
" Assalamualaikuuummm .... " sapa Lulu ketika masuk ke ruang tengah di mana bapak dan ibunya terlihat masih duduk bersisian .
" Walaikumsalam .... " jawab dua orang di sana , sang ibu terlihat bangkit dan menyambutnya .
" Bapak sama lbu kenapa masih disini ?? "
" Sengaja kita nunggu kamu , bagaimana kabarmu nak !? " ujar ibu Lulu dengan mencium kening putrinya yang sudah membawa tangan kanannya ke keningnya .
" Alhamdulilah baik .... bagaimana dengan Bapak dan lbu ?? "
" Alhamdulilah kau bisa melihat jika kami masih baik baik saja "
Setelah meletakkan tasnya di kamar dan sekedar membersihkan wajah , Lulu keluar untuk duduk dan menanyakan suatu hal yang dari tadi ingin dia tanyakan .
" Bagaimana tadi Bu ?! "
Bapak dan ibunya terlihat tersenyum.yang melihatnya sangat antusias untuk mengetahui siapa calon suaminya .
" Rencananya tadi dia ingin bertemu denganmu terlebih dahulu sebelum.dis secara resmi melamarmu . Tapi karena kau mengundur jam kepulangan maka dia dan walinya melamarmu tanpa kalian bisa mengenal terlebih dahulu . Mereka yakin kau adalah gadis yang baik .... ngomong ngomong kakimu sudah membaik Nak ?!"
__ADS_1
" Sudah membaik ... tak perlu tongkat lagi untuk menopang tubuhku "
Lulu tersenyum , padahal dia dan pria itu sudah mengenal selama beberapa minggu ini . Bahkan sudah ada sedikit kisah di antara mereka yang membuat hari harinya menjadi sangat berwarna .
" Kau terlihat begitu bahagia ... Bapak senang karena keputusan kami tadi untuk menerima lamaran itu tidak salah "
" lbu dan Bapak pasti tahu apa yang terbaik untukku . Apakah Lulu boleh tahu siapa gerangan yang sudah menjadi jodohku ?? "
" Tentu saja ... jika tidak salah dengar dia adalah salah satu putra dari keluarga Adipraja . Keluarga kaya raya yang tinggalnya di lbukota . Sebenarnya Nak Langit datang bukan bersama kedua orangtuanya tapi bersama dengan guru mengajinya "
DEGGHHH ...
" Kau mengenalnya ??! "
" Ehh ... tidak , mana aku bisa mengenal kaum jet set seperti mereka " sahut Lulu dengan masih berpikir , apakah di keluarganya pria itu di panggil dengan nama yang berbeda dari yang ia tahu . Lulu tak bermaksud berbohong tentang hubungannya dengan Gema , ia hanya berpikir hubungannya dengan pria itu memang belum punya status yang jelas sebelumnya .
Mungkin saja Gema punya panggilan lain , bukankah keluarga kaya punya kebiasaan yang tidak seperti mereka ? ltu pikir Lulu mencoba berpikir positif . Ponsel !! Lulu beranjak ke dalam kamar untuk mengambil ponsel yang tadi ia letakkan dalam tas ranselnya . Mungkin ia bisa menanyakan langsung pada Gema tentang hal ini .
Beberapa lama mencari benda kecil pipih itu nyatanya tak ia temukan di dalam tasnya . Di seluruh kamarpun ia tidak bisa menjumpainya !
__ADS_1
" Ya Allah .... "
Lulu menepuk keningnya sendiri setelah ingat bahwa ia ternyata meninggalkan ponselnya di mini market di rest area yang tadi ia singgahi . Tadi ia sempat beli satu cup teh dan beberapa cemilan untuk menemaninya dalam perjalanan .
Dan naasnya ketika akan membayar ia meletakkan ponselnya di meja kasir hanya untuk mengambil uang di dompetnya dan lupa untuk membawa kembali ponselnya .
*
Di rumah sakit terlihat Adam dan istrinya sudah menunggu anak mereka . Bumi dan Aira sudah undur diri tak lama setelah kedatangan mereka tadi .
" Kenapa sadarnya lama banget sih Mas !! Katanya Gema baik baik saja ... kenapa selama ini sudah hampir tujuh jam tak sadarnya " kata Diva yang sejak kedatangannya memang sangat panik .
Baru kali ini putra tangguhnya terkapar tak berdaya di rumah sakit seperti ini .
" Kan tadi kau sendiri sudah dengar penjelasan dari Dokter , sudah terlalu banyak darah yang keluar ... untung saja belum terlambat mereka membawanya ke rumah sakit . Ada sedikit penenang yang di berikan agar Gema bisa beristirahat lebih lama "
Tapi kekhawatiran mereka berubah menjadi senyum ketika terdengar suara lirih putra mereka yang terlihat mulai membuka matanya .
" Aku harus pergi .... dia menungguku "
__ADS_1