Water N Fire

Water N Fire
191


__ADS_3

Steve tersenyum melihat wanita kesayangannya sudah ada di dalam kantornya . Seperti biasanya saat sore pasti dia menyempatkan diri ke kantor untuk sekedar melihat laporan pembukuan ataupun laporan para dokter yang sudah selesai melakukan operasi besar hari ini .


" Hari ini ada operasi ?? "


" Tidak " jawab Venna singkat .


" So , why you here !? Apa ada sebuah laporan yang harus aku dengarkan !?? "


" Tentu saja , aku merindukanmu .... "


Steve terkekeh mendengar pengakuan rindu dari wanitanya , rasanya lucu jika mendengar kata kata romantis dari seorang dokter dingin seperti Venna .


" Apa ?? Aku tidak mendengarnya , bisa kau ulangi !?? "


" Aku ingin kita menikah secepatnya karena minggu depan setelah tugasku selesai di sini aku akan kembali bertugas di rumah sakit negara asalku . Aku masih terikat kontrak di sana selama satu tahun lagi "


" Kau akan tetap disini sayang , biar aku yang urus soal itu . Aku tak akan biarkan kau jauh dariku " ujar Steve tenang .


" Tapi aku tidak suka jika harus melanggar kontrak kerjasama yang sudah aku sepakati . Jika kau mau kita akan menikah sebelum aku selesaikan kontrakku , jika tidak maka kita akan menikah setelah kontrak kerjaku selesai . Aku tahu aku bisa mengandalkanmu tapi bukan untuk masalah yang satu ini , aku harus profesional "


" Ok aku memilih pilihan pertama , kita menikah sebelum kau kembali ke negara asalmu . Lagipula dari awal aku sudah berniat menikahimu secepatnya sayang "


" Ya sudah hanya itu yang mau aku bicarakan , setelah ini aku akan telpon Daddy dan berbicara tentang ini "


Steve tersenyum melihat dokter cantiknya membicarakan rencana pernikahan ini hanya dengan raut datar . Sepertinya rencana ini terdengar sangat biasa di telinga wanita cantik itu .

__ADS_1


Padahal.Steve merasa sangat antusias dan berbunga bunga mengetahui jika wanita di depannya akan segera menjadi halal untuknya .


" Kau mau kemana sayang ?? Bukannya kau off sore ini !? " tanya Steve yang melihat Venna beranjak dari kursi di depannya .


" Aku akan kembali ke mess , tidak baik jika orang lain melihat aku terlalu lama disini . Kau adalah pemilik rumah sakit , aku tak mau orang mengira ada affair di antara kita "


Steve bangkit dan berjalan menuju wanitanya , di raihnya pinggang wanita yang ada di depannya .


" Kau calon istriku , tidak ada yang salah jika kau berlama lama di sini ! Aku masih sangat merindukanmu " bisik pelan Steve di telinga Venna .


" Jangan bilang kau ingin memcumbuku di sini . lni adalah kantor jika kau lupa ... "


Steve seperti tak mendengar kata kata Venna , bibirnya malah mulai menyusuri tengkuk dan leher jenjang kekasihnya .


Pria itu menyibak rambut panjang kekasihnya dan mulai membuat satu persatu jejak keunguan di tengkuk belakang sang dokter cantik .


" l love you ... l need you now "


" Tapi ini ... emmmpptthhhh !!! "


Diraihnya bibir yang selama ini harus membuat Steve harus sekuat tenaga menahan dirinya . Dengan penuh kelembutan Steve mengulum dan mencecap bibir kemerahan itu dengan penuh kelembutan . Pria itu berusaha agar wanitanya mampu menikmati dan kemudian mengikuti alur yang dia buat .


" Lakukan apapun padaku sayang , aku milikmu "' lirih Steve yang masih merasa Venna terlalu pasif , wanita itu tidak menolak ciuman panas darinya ... tapi bibir kemerahan itu kurang merespon semua pancingan yang dia buat .


" Ehhmm aku tidak bisa , aku tidak tahu bagaimana harus membalasnya ... "

__ADS_1


" lkuti nalurimu sayang , apa kau masih trauma dengan kejadian waktu itu !? " tanya Steve dengan menciumi dagu kemudian mencecap kuat daerah di bawahnya hingga leher putih itu mendapat satu lagi tanda keunguan .


" Akkkhhhhhh .. hentikan , jangan membuat tanda terlalu banyak !! Akan susah untuk menutupinya Steve . Aku bahkan tidak bisa mengingat apa yang aku lakukan malam itu . Tidak ada alasan untuk membuatku trauma "


" Jangan berpikir apapun sayang ... yang perlu kau lakukan hanya nikmati dan tunjukkan padaku rasa cinta yang kau miliki untukku "


" Tapi .... awwwsshhh " pekik Venna ketika Steve menggigit daun telinganya .


" Jangan bicara lagi sayang ... balas aku "


Perlahan bibir Venna mulai membalas semua ciuman itu walau dirasa masih terlalu kaku . Semakin lama hingga keduanya sudah ada di atas sofa dengan posisi Venna duduk di atas pangkuan kekasihnya .


Dua tangan kekar itu mulai menelusup blouse yang di kenakan wanitanya dan dengan sangat lembut membelai kulit punggungnya .


Wanita itu bahkan masih mengikuti alur panas itu ketika Steve mulai membuka pengait penutup atasnya .


" Arrgghhhhh ... jangaannhhhh " lirih Venna ketika merasa dua tangan kekar itu menangkup dan meremas lembut dua bukit kembar miliknya .


Hingga pria itu tersadar dan seketika melepas wanitanya agar tidak melakukan hal di luar batasnya . Tapi Venna berkeras untuk tetap duduk di atas pangkuan prianya .


" Maaf ... menjauh sayang sebelum aku lepas kendali lagi " ujar Steve dengan menautkan dahi mereka , nafasnya masih terdengar memburu .


" Tidak , kau bilang aku harus terbiasa denganmu . ltu artinya jika kau juga harus terbiasa denganku ... kau hanya harus menahan ini seminggu lagi ! Cukup mudah bukan !? "


" lni hal tersulit yang akan aku hadapi , sebaiknya dalam seminggu ini kau jauhi aku sayang . Atau kau akan benar benar berakhir di atas ranjangku ... "

__ADS_1


__ADS_2