Water N Fire

Water N Fire
76


__ADS_3

" Jadi berangkat ke Malang Bang !? " tanya Langit pada Janu yang pagi itu sudah menenteng koper besar .


" Jadi .. " jawab Janu singkat dengan memandang jam tangan .


" Kaya mau pindahan Bang , kopernya segede gaban ! Memang berapa hari sih keluar kotanya !? " sambung Steve ikut nimbrung , mereka sudah berkumpul di meja makan .


" Lima atau tujuh hari ... bisa lebih ! Ckk kok belum turun turun juga sih itu anak "


" Lhahh bukannya cuma liat lokasi proyek ?? Bisa lama banget gitu Bang ? Sama Uncle Dewa kan kesononya !? " tanya Steve heran , biasanya cek lokasi hanya perlu waktu sehari saja .


" Sama Queen .... "


" Oooo ... pantes !! " sahut Steve dan Langit bersama sama .


Tak lama setelah itu terlihat Ava datang dengan sudah mengenakan pakaian kasualnya . Kaos polos putih yang di padukan rok hitam pendek yang membuatnya tampak begitu cantik .


Aira yang melihat menantunya sudah rapi kemudian menghampirinya .


" Sayang jadi ikut sama suami kamu !? "


" Jadi Mah ! Kata Abang sekalian liburan , Mamah sama Kak Lulu mau dibelikan oleh oleh apa !? "


Aira hanya tersenyum melihat menantu cantiknya sangat bersemangat , Ava selalu memberi energi positif pada orang orang disekitarnya .

__ADS_1


" Bawa vitamin yang banyak Queen !! Yakin seyakin yakinnya elo bakal capek bukan karena jalan jalan tapi karena Abang kurung kamu "


" Kurung ??!! " Ava melirik dengan tatapan penuh tanya pada suaminya yang sedang menggaruk tengkuknya .


Pagi tadi sang suami memohon untuk ditemani dinas luar kota kali ini , pada awalnya ia tigak mau karena berpikir terlalu membosankan jika harus menunggu sang suami kerja disana . Tapi Janu berjanji mereka akan liburan disana , sang suami akan membawanya jalan jalan .


" Uncle !!! " pekik Steve saat dengan tiba tiba Bumi mengacak acak rambutnya dari arah belakang .


" Dasar anak nakal !! Mulutmu suka sekali menyebar hoaks ... " gerutu Bumi yang langsung disambut tawa semua orang di ruangan itu .


Bumi tidak mau Ava mengurungkan niatnya ikut ke Malang hanya karena hasutan putra pilar ketiga itu . Dia ingin putra dan menantunya menghabiskan waktu diluar kota agar bisa menjadi lebih dekat .


Seperti biasa , mereka makan pagi diselingi dengan gurauan ataupun pembicaraan tentang masalah perusahaan . Bagi mereka makan pagi bersama keluarga seperti itu adalah booster untuk mengawali hari mereka agar lebih bersemangat .


Tak lama kemudian setelah selesai sarapan Janu dan Ava berpamitan karena Dewa sudah menunggu di depan . Bumi dan Aira saling memandang ketika melihat Langit yang juga akan berangkat ke kantor bersama Steve , putra mereka terlihat sinis terhadap menantu mereka .


" Mas .... "


" Mereka pasti bisa mengatasinya , tenanglah sayang "


Perlahan Aira mendekati menantunya , Lulu sedang akan membersihkan piring piring kotor di kitchen sink . Dengan lembut ia menepuk bahu Lulu .


" Biarkan saja sayang , nanti ada maid yang akan mengurusnya . Bantuin Mama di kebun samping yuk ! Kemarin Mama ada tanaman hias baru , kita pindah ke pot yang lebih besar . Sekalian nyari keringat pagi pagi begini ... "

__ADS_1


Lulu tersenyum dan mengangguk , sebenarnya ia merasa tidak enak karena pasti kejadian tadi dilihat oleh kedua orang tuanya . Saat Langit menolak tangannya , saat pria yang sudah menjadi suaminya itu pergi begitu saja tanpa mengecup kening seperti biasanya .


" Ini tanamannya Mah ?? " tanya Lulu ketika sudah sampai di kebun samping , ada sekitar sepuluh pot tanaman berdaun merah muda berjejer rapi di atas bangku taman .


" Iya sayang , bagus kan ?? Cantik seperti kamu !! Itu dikasih sama teman arisan Mamah langsung dari London "


" London ?? Jauh bener , memang temen arisan Mamah orang mana saja !? " tanya Lulu yang sudah mulai memindah tanaman di atas bangku .


" Kan mamah dulu tinggal di London jadi udah banyak temen disana . Rusia , Tiongkok , Jepang ... banyak sih nggak bisa di sebutin satu satu !! Sekitar dua ouluh orang gitu "


" Hahhhh jauh amat , kalau di kampung ibu Lulu arisannya per RT Mah !! Dua puluh ribuan terus dapat makan sama snack . Paling banter dapet tujuh ratus ribuan ... lumayan buat bayar suguhannya ! Yang penting bisa pada kumpul . Kalau di tempat Mamah berapaan iurnya ?? "


" Paling cuma dua .... ya sesuai kata kamu , yang penting ngumpul ! Tapi sejak Mamah kembali kesini udah jarang banget imut ngumpul . Kamu kan tahu Papah nggak bakal mau ditinggal tinggal "


" Oooo sama berarti ya dua puluh ribuan ... "


Aira hanya tersenyum , dia suka jika berbincang dengan Lulu yang selalu bicara apa adanya . Lulu mengingatkannya pada dirinya sendiri berpuluh tahun silam . Walaupun sudah menjadi istri dari seorang Bumi tapi dia tetap suka dengan gaya hidup sederhana .


" Sayang ....."


" Ya Mah !?? Mau di ambilin air lagi buat siram tanaman !? " tanya Lulu yang melihat wadah kosong di depan mertuanya .


" Jangan pernah merasa sendirian karena Mamah dan Papah akan selalu ada di belakangmu . Kau bisa bicara pada kami tentang apapun .... "

__ADS_1


" Mah ... "


" Akan ada kerikil disetiap hubungan dan kami harap kau akan menjadi wanita yang kuat yang tetap bisa mendampingi putra kami "


__ADS_2