Water N Fire

Water N Fire
211


__ADS_3

Odelia kembali setelah jam makan malam , tadi dia sekalian menyaksikan pembukaan pameran di sanggarnya . Badannya terasa sangat lelah sekali karena seharian ini sudah bekerja keras .


" Kau boleh langsung pulang saja Al "


" Tapi aku belum pamit pada Aunty atau Uncle , seharian kita diluar rumah ! Sepertinya aku bukan pria yang bertanggung jawab jika langsung pulang tanpa mengantarkan kamu sampai ke dalam "


" Kau bisa lihat mansion sudah sangat sepi , aku rasa mereka semua sedang beristirahat . Lagipula kau bisa kesini lagi besok pagi jika ingin bicara dengan Daddy . Bukannya sesi konsultasi Via belum selesai ?? "


" Ya sudah ... aku pulang dulu kalau begitu " pamit Albert yang langsung berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di garasi depan . Tadi seorang supir langsung mengantar mobilnya ketika tahu kedatangannya .


Ketika masuk ke dalam mansion suasana sudah sangat sepi , mungkin semua orang juga lelah hari ini hingga sudah beristirahat di kamar mereka masing masing . Dan Jero mungkin tinggal di apartemen seperti saat terakhir kedatangannya ke Dubay , begitu pikirnya .


Lia berjalan ke kamarnya karena ingin segera membersihkan diri , dari tadi tubuhnya sudah sangat gerah . Berkeringat sepanjang hari tanpa punya waktu untuk membersihkan diri sungguh membuat gadis itu merasa tidak nyaman .


Setelah selesai membersihkan diri Lia segera berbaring di atas ranjangnya . Sepertinya ranjang adalah tempat ternyaman setelah seharian ini lelah dengan aktivitasnya . Tapi tubuh lelah itu kemudian beranjak , Lia mengingat tentang sesuatu yang harus ia lakukan .


Tadi saat menyiapkan pameran ada beberapa ruang kosong yang belum di isi , mereka kekurangan beberapa lukisan untuk memenuhi tempat itu . Dan dia didaulat untuk membawa satu lukisan untuk mengisi salah satu ruang kosong tersebut .


Lia segera turun untuk pergi ke gudang belakang , ada dua lukisan yang sengaja ia simpan disana . Gadis itu berpikir mungkin salah satu lukisan itu bisa dia bawa untuk melengkapi ruang kosong di pameran .


CEKLEKKK ...


Lia membuka pintu kamar di lantai atas gudang , sejenak ia diam karena merasa mencium aroma khas parfum Jero di kamar itu . Lia bahkan lupa menyalakan lampu kamar karena terlalu hanyut dengan perasaannya .


Gadis itu merasa sudah gila karena membayangkan jika seorang Jeronimo sedang menantikannya di kamar ini .

__ADS_1


Tanpa menyalakan lampu kamar Lia segera masuk untuk mengambil dua lukisannya untuk ia bawa ke kamar . Dia sudah hafal dengan letak semua barang di tempat itu hingga dengan menutup mata pun dia tidak akan menabrak barang barang yang ada di dalam kamar itu .


Setelah mengambil dua lukisannya Lia bermaksud segera pergi dari kamar , tapi tiba tiba lampu di nyalakan dan ia melihat Jero berdiri di depan pintu dengan hanya mengenakan celana trainingnya tanpa memakai atasan .


Seperti sebuah mimpi untuknya , tapi ia sadar jika di depannya adalah kenyataan karena mata Jero nanar melihatnya .


" Lia ?!!! Apa yang kau lakukan disini ??? "


" Lhohh Kak Jero nginep disini ?? " tanya Lia sedikit salah tingkah melihat tatapan elang pria tampan itu .


