
" Kau bisa belajar dengan cepat , kurasa sebentar lagi kau bisa sehebat papamu ! " kata Adam yang saat ini bersama dengan Janu di ruang meeting .
Kemarin Dewa tiba tiba memintanya untuk melihat laporan perusahaan yang ada di bawah naungan Adam yang berada di Bali dan beberapa daerah sekitarnya . Bukan untuk membandingkan tapi bungsu Adipraja itu ingin Janu belajar lebih banyak lagi dari perusahaan perusahaan cabang .
" Bagiku kalian tetap yang terhebat ... " sahut Janu sambil merapikan berkas penting yang ada di depannya .
" Kalian sudah baikan ?? "
" Kami tidak sedang bertengkar Uncle "
Adam tertawa mendengarnya , padahal ia tahu benar jika maksud Dewa mengirimnya datang ke Bali salah satunya agar Janu bisa bertemu dengan putrinya . Dewa mengeluh Janu yang terus saja uring uringan karena nomornya yang telah di blokir oleh putrinya .
" Biasanya jam segini Queen Ava pulang dari kampus , kau bisa menjemputnya jika kau mau "
" Apa boleh ?! "
Sekali lagi Adam tertawa , dia tahu Janu berpikir dia akan sakit hati dengan sikapnya yang selalu menolak Ava . Padahal dia tahu benar apa alasan di balik itu semua walau tak sepenuhnya ia membenarkannya .
" Apa Uncle pernah melarangmu ?? Kau juga putraku , seperti juga papamu ... aku mengenalmu lebih dari dirimu mengenal diri sendiri "
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Janu segera pergi ke kampus Ava untuk menjemput gadis itu . Duduk di kap depan mobilnya dengan masih menggunakan setelan jasnya , ketampanan pewaris utama Adipraja itu menjadi pusat perhatian kaum hawa di sekitar kampus . Apalagi dia mengendarai mobil sport warna hitam yang membuat kharismanya semakin kuat .
Janu segera turun dari mobil ketika melihat Ava berjalan ke arahnya .
" Abang jemput Ava ?? " ujar gadis itu meraih tangannya seperti biasanya .
" Hemmm ... mau makan siang di rumah atau di luar ?! "
" Abang yang traktir !? " tanya Ava yang kemudian masuk ke mobil .
" Memang pernah kamu traktir Abang ?? "
__ADS_1
" Nih ya besok kalau Ava udah kerja terus bisa cari duit banyak , Abang mau minta apa saja Ava turutin !! Jangankan cuma makan .. restorannya Ava beli buat Abang !! "
Janu tertawa lebar mendengar celotehan gadis itu . Walau sangat manja padanya ataupun anggota keluarga lain tapi tak sekalipun Ava meminta sesuatu hanya untuk kesenangan pribadinya . Adam dan Diva benar benar mendidik putra putri mereka dengan baik .
" Kenapa kamu nggak pernah minta sesuatu ke Abang ?! Abang kan sudah kerja dan punya uang banyak ... "
" Nggak boleh sombong , lagian juga Abang nggak akan pernah bisa kasih yang Ava minta . Mahal yang Ava mau .... "
" Mobil sport keluaran terbaru ?? "
" Udah punya kalau itu sih , ayah yang beliin pas sweet seventeen "
" Apartemen !? "
" Uncle Bumi udah kasih juga kemarin ... udahhh Ava nggak minta apa apa kok !! Yang penting Abang sehat dan bahagia aja udah bikin Ava seneng !! Nggak ada yang kurang di hidup Ava ... semua sayang Ava "
Tapi pembicaraan mereka terhenti ketika ponsel Ava berbunyi .
Mendengar nama Radit mood Janu langsung terbanting ke bawah , ternyata wakil CEO Perkasa Corp itu benar benar serius mengejar Ava .
" lya aku sudah pulang dari kampus , diantar Abang malah "
" ....... "
" He em nanti aku telpon lagi kalau udah dirumah bye ... "
Janu mendengus kasar setelah Ava menutup sambungan telponnya , sungguh ia tak rela jika suara manja itu di dengar oleh pria lain .
" ltu Raditya !? "
" lya .... "
__ADS_1
" Sering telpon kamu ? "
" Enggak tapi tiap hari dia pasti tanya keadaan aku , memang kenapa ? Kan baik masih nyambung silaturahminya ... itu kata ibu "
" Besok besok lagi kalau dia telpon nggak usah di jawab !! Kamu udah ada yang punya jadi nggak usah lirik sana lirik sini . Ngerti !!? " kata Janu kembali pada mode juteknya , dan itu kembali membuat Ava sebal .
" Enggak !! Ava enggak ngerti Abang ngomong apa . Ava masih merdeka ... bebaasss ... mo guling guling kek , mo telponan sampai batere habis kek ... nggak ada yang larang !!! lm single , lm happy !! "
" You are mine Queen Ava !!! " seru Janu dengan sangat serius .
" Ogahhhh ... Ava nggak mau jadi pelakor !! Makanya di seringin berantemnya biar cepet jadi single kaya Ava "
" Kalau Abang single Ava mau jadi bini Abang !? "
" Enggak mau !! Ogah dapat bekasan ulet keket ...."
Bukan tanpa alasan Ava berbicara seperti itu , kemarin ia iseng membuka sosmed dan menemukan akun wanita yang di akui sebagai pacar Janu .
Ada salah satu temamnya yang juga pernah ke London dan berkata Billa pernah menjadi teman one night standnya . Sebenarnya ia ingin mengatakan hal itu tapi takut jika Janu salah paham padanya .
" Kamu pikir Abang barang loak apa !? "
" Pikir sendiri ... "
Janu tiba tiba menghentikan mobilnya , kemudian ia berbicara menghadap pada Ava .
" Sinian dikit duduknya , cepet !! Nggak usah nanya macem macem !! " kata Janu yang tahu gadis itu ingin bertanya sesuatu .
Setelah gadis itu sedikit menggeser duduknya Janu meraih wajah cantik itu dan .....
CUPPP .. CUUPPP
__ADS_1
" Ehhh .... "