Water N Fire

Water N Fire
136


__ADS_3

Akhirnya malam itu sampai juga mereka di mansion Al Shamma, rumah dari keluarga mantan mafia terkejam yang pernah menjadi penguasa dunia hitam . Yang pentolannya memutuskan untuk menjauh dari dunia kelam itu dan menikahi kekasih masa lalunya .


" Hai ... well come brother !! Jeronimo Uncle rasa kau menjadi semakin tampan "


Putra sulung Al Shamma bernama Abbio menghampiri mereka dan memeluk mereka satu persatu , dan matanya memicing ketika melihat gadis belia ada bersama tiga pria tampan beda generasi itu .


Begitupun putra kedua Al Shamma bernama Zahid yang juga menyambut mereka dengan hangat . Para istri terlihat sedang berdiri di belakang suami mereka .


" Dia adalah cucu Gregorius Alvaro yang tersohor itu " kata Hiro yang tahu arti tatapan duo Al Shamma pada Vania .


" Berarti dia ???!! " tanya Zahid dengan pandangan tak percaya , dia pernah mendengar kabar jika Greogrius mempunyai cucu perempuan yang di gembleng untuk menjadi penerusnya .


" Hai Tuan Abbio ... Tuan Zahid , senang bertemu dengan kalian . Hai Aunty ... aku Revania Alvaro " ujar Vania ramah memperkenalkan dirinya sendiri .


Anna dan Safa menyambut gadis belia itu dengan pelukan hangat . Dan mereka semua akhirnya berjalan menuju ruang makan . Disana tampak gadis dan anak laki laki seusia Vania duduk dengan memainkan ponselnya .


" Kak Jero !! "


Dua remaja itu berlari menghampiri Jero , mereka cukup akrab karena Jero sering berkunjung ke Dubay jika masa liburan .

__ADS_1


" Odelia ... Noah !! "


Jero memeluk dua remaja yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu .


" Mana Via !? Dia tidak ikut turun ? "


" Olivia sedang mengerjakan tugas liburan musim panasnya di kamar " jawab Elia memberitahukan keberadaan saudara kembarnya pada Jero .


Odelia dan Olivia adalah anak kembar dari pasangan Abbio dan Anna . Dua gadis dengan wajah yang sama tapi berbeda kepribadian .


Odelia periang dan sedikit tomboy , dia mudah akrab dengan siapa saja . Sedangkan Olivia mempunyai kepribadian yang sangat tertutup dan cenderung pemalu . Walau berbeda tapi dari kecil mereka berdua punya laki laki impian yang sama ... Jeronimo Keith Adipraja .


Makan malam kali ini berlangsung dengan hangat , Vania pun bisa langsung akrab dengan penerus Al Shamma karena mereka memang seumuran . Sampai saatnya selesai makan malam , para pria dewasa memisahkan diri untuk bicara di ruang kerja .


Sedang Vania terlihat sedang mengobrol dengan Elia , mereka duduk di kursi santai yang ada di pinggir kolam renang .


" Mereka selalu seperti itu , jika bertemu selalu saja bertaruh .... walau sudah bisa di tebak pemenangnya " ujar Elia menunjuk pada dua laki laki yang sedang berpacu di kolam .


" Jero ... dia sedikit lebih tinggi dari Noah , dan sepertinya Noah tidak terlalu suka olah badan . Badannya bagus tapi belum sesempurna milik Jero " tebak Vania .

__ADS_1


" Kau pintar ... Noah jarang sekali ke gym , olah raga rutinnya hanya jogging di mall ha .. ha .. ha !! Kau tahu baru kemarin dia putus dari pacarnya tapi sekarang sudah ada tiga gadis yang akan berkencan dengannya "


" Tidak mungkin ... "


" Dia sering kena jewer Mommy Safa " imbuh Elia sambil tertawa . Dia dan saudara kembarnya dari kecil sudah terbiasa memanggil Safa dengan sebutan Mommy . Begitupun Noah yang terbiasa memanggil Anna dengan sebutan yang sama .


" Kau suka Jero ? "


Diam ... gadis bernama Odelia itu langsung diam ketika mendapat pertanyaan seperti itu dari Vania .


" Kelihatan sekali ya ?? Dari kecil aku memang suka dia , Kak Jero sangat menyayangi kami . Dia tampan , tidak terlalu banyak bicara dan baik pada semua orang . Dia memenuhi semua kriteria sebagai pria idaman . Tidak salah kan jika aku menyukainya !? " jawab Elia panjang lebar mengenai apa yang dirasakannya .


" Kau sudah mengatakan perasaanmu padanya !? "


" Dua tahun yang lalu saat umurku masih lima belas tahunan aku sudah mengatakan padanya jika aku menyukainya . Kau tahu dia menjawab apa ?? Kak Jero menjawab jika dia juga sangat menyukaiku , aku adalah adik yang paling manis untuknya "


" Jika kau berumur lima belas berarti saat itu dia masih berumur tujuh belas ... dia masih terlalu muda untuk mengerti perasaannya sendiri . Sekarang mungkin berbeda , kenapa kau tidak mengungkapkan perasaanmu sekali lagi !? "


" Tidak ... aku tidak mau hubungan ini akan menjadi canggung hanya gara gara aku mengungkapkan rasa sukaku padanya "

__ADS_1


Dan pembicaraan dua gadis cantik itu terhenti ketika mendengar sebuah teriakan kemenangan .


" YUHUUUUU ... KAU KALAH KAK JERO !!!! "


__ADS_2