Water N Fire

Water N Fire
60


__ADS_3

" Seneng seharian jalan jalan sama Mama !? " tanya Janu pada istrinya yang baru saja masuk ke kamarnya .


Ava mengangguk antusias dengan memamerkan beberapa paper bag yang di tentengnya , senyum gadis itu tampak begitu menyebalkan di mata suaminya .


" Abang belum bobo !? "


" Udah hampir merem tadi , keburu kamu masuk kamar "


" Oooo ... ya udah bobo gihh !! Ava mau mandi dulu , terus pakai baju yang tadi di beliin Mamah . Kak Lulu juga dibeliin lho !! Bentuknya sih aneh aneh gitu , Abang mau liat nggak ?? "


" Enggak !! Ngantuk .... " ujar Janu yang masih kesal dengan menenggelamkan kepalanya di bantal .


Beberapa saat kemudian Janu mendengar pintu kamar mandi terbuka , dan kemudian terdengar suara istrinya yang kadang menggerutu dan kadang tertawa kecil .


" Hisshhh ... baju tidur apaan kaya gini ??! Perasaan tadi enak banget diliatnya , kok dipakai rasanya kaya gini ya ! Seksi enggak masuk angin iya " gumam Ava dengan memutar badannya di depan meja riasnya .


Dia sebenarnya tidak asing dengan model baju yang dipakainya , ia sering melihatnya saat jalan jalan atau belanja online . Tapi ini pertama kalinya ia memakainya .


Janu yang penasaran dengan apa yang di lakukan oleh istrinya mengintip dari balik bantalnya . Dan apa yang dilihatnya benar benar membuatnya terkesiap . Gadis nakal itu sedang berdiri di depan meja rias dengan hanya mengenakan lingerie transparan sewarna kulitnya .


" Sayang ... " lirihnya dengan suara berat , perlahan ia menyingkap selimut yang tadi membungkus badannya .


" Lhoohh kok bangun ... "


Janu tidak menjawab , ia malah melangkah mendekati istrinya . Nafas pria muda itu sudah terlihat tidak beraturan ketika melihat tubuh yang sudah hampir polos sempurna yang terpampang di depannya .

__ADS_1


Dua bongkahan atas ataupun bawah itu sangat jelas tercetak dibalik baju transparan dengan model sangat seksi itu . Tak ada apapun di dalam sana yang bisa menghalangi pandangannya .


Dua mochi dengan ukuran lumayan dengan choco chips di atasnya , dua bongkahan bawah yang sepertinya sangat kenyal untuk diremas dan tubuh wangi strawberry yang membuatnya tambah menggila .


Ava melangkah mundur ketika melihat raut suaminya yang sudah memerah , ia mengira jika pria itu marah karena ia sudah mengganggu tidurnya .


" Maaf ... Abang jangan marah ! "


Langkah mundur Ava terhenti ketika sudah tersudut ditembok dan ia melihat Janu semakin mendekat ke arahnya . Dan yang bisa Ava lakukan adalah memejamkan matanya , mungkin ia memang bersalah karena sudah mengganggu tidur suaminya .


" Buka matamu sayang ... "


Ava membuka matanya ketika tak mendengar nada marah pada suara suaminya . Pria tampan di depannya sudah meraih dagunya dan sedikit mengangkatnya agar wajah mereka saling berhadapan . Dua mata yang mengerjap itu terlihat sangat menggemaskan untuknya .


" Sepertinya kau memang sedang menggodaku ... "


Ava reflek mengalungkan kedua tangannya ketika Janu mengangkat satu kakinya , dua tangan kekar itu sudah meremas gemas dua bongkahan belakang hingga ia tak kuasa untuk menahan suara indahnya .


Dua bibir itu sudah bersatu dengan lidah yang sudah bertaut , bunyi cecapan dan l*nguhan semakin membakar jiwa yang sudah berkobar dalam diri pewaris utama Adipraja itu .


" Boleh aku mengambilnya sekarang !? "


Ava tak menjawab pertanyaan itu , gadis itu terlalu menikmati sentuhan sentuhan panas suaminya .


" Akkhhh ... "

__ADS_1


Ava memekik tertahan ketika tubuhnya diangkat dan di bawa menuju ke ranjang , ia tahu benar apa yang sebentar lagi akan terjadi .


Setelah malam ini ia akan seutuhnya menjadi milik seorang Janu Kamma Adipraja , dia akan menjadi istri sesungguhnya untuk pria itu .


Perlahan Janu merebahkan tubuh istrinya yang sudah polos sempurna , sejenak ia terpaku melihat maha karya terindah di depannya .


Tangan kekar itu dengan lembut menyingkirkan tangan istrinya yang menutupi area atas dan bawah yang sedang ia pandang dengan nanar .


" Jangan ditutupi sayang ... ini milikku , hanya untukku " kata Janu sambil mengecupi dua tangan itu .


" Tapi jangan diliatin sampai segitunya ... malu "


Dengan mata berkabut satu tangannya mulai membelai lembah berumput halus yang mampu menerbangkan angannya .


" Abaaannggg ... "


Tapi tangannya terhenti ketika otaknya malah mengingat kata kata ayah dari gadis di bawahnya . Ava masih terlalu muda untuk menjadi seorang ibu ... mengasuh seorang anak dalam usia yang terlalu muda seperti ini mungkin bisa membuat istrinya tertekan .


" Abang kok berhenti !? "


Janu meraup kasar wajahnya , ia sudah telanjur berjanji pada Adam untuk mematuhi kata katanya .


" Abang !!!! " teriak Ava yang melihat sang suami turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi .


Gadis itu bangkit dan meraih bathrobe yang tersampir di sofa kemudian duduk meringkuk di atasnya . Sepertinya tubuhnya tidak membuat sang suami menginginkannya , buktinya pria yang ia cintai pergi saat ingin menyentuhnya .

__ADS_1


" Maaf ... "


__ADS_2