan susupkan orang orang kita untuk membeli saham milik mereka . Sedikit demi sedikit kita pasti bisa menguasai bisnis mereka " ujar Ellard penuh percaya diri .
" Proses penguasaan seperti ini bukannya butuh waktu yang terlalu lama Tuan ?! Lagipula butuh dana besar untuk menguasai saham mereka , Tuan masih ingat bukan jika beberapa kerjasama kita di luar negeri tiba tiba terputus ?? ltu artinya pundi pundi dana kita menipis " jelas orang itu yang ternyata adalah penasehat bisnis untuk seorang Ellard Kyle .
" Tidak usah kau khawatirkan hal itu , aku masih punya Uncle Josh yang pasti mau membantuku . Dia punya istri kaya raya !! Semua sudah aku pikirkan resikonya ... aku bukan pria bodoh . Aku akan tuntaskan akar akarnya sebelum menyerang induk perusahaan mereka "
" Tidak akan mudah Tuan ... ada empat pilar yang berdiri kokoh untuk melindungi kerajaan bisnis milik Adipraja . Bumi , Adam , Jerry dan Dewa adalah pemain bisnis yang handal . Mereka punya koneksi koneksi kuat untuk membantu mereka "
BUUGGHHHH .....
" Akkhhhhh .... Tuan . Maafkan saya !! "
Ellard terbakar emosi karena penasehat bisnisnya yang selalu saja menyebut tentang kehebatan para Adipraja , sedangkan ia butuh orang yang sevisi dengannya yaitu hancurnya keluarga itu .
TINNNGGGG ...
Ellard menghentikan amukannya ketika mendengar notif pesan di ponselnya , ia penasaran karena berasal dari nomor yang tidak dikenalnya .
Tapi sejurus kemudian senyumnya mengembang ketika melihat foto profile gadis yang mengiriminya pesan . Dengan tak sabar ia membuka pesan itu , dia lupa jika saat ini dia sedang terlibat pembicaraan penting .
" Little girl ... aku tahu pasti cepat lambat kau akan terpesona denganku " gumamnya dengan senyum penuh kemenangan .
__ADS_1
" Tuan apa kita harus .... "
" Pergi !!! Aku punya urusan yang lebih penting !! " sahut Ellard sebelum penasehat bisnisnya menyelesaikan kata katanya .
" Baik , saya permisi " kata sang penasehat dengan tatapan keheranan .
Ellard terlihat tidak peduli padanya , dia sibuk dengan ponselnya . Wajahnya terlihat dipenuhi dengan kebahagiaan ketika membuka pesan dari gadis yang mampu menyita seluruh perhatiannya .
Dahinya berkerut ketika gadis yang bahkan belum ia tahu namanya itu hanya mengiriminya gambar sepasang kaki yang mengenakan kaus kaki yang sepertinya sedang berbaring di atas ranjang . Tapi itupun sudah membuatnya sangat senang , setidaknya gadis itu mengingat dirinya .
" Nakal ..... kau berhasil memancing fantasi liarku dengan hanya gambar kakimu sayang !! Kau milikku ... hanya milikku !! Pria tua itu tak cukup hebat jika dibandingkan denganku " gumamnya yang memang belum begitu mengenal sosok seorang Gema Aksa .
Dan anehnya diapun tak dapat menemukan identitas gadis pencuri hatinya . Ellard sudah mencari informasi di hotel yang di tinggali Vania tapi nyatanya nihil . Kamar yang ditempati Vania adalah atas nama seorang pria tua . Cctv yang terpasang di lorong kamar gadis itupun mati , tak ada laporan siapa saja yang keluar masuk kamar itu .
*
" Apa !!?! " pekik Adam dengan tatapan tajam pada menantunya .
Bumi , Adam , Dewa dan Janu saat ini sedang ada di ruang kerja milik pilar pertama . Janu sendiri yang mengabarkan tentang kehamilan istrinya pada Adam . Dia sudah siap menerima semua konsekwensinya jika pilar kedua itu murka .
" Maaf Ayah , Janu pun tidak mengira ini terjadi karena aku sudah menjaga semaksimal mungkin agar hal ini tak terjadi . Tapi sungguh Janu tidak akan pernah menyesalinya , biarkan Janu dan Ava menjaga anugerah ini " ucap Janu terbata .
Dewa menepuk bahu Adam ketika pria itu berkali kali menghela nafasnya . Dewa sangat paham posisi Adam sebagai ayah dari gadis yang masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu .
" Dulu Ayah melarang kalian bukan karena aku membenci seorang bayi , bukan karena itu !! "
__ADS_1
" Janu tahu Ayah , tapi aku yakin Ava akan menjadi ibu yang baik dan kuat kelak , dia sangat antusias dengan calon anak kami "
" Janu benar Kak , jika kulihat Ava sudah semakin dewasa . Dia pasti bisa menghadapi semuanya . Dia putrimu ... dia pasti akan sekuat dirimu " ujar Dewa menimpali .
" Bukannya Papa sudah memberikanmu pusaka agar Ava tidak cepat hamil ?? Apa kau tidak memakainya ?? "
" Pusaka !? " ujar Dewa dan Adam bersamaan .
" Ckk ... sampai kemarin pun Janu masih memakai itu Pah !! Terakhir kemarin rasa pisang ... malah bikin Ava muntah muntah "
" Rasa pisang !? " Dewa dan Adam saling memandang , sepertinya sekarang mereka tahu apa yang di maksud pusaka itu .
" Tidak mungkin jika terus memakainya Ava bisa seperti itu , ingat ingat ... pasti ada saat kau lupa . Kualitas barang yang papa berikan itu nomor wahid, tidak mungkin bocor "
Janu menggaruk tengkuknya ia ingat benar kapan dia lupa memakai barang itu .
" Janu hanya lupa saat pertama Pah ! "
Dewa terbahak mendengar pengakuan polos itu , sedangkan Adam memijit keningnya .
" Berarti cuma satu kali lupanya !? "
" Enggak sih Pah ! Kalau enggak salah tiga atau empat kali , Janu lupa ... "
" Ya Tuhan ... pantas !! "
__ADS_1