
" Tuan Gema saya ijinkan keluar dari rumah sakit ... tapi hanya untuk istirahat dirumah !! Mungkin bagi anda tembakan di lengan Anda tidak begitu berarti tapi ada jaringan arteri di lengan Anda yang terluka dan menyebabkan darah susah di hentikan kemarin !! lntinya Tuan Muda Gema telah kehilangan banyak darah dan butuh waktu istirahat total selama beberapa hari ini "
" Saya mengerti ... " jawab Gema yang tadi sempat melepas sendiri selang infus yang menempel ditangannya karena berkeras untuk segera keluar dari ruang rawat itu .Pria muda itu bahkan sudah mengganti baju rawatnya dengan baju kasual .
Pria muda itu benar benar ingin menyaksikan kebahagiaan bersama keluarga yang lain yang sudah berangkat menuju pesantren Langit .
Adam mendekat pada putranya dan mengambil ransel yang akan di bawa oleh putranya .
" Biar Ayah yang bawa , tanganmu belum sembuh benar "
" Gema baik baik saja Yah ... Dokter itu yang terlalu berlebihan . Lagipula ranselnya tidak terlalu berat ... Arrgghhhh !!!! '"
" Son !!! Kau tidak apa apa ?? " tanya Adam yang melihat Gema mencengkeram luka di lengannya . Tas ransel yang akan di bawanya juga sudah tergeletak di bawah kakinya .
" Sudah Ayah bilang biar Ayah yang bawa , jangan gerakkan lenganmu untuk hal yang tidak perlu "
Adam membimbing putranya berjalan menuju keluar rumah sakit . Dia tak mengijinkan penjaga menggantikannya karena merasa putranya sepenuhnya adalah tanggung jawabnya .
" Yakin ingin menyusul mereka ?! Akan butuh waktu 3 atau 4 jam untuk sampai ke tempat itu " tanya Adam yang membawa sendiri mobilnya saat itu .
" Tidak apa apa ... " jawab Gema sangat yakin .
" Jalan disana juga tidak terlalu bagus karena Kyai Abdulloh tidak mengijinkan uncle Bumi mengaspal jalan yang menuju ke pesantren itu . Kyai ingin tempatnya tidak tersentuh pembangunan modern dan kami sangat menghormati hal itu . Maksud Ayah apa kondisimu memungkinkan untuk datang ke tempat terpencil itu "
" Ckk ... ini hanya luka di lengan , aku tidak apa apa Yah !! Kenapa aku merasa Ayah seperti menghalangi aku untuk datang kesana ?? Ada apa sebenarnya ? Apa Ayah menyembunyikan sesuatu dariku !!? "
__ADS_1
" Ibumu bisa membunuhku jika terjadi apa apa denganmu disana . Kawasan pesantren sangat jauh dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya . Tak ada yang bisa ayah sembunyikan , dari dulu bukannya Ayah tak bisa menyembunyikan apapun darimu " jawab Adam sambil menghela nafasnya . Putranya memang mempunyai mata yang jeli , Gema bisa melihat adanya sedikit gundah di hatinya .
Beberapa jam berlalu dan sampailah mereka di sebuah pesantren yang jauh dari kata mewah . Pesantren yang mempunyai bangunan sederhana dengan banyak pohon hijau yang tumbuh disana .
Gema memandang kagum lingkungan yang baru ia lihat untuk pertama kalinya itu . Karena selama dalam masa satu tahun pertama penyembuhannya dari trauma Langit tidak diperbolehkan di jenguk kecuali oleh kedua orang tuanya . Bahkan Janu baru bisa menengok Langit setelah tahun pertama rehabnya sudah di lewati .
Ada beberapa rumah yang ia yakin adalah rumah para santri dalam.kawasan itu . Dan ditengah hunian terdapat aula terbuka dengan ukuran besar . Dan semua tumbuhan hijau yang banyak terdapat di tempat itu terlihat sangat terurus .
Sambil memegang dan menahan lengannya Gema berjalan mengikuti ayahnya .
" Assalamualaikum .... "
" Walaikumsalam .... "
" Heiii jagoan kita sudah datang !! Lenganmu sudah sembuh Nak ?! " tanya Bumi yang sudah berdiri menyambut dan memeluk mereka satu persatu .
" Aku baik baik saja Uncle ... "
" Kak Gema ... "
Gema spontan menengok ke arah suara yang terdengar memanggilnya . Suara ysng beberapa waktu ini tidak pernah ia dengar lagi .
" Langit !! "
Dua pria muda itu langsung saling memeluk , Gema terlihat menepuk punggung adiknya .
__ADS_1
" Bagaimana kabarmu !? Kakak dengar kau sudah tidak tahan lagi untuk menjadi seorang ayah "
Semua orang tersenyum lebar sekaligus merasa terharu ketika Langit bertemu dengan putra sulung Adipraja itu . mereka tahu hubungan Gema dan semua adiknya sangat dekat .
" Minta pamanmu dan saudaramu untuk duduk terlebih dahulu sebelum kita berangkat Langit " seru Aira yang melihat satu tangan Gema masih menahan luka di lengan yang dibebat kain putih itu .
" Kenapa kita tidak sekalian berangkat saja kesana , kita tidak menunggu siapa siapa lagi bukan ? Sebentar lagi Kyai dan Nyai pasti juga sudah pulang , tadi mereka ke pasar yang ada di pinggir desa untuk membeli keperluan "
" Sepertinya gadis itu sudah membuat seorang Langit Putra Adipraja bertekuk lutut ! Kakak jadi tak sabar melihat gadis istimewa itu ' ujar Gema yang saat ini sudah duduk bergabung ditengah keluarganya .
" Langit jatuh cinta saat pertama kali meligat senyumnya ... "
" Berarti kau sudah pernah bertemu dengannya !? " tanya Adam menimpali .
" Belum pernah sekalipun Uncle .. Aku hanya sempat menatap fotonya yang tergantung di tuang tamu waktu itu dan aku langsung jatuh cinta . Dari pertama melihat fotonya aku sudah yakin jika dia wanuta yang tepat untukku " sahut Langit jujur .
" Good ... Kakak mendukungmu seribu persen , seorang pria memang harus punya komitmen jika bertemu dengan wanita pujaannya . Ponselmu menyimpan foto gadis itu ?? "'
" Sayangnya tidak , tapi Kakak pasti juga akan mengaguminya nanti ... "
" Pasti ... aku percaya pada pilihanmu ! "
" Diam diam dia juga sudah mempunyai gadis impian sepertimu Langit !! Kau tahu saat tidak sadarpun dia selalu meracau tentang gadisnya . Sepertinya akan menyenangkan jika pernikahan kalian di gelar bersama. Keluarga kita akan menggelar dua pernikahan sekaligus !! Ngomong ngomong siapa nama gadis itu !? " tanya Diva yang dari tadi hanya setia menjadi penonton saja .
" Hulwa .... Namanya Hulwa "
__ADS_1