" Apa yang kau cari disini ?? Dan mau kau apakan lukisan lukisan Via itu ? Jangan bilang jika kau ingin membuat pria bernama Albert itu kagum padamu dengan berkata jika lukisan milik Via itu adalah lukisanmu !! "


" Maksud Kak Jero !? "


Jero tahu kata katanya sedikit keterlaluan , tapi ada rasa tidak rela ketika tadi melihat Albert yang begitu memperlihatkan rasa cintanya pada gadis itu . Mungkin karena sejak dulu Lia sudah sangat terbuka dalam menunjukkan rasa sukanya padanya hingga akan aneh jika gadis itu tiba tiba menyukai pria lain .


Odelia diam dan menghela nafasnya agar emosinya tidak meledak . Tidak mungkin jika ia mengatakan jika lukisan lukisan itu adalah miliknya , Jero tidak akan percaya ! Tidak mungkin juga ia membuat keributan ditempat ini hanya karena hal ini .


" Aku hanya ingin meminjam lukisan ini sebentar dan Albert hanyalah seorang teman . Maaf jika pernyataan cintaku dua tahun yang lalu sangat mengganggu hidupmu ... "


Lia menjeda perkataannya beberapa saat hanya untuk mengatur nafasnya karena seperti ada sesuatu yang ingin meledak di dadanya .


" Sampai kemarin pun aku masih menyukaimu Jeronimo Keith Adipraja !! Tapi tenang saja aku belum gila untuk mengejar pria yang tak bisa mengenaliku walau kedua matanya terbuka . Aku tarik semua kata kataku dua tahun yang lalu jika itu membuatmu lebih tenang . Jaga Kak Via baik baik " ujar Lia sambil berjalan keluar , dia tak ingin perdebatannya dengan Jero berkepanjangan dan menarik perhatian maid atau bahkan Daddy dan Mommynya yang sedang istirahat .


Tapi sampai di pintu ia dikejutkan dengan Noah yang berjalan ke arahnya dengan membawa satu wadah berisi buah mangga yang sepertinya sudah di bersihkan .

__ADS_1


" Wooyyy Lia .... kebeneran elo kesini , kita makan besar nih !! Lhohh katanya pameran sudah di buka sore tadi , itu kenapa kamu masih nenteng nenteng lukisan ?? "


" Masih kurang lukisan di sana , kepaksa gue ambil yang di gudang . Terimakasih tapi elo aja yang makan mangganya , sumpah gue lagi capek banget !! " ujar Lia yang terus berjalan menjauh untuk kembali ke kamarnya .


" Tumben nolak mangga ... biasanya ngajak berantem rebutan yang udah mateng " cicit Noah geleng geleng kepala .


" Masih saja nggak berubah !! Dia bawa lukisan Via untuk kepentingan pribadinya " kata Jero yang kini duduk di kursi yang ada di depan kamarnya .


Dari tempat itu dia bisa melihat Lia yang berjalan tertatih ke dalam mansion dengan membawa dua kanvas besar yang merupakan hasil lukisan Via .


" Sejak kapan Via bisa melukis Kak ??! " tanya Noah karena setahunya Lia yang sangat suka melukis di atas kanvas .


" Lukisan Via bulan lalu di pajang di pameran seni yang ada di Perancis , sayangnya lukisan itu tidak di jual "


" Via ?? Perancis ?? Ooooo ... maksud Kak Jero lukisan gambar wajah Kakak yang sekarang di pasang di kamar Via ?? "


" Via tak menjualnya karena ingin dipajang di kamarnya sendiri !?? Pantas saja tidak ada yang boleh membelinya " kata Jero dengan tersenyum lebar , betapa besar cinta gadis itu padanya hingga lukisan hasil karyanya sendiri di pasang di kamarnya .


" Salah .... mana bisa Via melukis , gambar cacing saja dia tidak bisa !! Lia yang memberikan lukisan wajah Kak Jero untuk hadiah ulang tahunnya . Lia tahu bahwa Olivia sangat menyukaimu " jelas Noah .


" Lia melukis ?? Tidak mungkin !! "


" Nama Odelia Al Shamma sudah sangat di kenal di dunia para seniman , sudah beberapa kali Lia menang lomba dan karyanya di pajang di galeri galeri besar dunia . Masa Kak Jero enggak tahu sih "


" Jadi ????!! "

__ADS_1


__ADS_2