
" Jadi berangkat ke Malang Bang !? " tanya Langit pada Janu yang pagi itu sudah menenteng koper besar .
" Jadi .. " jawab Janu singkat dengan memandang jam tangan .
" Kaya mau pindahan Bang , kopernya segede gaban ! Memang berapa hari sih keluar kotanya !? " sambung Steve ikut nimbrung , mereka sudah berkumpul di meja makan .
" Lima atau tujuh hari ... bisa lebih ! Ckk kok belum turun turun juga sih itu anak "
" Lhahh bukannya cuma liat lokasi proyek ?? Bisa lama banget gitu Bang ? Sama Uncle Dewa kan kesononya !? " tanya Steve heran , biasanya cek lokasi hanya perlu waktu sehari saja .
" Sama Queen .... "
" Oooo ... pantes !! " sahut Steve dan Langit bersama sama .
Tak lama setelah itu terlihat Ava datang dengan sudah mengenakan pakaian kasualnya . Kaos polos putih yang di padukan rok hitam pendek yang membuatnya tampak begitu cantik .
Aira yang melihat menantunya sudah rapi kemudian menghampirinya .
" Sayang jadi ikut sama suami kamu !? "
" Jadi Mah ! Kata Abang sekalian liburan , Mamah sama Kak Lulu mau dibelikan oleh oleh apa !? "
Aira hanya tersenyum melihat menantu cantiknya sangat bersemangat , Ava selalu memberi energi positif pada orang orang disekitarnya .
__ADS_1
" Bawa vitamin yang banyak Queen !! Yakin seyakin yakinnya elo bakal capek bukan karena jalan jalan tapi karena Abang kurung kamu "
" Kurung ??!! " Ava melirik dengan tatapan penuh tanya pada suaminya yang sedang menggaruk tengkuknya .
Pagi tadi sang suami memohon untuk ditemani dinas luar kota kali ini , pada awalnya ia tigak mau karena berpikir terlalu membosankan jika harus menunggu sang suami kerja disana . Tapi Janu berjanji mereka akan liburan disana , sang suami akan membawanya jalan jalan .
" Uncle !!! " pekik Steve saat dengan tiba tiba Bumi mengacak acak rambutnya dari arah belakang .
" Dasar anak nakal !! Mulutmu suka sekali menyebar hoaks ... " gerutu Bumi yang langsung disambut tawa semua orang di ruangan itu .
Bumi tidak mau Ava mengurungkan niatnya ikut ke Malang hanya karena hasutan putra pilar ketiga itu . Dia ingin putra dan menantunya menghabiskan waktu diluar kota agar bisa menjadi lebih dekat .
Seperti biasa , mereka makan pagi diselingi dengan gurauan ataupun pembicaraan tentang masalah perusahaan . Bagi mereka makan pagi bersama keluarga seperti itu adalah booster untuk mengawali hari mereka agar lebih bersemangat .
Tak lama kemudian setelah selesai sarapan Janu dan Ava berpamitan karena Dewa sudah menunggu di depan . Bumi dan Aira saling memandang ketika melihat Langit yang juga akan berangkat ke kantor bersama Steve , putra mereka terlihat sinis terhadap menantu mereka .
" Mas .... "
" Mereka pasti bisa mengatasinya , tenanglah sayang "
Perlahan Aira mendekati menantunya , Lulu sedang akan membersihkan piring piring kotor di kitchen sink . Dengan lembut ia menepuk bahu Lulu .
" Biarkan saja sayang , nanti ada maid yang akan mengurusnya . Bantuin Mama di kebun samping yuk ! Kemarin Mama ada tanaman hias baru , kita pindah ke pot yang lebih besar . Sekalian nyari keringat pagi pagi begini ... "
__ADS_1
Lulu tersenyum dan mengangguk , sebenarnya ia merasa tidak enak karena pasti kejadian tadi dilihat oleh kedua orang tuanya . Saat Langit menolak tangannya , saat pria yang sudah menjadi suaminya itu pergi begitu saja tanpa mengecup kening seperti biasanya .
" Ini tanamannya Mah ?? " tanya Lulu ketika sudah sampai di kebun samping , ada sekitar sepuluh pot tanaman berdaun merah muda berjejer rapi di atas bangku taman .
" Iya sayang , bagus kan ?? Cantik seperti kamu !! Itu dikasih sama teman arisan Mamah langsung dari London "
" London ?? Jauh bener , memang temen arisan Mamah orang mana saja !? " tanya Lulu yang sudah mulai memindah tanaman di atas bangku .
" Kan mamah dulu tinggal di London jadi udah banyak temen disana . Rusia , Tiongkok , Jepang ... banyak sih nggak bisa di sebutin satu satu !! Sekitar dua ouluh orang gitu "
" Hahhhh jauh amat , kalau di kampung ibu Lulu arisannya per RT Mah !! Dua puluh ribuan terus dapat makan sama snack . Paling banter dapet tujuh ratus ribuan ... lumayan buat bayar suguhannya ! Yang penting bisa pada kumpul . Kalau di tempat Mamah berapaan iurnya ?? "
" Paling cuma dua .... ya sesuai kata kamu , yang penting ngumpul ! Tapi sejak Mamah kembali kesini udah jarang banget imut ngumpul . Kamu kan tahu Papah nggak bakal mau ditinggal tinggal "
" Oooo sama berarti ya dua puluh ribuan ... "
Aira hanya tersenyum , dia suka jika berbincang dengan Lulu yang selalu bicara apa adanya . Lulu mengingatkannya pada dirinya sendiri berpuluh tahun silam . Walaupun sudah menjadi istri dari seorang Bumi tapi dia tetap suka dengan gaya hidup sederhana .
" Sayang ....."
" Ya Mah !?? Mau di ambilin air lagi buat siram tanaman !? " tanya Lulu yang melihat wadah kosong di depan mertuanya .
" Jangan pernah merasa sendirian karena Mamah dan Papah akan selalu ada di belakangmu . Kau bisa bicara pada kami tentang apapun .... "
__ADS_1
" Mah ... "
" Akan ada kerikil disetiap hubungan dan kami harap kau akan menjadi wanita yang kuat yang tetap bisa mendampingi putra kami "