
" Ayaahhh .... " pekik Ava ketika melihat Adam yang saat ini duduk bersama Dewa dan Bumi di ruangan CEO perusahaan Adipraja .
Tadi Janu sempat mengantar Ava ke apartemen Gema tapi karena sang penghuni sedang pergi maka gadis itu meminta untuk diantarkan pada ayahnya .
Seperti seorang gadis kecil Ava duduk dipangkuan ayahnya setelah dalam takzim pada Adam dan dua saudaranya . Dan tiga pilar itu hanya terkekeh ketika melihat tatapan cemburu dari pewaris utama Adipraja itu .
" Turun sayang , atau sebentar lagi anak singa gurun itu akan mengamuk karena cemburu pada Ayahmu ini ! Kenapa tidak menyusul lbu ke mansion utama !? "
" lbu sama Aunty lagi sibuk bikin baju " sahut Ava yang tahu benar Diva dan Jasmine tidak suka di ganggu jika sudah menyangkut masalah baju .
" Sudah makan !? "
" Tadi mampir makan dulu sama Abang sebelum kesini "
Dewa menepuk bahu Janu yang sudah duduk di samping papanya .
" Siapkan dirimu untuk mendapat wejangan dari mantan mafia dan singa gurun disampingmu anak muda " bisik Dewa pada Janu yang sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Sebentar lagi adikmu menikah kenapa kalian malah bikin ulah ? Papa tahu kalian saling mencintai tapi bukan berarti kami ijinkan kalian berbuat semaunya " kata Bumi yang kini menatap tajam putranya .
" Maaf Janu kelepasan Pah , tapi Janu sangat siap jika diminta untuk bertanggung jawab "
Dewa langsung tergelak ketika mendengarnya , dan tawanya tentu saja membuat dua saudaranya menatapnya sebal .
" Sudah kuduga jika anak ini sengaja melakukan itu agar besok ada dua pernikahan sekaligus "
" Wa ..... " seru Bumi dan Adam hampir bersamaan .
__ADS_1
" Ayah tidak melarangmu untuk mencintai putriku , tapi tidak untuk menyentuhnya sebelum kalian terikat pernikahan "
" Maaf Ayah tapi hal itu terjadi begitu saja , diluar kendali ... Sayang turun dari situ dan duduk sama Abang "
Sekali lagi Dewa terbahak melihat keponakannya yang masih sempat sempatnya menunjukkan rasa cemburunya di saat seperti ini .
" Ava boleh Ayah minta tolong !? Dibawah ada toko roti tadi Uncle Dewa minta dibelikan Bakpau isi daging , disana juga tersedia macam macam es krim . Kau pasti suka "
" Tapi aku sudah makan tadi ... " timpal Dewa yang sekali lagi mendapat tatapan tajam dari pilar kedua itu .
" Ok siap ... " seru Ava dengan menatap ke arah pria muda yang juga sedang menatapnya penuh cinta itu . Janu yang tahu arti tatapan gadisnya langsung beranjak dari duduknya .
" Abang akan tetap disini , ltem sudah menunggu di depan lift " kata Adam yang tahu jika putrinya sedang akan meminta Janu menemani ke bawah .
" Iyaaaaa ... sama ltem lagi , kenapa enggak nyari yang gantengan dikit sih Yah ! Kalau di jagain ltem Ava ngerasa kaya alien , semua pada menyingkir !! " gerutu Ava protes pada ayahnya .
" Tidak bisa !! ltem penjaga terbaik Ayah bukan ? Hanya dia yang bisa menjaga Queen Ava dengan baik " ujar Janu menimpali , ia tak akan rela jika ada pria tampan disamping calon istrinya .
Bumi memijit pelipisnya sedang bungsu Adipraja masih setia dengan tawanya . Janu benar benar mencerminkan sifat para pria Adipraja yang punya cemburu yang besar dan sangat overprotektif pada pasangannya .
Setelah Ava pergi para pria itu segera memulai percakapan mereka .
" Kami semua tidak keberatan dengan hubunganmu dengan putri ayah , tapi jika dilihat kami khawatir kalian akan melebihi batas yang seharusnya kalian jaga . Terutama kau !! Ayah yakin kau tak akan bisa bertahan lama jika terus ada disamping Ava ... "
" Dia putraku !! Dia pasti bisa bertahan lama , jangankan satu jam semalam pun dia pasti sanggup bermain ... "
" Ha ... ha ... " Dewa tak bisa lagi menyembunyikan gelaknya , walaupun umur sudah bertambah Bumi tetap saja menjadi Bumi yang ia kenal dulu .
__ADS_1
Adam mendengus kesal ketika kata katanya malah disalah artikan oleh singa gurun itu . Suasana yang seharusnya tegang menjadi bahan lelucon untuk bungsu mereka .
Berbeda dengan Janu yang masih memasang wajah tegangnya karena belum bisa meraba apa yang akan Adam sampaikan padanya .
" Ckk .. diamlah !! Jangan menyela jika aku sedang berbicara "
Setelah tawa Dewa mereda Adam segera meneruskan pembicaraannya tadi .
" lntinya kami ingin kau cepat menikahi Ava , jika mungkin kita adakan pernikahanmu dan Langit bersamaan ... "
" Apa Yah ??? "
Janu terpaku , ia masih tak percaya jika Adam memintanya untuk menikah secepat ini .
" Kau tidak mau ?!! "
" Mau !!! Sekarangpun aku siap menikahinya jika Ayah memintanya " sahut Janu mantap .
" Jangan senang dulu , ada syarat yang harus kau penuhi !! Ayah minta setelah menikah kalian menunda rencana punya momongan . Ava masih terlalu muda , biarkan dia menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu . Kau juga tahu kan jika Queen Ava masih sangat manja !? Ayah khawatir jika kehadiran seorang anak akan membuatnya tertekan "
" Baik ... Janu akan berusaha menuruti syarat dari Ayah . Terima kasih sudah mempercayakan Queen Ava pada Janu . Dengan segenap hidup aku akan menjaganya !! "
" Kami percaya padamu ... "
" Semangat anak muda !! Akhirnya kau kawin juga ... akkhh ! Apa sih Kak !!? " ujar Dewa sebal ketika Bumi memukul bahunya .
" Nikah ... !!! "
__ADS_1
" Ya ya apapun itu , yang penting Janu bahagia ... " gerutu Dewa .