Water N Fire

Water N Fire
64


__ADS_3

" Dit ... kemarin elo udah cek lokasinya kan ? Pihak kita cuma supplai bahan baku jadi pastikan jalan yang ada di daerah itu bagus . Gue nggak mau denger ada masyarakat yang ngeluh jalan rusak karena armada kita tiap hati jalan ke proyek itu "


" Udah gue urus izinnya , jalurnya juga masih bagus !! Ada team kita yang turun langsung ke sana jadi jika ada sedikit keluhan pasti langsung kita tangani " jawab Radit yang saat ini duduk di depan Gema di sebuah kafe kecil yang jaraknya hanya beberapa blok dari perusahaan mereka .


" Elo atur aja ... "


" Perasaan kok kita ada yang ngawasin ya !!? Elo ngrasa enggak sih ?? "


" Ya biarin , yang penting nggak macem macem sama kita "


" Nahh elo sih enak mau kemana mana ada yang ngawasin !! Nah gue ?? "


Gema tak menanggapinya , pria itu sepertinya sedang berkirim pesan dengan seseorang . Ekspresi wajahnya yang datar membuat siapapun tak bisa meraba apa yang dirasakannya kini .


Sebenarnya seseorang yang tak di kenal sedang mengiriminya foto , foto foto ketika seorang gadis sedang duduk di pangkuannya dengan sebuah caption di bawahnya ...


ternyata kau tidak sesempurna yang aku kira


Gema belum bisa mengira siapa pengirimnya tapi dia tahu foto foto itu akan di gunakan untuk menjatuhkannya suatu saat . Dan ia yakin gadis belia itu pasti terlibat dengan si pengirim pesan .


" Ada apa Bos ?? "


" Tidak , hanya seekor semut yang sedang berusaha menggigit "


Mereka kemudian menikmati makanan yang mereka pesan dengan kadang di selingi dengan pembicaraan tentang masalah perusahaan . Sampai suara seorang wanita menyita perhatian mereka berdua .


" Mbak pesen es cappucino latte sama es teh , dibungkus saja ya "


" Baik mbak , ada lagi yang dipesan !? " jawab pelayan kafe dengan sangat ramah pada seorang gadis yang sudah duduk di kursi yang ada di belakang meja Gema .


" Tidak terimakasih "


" Bos .... " Radit memberi isyarat agar Gema menoleh ke belakang .

__ADS_1


" Biarkan ... "


Gema yang tahu gadis di belakangnya adalah Lulu tidak bergeming , sepertinya Lulu juga tidak sadar jika dua pria yang duduk membelakangi di seberang mejanya adalah Gema dan Radit .


Lulu memang mampir dulu ke kafe untuk membeli minuman kesukaan suaminya yaitu es kopi , untuk menemani makan siang yang ia bawa .


" Hei Lulu .... Awwwwsshh !! "


Radit terpekik kaget ketika merasa kakinya di injak oleh pria disampingnya .


" Lhoohh kalian ??? "


Gema yang tadinya ingin membiarkan gadis itu terpaksa menoleh ke belakang karena Radit sudah telanjur menyapa gadis itu . Dia hanya tak mau seseorang kembali memanfaatkan pertemuan tak sengaja ini untuk hal yang tidak ia inginkan .


" Hai !! Kau bersama Langit ?? " sapa Gema dengan masih duduk di kursinya .


Radit yang tahu situasi pamit pergi ke toilet , ia biarkan mantan kekasih itu untuk bicara berdua .


" lni baru mau nganter makan siang , tadi mampir kesini buat beli es kopi . Kata Mama Mas Langit suka banget dengan es kopi cappucino latte "


Setelah berbicara seperti itu Gema bangkit dan meninggalkan Lulu yang terhenyak dengan sikap sinis yang diperlihatkan pria itu .


Sedang Radit yang melihat itu dari kejauhan hanya bisa geleng geleng kepala , dia segera menyusul CEOnya yang ia yakin belum jauh berjalan dari tempat itu .


" Ketus banget sih bos sama mantan !! "


" Berisik !! Elo yang bawa ... " kata Gema sambil melempar kunci mobilnya pada Radit .


Dugaan Gema benar , setelah keluar dari kafe seseorang kembali mengiriminya foto foto yang menampakkan dirinya sedang berbicara dengan Lulu . Dan naasnya di foto itu yang terlihat hanya mereka berdua karena Radit sempat pergi ke toilet .


Dan di bawah foto itu tertulis caption yang membuatnya meradang ...


Gema Aksa kau tak pantas menyandang nama Adipraja di belakang namamu ... kau hanya sampah seperti ayahmu !!!

__ADS_1


CKKIIITTTTTT ....


Gema mendengus kesal ketika Radit tiba tiba mengerem mobilnya , didepan ia melihat ramai orang berkerubung .


" Ada apa ?? "


" Nggak tahu , kita turun siapa tahu ada yang butuh bantuan kita " ujar Radit yang mengira ada kecelakaan di jalan .


Gema pun tak keberatan untuk turun karena biasanya ada korban yang butuh tumpangan untuk dilarikan kerumah sakit .


Setelah turun mereka bertanya pada seorang bapak bapak yang ikut berkerumun di pinggir jalan .


" Maaf pak , ada apa ya ?? "


" Tadi ada ibu ibu cantik turun dari mobil terus tiba tiba tasnya di jambret . Sebelum kami mengejar jambretnya ehh udah keduluan sama anaknya ibu itu . Jambret itu tumbang akibat lemparan pisau kecil yang tepat mengenai kakinya . Untung ada polisi yang kebetulan sedang berjaga di depan , kalau enggak habis dia " jelas bapak bapak itu sangat bersemangat bercerita .


" Kalau begitu jambretnya sudah di bawa polisi ?? "


" Sudah Mas ... "


" Tapi kok masih pada berkerubung ?? "


" Tadi ibu ibu itu borong semua makanan yang ada di sepanjang jalan ini , kami bisa makan gratis Mas !! Kalau Mas mau pesen saja , penjual dari ujung jalan sana ke ujung jalan ini semua sudah di bayar ibu ibu itu ! Katanya tanda terima kasih sudah nolong mereka , padahal kita nggak ngapa ngapain orang anak gadisnya yang sudah membekuk jambret itu "


" Anak gadis ?? Maksud Bapak yang nglemoar pisau itu seorang anak gadis !? "


" Iya Mas ... udah cantik , pinter , kaya !! Paket komplit "


" Ya sudah Pak makasih infonya ... "


Setelah itu Gema dan Radit kembali ke mobilnya .


" Penasaran gue ... masa iya sih ada anak gadis mainnya pisau . Elo penasaran nggak sih Bos ?? "

__ADS_1


" Nggak !!! Jalan cepet ... udah telat kita "


__ADS_2