Water N Fire

Water N Fire
41


__ADS_3

Setelah memeriksakan luka putranya yang sempat kembali terbuka jahitannya Adam melesatkan mobilnya kesebuah kawasan apartemen elite . Apartemen milik Bumi yang dulu ditinggali saat awal awal menikahi Aira , apartemen penuh cerita yang seumur hidup tak akan pernah dilupakan oleh seorang Bumi Adipraja .


" Kita ke apartemen Uncle Bumi ?? "


" Uncle Bumi ingin bicara . Di sini tempat ternyaman untuk bicara dan tidak di ketahui dua ibumu "


" Bagaimana jika ibu mencari kita ?? "


" Dia menginap di mansion utama sepertinya sibuk membicarakan acara pernikahan Langit dengan Aunty Aira . Dia tak akan melewatkan acara besar seperti ini , lagipula Langit adalah juga putranya bukan !? Ibumu sempat menanyakan keadaanmu tadi ketika kau di periksa dokter "


Sampai di apartemen tampak Bumi sudah menunggu mereka di ruang tamu .


" Bagaimana ? Di jahit lagi !?? "


" Begitulah ... keras kepalanya melebihi dirimu !! Padahal dokter sudah bilang istirahat total , tapi masih saja nekat ikut ke acara itu "


Bumi tampak membantu Gema agar bisa duduk dengan nyaman di sofa ruang tamunya . Dia memasang sebuah bantal di sandaran punggung pria muda itu .


" Apa benar saat peristiwa tempo hari kau ingin pergi menjemput kemudian melamar Lulu di kampungnya ? "


" Uncle ... please jangan di bahas lagi " lirih Gema yang tidak mau di ingatkan dengan ketidakberuntungannya waktu itu . Belum sembuh rasa kehilangannya atas kematian salah satu sahabatnya sekarang dia harus merasa kehilangan lagi .


" Kau hanya perlu menjawab ya atau tidak .. "


" Jangan tekan putraku !! " hardik Adam tak suka jika singa gurun itu memaksa kehendaknya .

__ADS_1


" Ckk diam kau ayah tak berakhlak ! Pantas saja aku kesulitan mencari data tentang calon menantuku , itu ulahmu kan ?? Kau tidak ingin tahu jika aku mengetahui ada hubungan khusus antara Gema dan Lulu " sinis Bumi yang merasa kecewa dengan tindakan Adam yang membuatnya cepat menyetujui rencana lamaran Langit . Tanpa tahu jika ada dua hati yang terluka .


" Jika saja aku mengetahuinya lebih awal maka aku bisa berbicara dengan Langit terlebih dahulu ... "


" Dan membuatnya harus kembali mendengar teriakan teriakanmu !? Anak itu sudah menyembuhkan dirinya sendiri dari rasa traumanya , tak akan aku biarkan kau mengacaukannya lagi " kata Adam yang sangat hafal dengan perangai saudaranya yang selalu berapi api . Bumi hanya akan tenang jika berhadapan dengan Aira istrinya .


" Dan demi Langit kau bisa menyakiti Gema sedalam ini .... "


Gema menepuk pelan bahu ayahnya yang terlihat tertunduk ketika mendengar perkataan pilar pertama itu .


" Sudah ... sekali lagi Gema tegaskan . Tidak ada siapapun yang menyakitiku !! Keputusan untuk melepasnya adalah keputusanku sendiri . Tidak ada paksaan dari siapapun ! Jadi Gema mohon cukupkan ... cukup sampai disini pembahasan tentang hal ini . Sekarang yang paling penting adalah kebahagiaan Langit . Gema mohon jangan ada satupun dari kalian berbicara tentang hal ini ke depannya .... "


" Dan luka di hati Langit akan sangat besar ketika suatu saat mengetahui hal ini ... dia berhak tahu !! "


Dua wanita itu melangkah mendekat ke arah Gema dan duduk mengapit disampingnya . Adam dan Bumi terpaksa menyingkir duduk di single sofa karena mereka sangat paham apa arti tatapan mengerikan dari para istrinya .


" Sepertinya neraka kita akan segera di mulai , dan ini semua gara gara kau !! " lirih Bumi yang masih bisa didengar oleh Adam .


" Tidak usah bisik bisik Mas !! Bisa bisanya kalian menutupi ini semua dari kami , apa kalian pikir kami terlalu bodoh untuk mengetahui hal ini !? Kami yang melahirkan mereka jadi kami tahu apa yang sedang mereka rasakan !! " seru Aira penuh kemarahan .


Gema meraih satu tangan wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu dan pria muda itu juga mengecup pucuk kepala Diva yang sedang terisak lirih di pelukannya .


" Sudah Aunty .... Gema mohon jangan bahas ini lagi , ini sudah berakhir "


" Apa kau mencintainya ?? "

__ADS_1


Gema hanya menghela nafas ketika Aira bertanya padanya , bohong jika ia menjawab sudah bisa melupakan seorang Lulu di hatinya .


" Kisah konyol ini belum berakhir !!! Tapi ini baru dimulai .... Kau pikir hanya dirimu yang di korbankan di sini ?!! TIDAK !! Lulu yang paling tersakiti . Bisa kau bayangkan rasanya jika harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak kau cintai !? Hatinya pasti sedang hancur saat ini "


" Sayang ... "


" Jangan menyelaku Tuan Bumi !! "


Adam tertawa dalam hati , sudah puluhan tahun ternyata tidak pernah berubah . Bumi selalu tak bisa berkutik jika menghadapi murka istrinya .


" Dan Langit ... kalian bisa bayangkan jika kelak tahu wanita yang sudah menjadi istrinya ternyata mencintai kakaknya . Apa kalian pernah berpikir sampai disitu !! Kenapa kalian mendukung ide gila anak ini hahh !! Kalian biarkan dia melukai dirinya sendiri !! Kalian bukan manusia ... ayah seperti apa kalian "


Bertubi tubi kemarahan ia lampiaskan hingga satu tetes air mata tak terasa mengalir di pipi Aira .


" Aunty sudah ... Lulu wanita yang baik , perlahan dia pasti akan bisa mencintai Langit . Seiring waktu semuanya akan baik baik saja "


" Aunty tahu , maafkan ibumu ini Nak ... "


Kemarahan itu mereda ketika Gema merengkuh tubuhnya , pelukan hangat itu malah membuat tangisnya meledak .


" Maafkan dua ibumu yang juga tak bisa berbuat apa apa ketika melihat kau menghancurkan dirimu sendiri . Semuanya kami telan mentah mentah hanya untuk menjaga kehormatan dua keluarga , untuk menjaga perasaan Langit ! Maaf jika ibumu ini lebih memilih menjaga perasaan adikmu ... maaf jika kami seperti buta dengan sakit yang kau rasakan ! Tapi sungguh kami tak punya pilihan saat itu ... maafkan kami . Kau sudah menjadi kakak yang sempurna tapi kami tidak sempurna menjadi orang tuamu ... Maaf .. maaf "


" Aku putra kalian ... sebisa mungkin aku akan menjaga kalian semampuku "


" Aku menyayangimu Nak " lirih Diva memeluk erat putra yang selalu bisa ia banggakan itu .

__ADS_1


__ADS_2