Water N Fire

Water N Fire
124


__ADS_3

" Abang .... "


" Ya.sayang ... " sahut Janu ketika mendengar isterinya menyebut namanya . Seperti biasa saat ini dia akan berangkat ke kantor pada siang hari , dia beruntung Dewa selalu memaklumi keadaannya .


Tapi dia tetap selalu berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan baik walau harus lembur atau membawa pekerjaannya ke rumah untuk di selesaikan saat malam hari .


" Kunti yang kemarin dibicarakan itu siapa ?? Pasti cewek cantik "


Janu yang sedang memasang dasinya akhirnya berjalan menuju istri tercintanya yang sedang duduk di sofa kamar . Dia tahu Ava pasti sudah membaca semua chat nya dengan saudara saudaranya .


" Definisi cantik buat orang kan beda beda sayang . Yang lain ngomong enggak cantik mungkin saja dia paling cantik bagiku , yang lain ngomong cantik banget mungkin saja terlihat buruk untukku ... "


" Oooooo gitu ya , berarti memang wanita itu cantik "


" Kok gitu ??? "


" Abang terlalu muter muter jawabannya , pasti takut jawaban Abang membuat Ava ngamuk . lya kan ?? "


Janu terkekeh , pria itu kemudian mendekat ke arah istrinya .


" Kak Cherry ... dia masih hidup . Kemarin dia menemui Langit dan Steve di kantornya "


Dahi Janu berkerut ketika melihat reaksi sang istri yang terlihat biasa biasa saja . Tidak ada sedikitpun rasa terkejut yang diperlihatkan Ava padanya . Sengaja dia baru memberitahukan sekarang karena mood Ava yang akhir akhir ini tidak menentu .

__ADS_1


" Kamu enggak kaget ?? "


Ava hanya mengangkat dua bahunya seakan kabar itu terdengar biasa saja .


" Enggak , dulu Ava pernah dengar ayah bicara soal Kak Cherry ! Dia sih kalau di depan semua orang baik banget sama aku dan Kak Gema . Tapi kalau udah face to face juteknya minta ampun , galak banget !! Tapi ayah dan ibu tidak mengajarkan kami untuk membalas perlakuan buruk Kak Cherry pada kami . Kami tidak ingin membuat kalian kecewa "


" Kok kamu nggak pernah cerita sama Abang sayang !? "


Ava menggigit daun telinga sang suami yang sudah duduk di sisinya .


" Abang sama dia kan sama juteknya sama Ava , gimana mau cerita !! Disapa aja dulu enggak pernah noleh " sinis Ava yang masih mengingat bagaimana Janu bersikap padanya .


Sejak lulus sekolah menengah pertamanya , pria itu berubah drastis . Dari pria penyayang menjadi pria paling galak sedunia , itu menurut penilaian Ava .


" Kan udah kemarin kemarin maaf maafannya , udah lupa juga !! Yang penting sekarang Abang sayang sama Ava "


" Dari kamu orok Abang udah jatuh cinta sama kamu sayang ... "


Ava naik kepangkuan suaminya dengan senyum nakalnya , di bukanya ikatan dasi yang baru terpasang . Setelah itu dia membuka satu persatu kancing kemeja kerja suaminya .


" Sayang ... udah siang ini ! Akkhhhh .... "


" Lima menit , Ava cuma butuh lima menit ! Pengen ngerasain yang rasa pisang yang semalem kita beli " ujar Ava dengan menunjukkan kotak kecil dengan gambar pisang di tangannya .

__ADS_1


" Sayaaaanngg ..... " geram Janu yang tahu waktu lima menit tidak akan cukup baginya , tubuh di atasnya adalah candu yang terlalu memabukkan untuknya .


Dan di pagi menjelang siang itu mereka kembali berbagi peluh , tak pernah bosan mereka meluapkan rasa cinta mereka . Pria muda itu hanya diam ketika wanita halalnya mempreteli pakaian bawahnya .


Janu yang masih duduk di sofa membiarkan Ava melakukan semua yang diinginkannya karena dia memang sangat menikmatinya . Dia mendesis ketika tangan mungil itu dengan terampil memasang sesuatu di bawah sana , dia sudah bersiap dengan sensasi yang akan membawanya terbang ke langit ke tujuh .


Janu meremas sandaran sofa ketika mulai merasakan sesuatu yang hangat mengurut lembut miliknya di bawah sana .


" Aarrgghhhhh ... "


" Abaaanngg .... "


" Faster baby .... " lirih Janu yang merasa Ava menghentikan aksinya .


" Kok rasanya aneh yaaa ... "


" Itu rasa pisang sesuai permintaanmu kemarin ... coba lagi pleasseee !! "


Bukannya mencoba lagi wanita cantik itu malah berlari ke arah kamar mandi .


" Lhohh sayang !! lni gimana dong !!!?? " pekik Janu putus asa melihat sesuatu yang masih berdiri kokoh di tempatnya .


" Nggak mau !! Pisangnya bau !! Hoeekkk ... hoeekkk ... "

__ADS_1


" Bau ???? Pisang yang mana ?? "


__ADS_2