Water N Fire

Water N Fire
33


__ADS_3

" Assalamualaikuuummm .... " sapa Lulu ketika masuk ke ruang tengah di mana bapak dan ibunya terlihat masih duduk bersisian .


" Walaikumsalam .... " jawab dua orang di sana , sang ibu terlihat bangkit dan menyambutnya .


" Bapak sama lbu kenapa masih disini ?? "


" Sengaja kita nunggu kamu , bagaimana kabarmu nak !? " ujar ibu Lulu dengan mencium kening putrinya yang sudah membawa tangan kanannya ke keningnya .


" Alhamdulilah baik .... bagaimana dengan Bapak dan lbu ?? "


" Alhamdulilah kau bisa melihat jika kami masih baik baik saja "


Setelah meletakkan tasnya di kamar dan sekedar membersihkan wajah , Lulu keluar untuk duduk dan menanyakan suatu hal yang dari tadi ingin dia tanyakan .


" Bagaimana tadi Bu ?! "


Bapak dan ibunya terlihat tersenyum.yang melihatnya sangat antusias untuk mengetahui siapa calon suaminya .


" Rencananya tadi dia ingin bertemu denganmu terlebih dahulu sebelum.dis secara resmi melamarmu . Tapi karena kau mengundur jam kepulangan maka dia dan walinya melamarmu tanpa kalian bisa mengenal terlebih dahulu . Mereka yakin kau adalah gadis yang baik .... ngomong ngomong kakimu sudah membaik Nak ?!"

__ADS_1


" Sudah membaik ... tak perlu tongkat lagi untuk menopang tubuhku "


Lulu tersenyum , padahal dia dan pria itu sudah mengenal selama beberapa minggu ini . Bahkan sudah ada sedikit kisah di antara mereka yang membuat hari harinya menjadi sangat berwarna .


" Kau terlihat begitu bahagia ... Bapak senang karena keputusan kami tadi untuk menerima lamaran itu tidak salah "


" lbu dan Bapak pasti tahu apa yang terbaik untukku . Apakah Lulu boleh tahu siapa gerangan yang sudah menjadi jodohku ?? "


" Tentu saja ... jika tidak salah dengar dia adalah salah satu putra dari keluarga Adipraja . Keluarga kaya raya yang tinggalnya di lbukota . Sebenarnya Nak Langit datang bukan bersama kedua orangtuanya tapi bersama dengan guru mengajinya "


DEGGHHH ...


" Kau mengenalnya ??! "


" Ehh ... tidak , mana aku bisa mengenal kaum jet set seperti mereka " sahut Lulu dengan masih berpikir , apakah di keluarganya pria itu di panggil dengan nama yang berbeda dari yang ia tahu . Lulu tak bermaksud berbohong tentang hubungannya dengan Gema , ia hanya berpikir hubungannya dengan pria itu memang belum punya status yang jelas sebelumnya .


Mungkin saja Gema punya panggilan lain , bukankah keluarga kaya punya kebiasaan yang tidak seperti mereka ? ltu pikir Lulu mencoba berpikir positif . Ponsel !! Lulu beranjak ke dalam kamar untuk mengambil ponsel yang tadi ia letakkan dalam tas ranselnya . Mungkin ia bisa menanyakan langsung pada Gema tentang hal ini .


Beberapa lama mencari benda kecil pipih itu nyatanya tak ia temukan di dalam tasnya . Di seluruh kamarpun ia tidak bisa menjumpainya !

__ADS_1


" Ya Allah .... "


Lulu menepuk keningnya sendiri setelah ingat bahwa ia ternyata meninggalkan ponselnya di mini market di rest area yang tadi ia singgahi . Tadi ia sempat beli satu cup teh dan beberapa cemilan untuk menemaninya dalam perjalanan .


Dan naasnya ketika akan membayar ia meletakkan ponselnya di meja kasir hanya untuk mengambil uang di dompetnya dan lupa untuk membawa kembali ponselnya .


*


Di rumah sakit terlihat Adam dan istrinya sudah menunggu anak mereka . Bumi dan Aira sudah undur diri tak lama setelah kedatangan mereka tadi .


" Kenapa sadarnya lama banget sih Mas !! Katanya Gema baik baik saja ... kenapa selama ini sudah hampir tujuh jam tak sadarnya " kata Diva yang sejak kedatangannya memang sangat panik .


Baru kali ini putra tangguhnya terkapar tak berdaya di rumah sakit seperti ini .


" Kan tadi kau sendiri sudah dengar penjelasan dari Dokter , sudah terlalu banyak darah yang keluar ... untung saja belum terlambat mereka membawanya ke rumah sakit . Ada sedikit penenang yang di berikan agar Gema bisa beristirahat lebih lama "


Tapi kekhawatiran mereka berubah menjadi senyum ketika terdengar suara lirih putra mereka yang terlihat mulai membuka matanya .


" Aku harus pergi .... dia menungguku "

__ADS_1


__ADS_2