
Sementara di mansion utama Adipraja terlihat dua wanita cantik berbeda generasi sedang berada di dapur . Aira di bantu oleh Ava memasak sarapan untuk keluarganya .
" Kenapa Abang belum turun Aunty ?? "
Aira tersenyum mendengar pertanyaan itu , putri dari pilar kedua Adipraja itu dari kecil sudah berani terang terangan menunjukkan rasa sukanya pada putra pertamanya . Tapi sayangnya Janu tidak pernah mau menanggapinya , mungkin karena putranya menyayangi Ava hanya sebagai adiknya .
" Semalam Abang kan pulang larut karena jemput Dede di pondok "
" Langit sudah baik baik saja kan Aunty ??! "
" Tentu saja , tapi di pondok dia bisa lebih tenang " jawab Aira dengan mengelus lembut puncak kepala gadis cantik itu .
" Ehhmm Ava boleh ke atas buat bangunin Abang ?? Kan sebentar lagi jam berangkat kerja , nanti Uncle Dewa bisa marah marah kalau Abang telat lagi "
" Ya sudah ... tapi pelan pelan banguninnya , kamu tahu Abang bisa enggak mood seharian kalau bangun tidur udah marah marah " kata Aira yang sudah hafal dengan tingkah petakilan gadis itu .
" Asshhiiaappp .... "
Dengan sangat bersemangat Ava segera berlari menuju kamar pewaris utama klan Adipraja itu . Senyumnya melebar ketika melihat pria yang sudah mencuri hatinya itu masih terlihat memejamkan matanya .
Perlahan ia mendekat , dipandanginya satu persatu bagian wajah pria tampan itu . Dengan sangat lembut ujung jari telunjuknya membelai kening , mata hidung bahkan bibir pria yang masih hanyut dalam alam mimipinya .
__ADS_1
" Abaaaanngg ... bangun " bisiknya dengan suara sangat lembut .
Hingga dua kali ia melakukan hal yang sama , dengan sangat lembut ia membangunkan pria pemilik hatinya . Tapi nyatanya Janu sama sekali tidak bergeming , matanya masih saja terpejam .
" Cara lembut udah , jangan salahin Ava lohh yaaa .... "
Gadis itu naik ke atas kasur king size yang terlihat sangat empuk itu . Dan dengan sengaja ia melompat lompat seakan berada di atas trampoline , hingga pemuda di bawahnya berjingkat kaget karena mungkin mengira terjadi gempa dadakan .
" Akkhhh ... kau !!! " gumam.Janu dengan memegang kepalanya yang sedikit pusing karena bangun dengan tiba tiba .
" Berhenti melompat gadis nakal !! Sudah Abang bilang berkali kali jangan kagetin Abang kalau lagi tidur !! "
" Tapi Aunty yang minta aku bangunin Abang tadi ... " kilah Ava dengan memasang senyum manisnya .
Janu tak menjawab , pria muda itu turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi . Sangat terlihat jika raut wajahnya masih sangat kesal .
" Ckk ... kenapa masih di sini ?? Turun sana !! Bantu Mama bikin sarapan ... Abang mau ganti baju !! " ujar Janu yang masih melihat Ava masih duduk di atas tempat tidurnya .
" Ya tinggal ganti aja !! Aku juga nggak bakal liat kok , lagian lihat juga nggak apa apa ... Abang aja dulu pernah liat aku mandi pas kecil "
" ltu pas kamu masih bayi ... sekarang kita udah gede !! Bukan muhrim . Dah keluar sana !! "
__ADS_1
" Enggak mau "
" Aku telpon Uncle Adam nih yaa kalau bandel ... "
" Nggak takut , nanti Ava bilang sama Uncle Bumi kalau Abang pernah ngintip Ava mandi !! "
" ltu Abang enggak sengaja !! Lagian kamu kenapa mandi di kamar Abang !? ltu kecelakaan ... " kilah Janu dengan mengalihkan pandangannya . la masih malu jika mengingat hal itu .
" Waktu itu pemanas di kamar Ava rusak !! Aku sudah ijin Aunty mau pakai kamar mandi Abang . Siapa suruh Abang siang siang pulang "
Janu hanya berdecak kesal , selamanya dia tak akan menang jika berdebat dengan gadis nakal itu . Setelah berganti baju di walk in closet dia segera turun untuk sarapan dengan keluarganya .
" Abaaaanngg ... " Ava segera mengikuti Janu yang sudah akan berjalan turun dari tangga .
" Sini cepetan !! Abang udah kesiangan ... "
Dengan senyum lebar Ava segera naik ke punggung pria tampan itu . Dulu ketika kecil Aira dan Bumi akan berteriak khawatir jika dia turun dari tangga .
Ava kecil selalu berlari jika turun dari tangga , alhasil Janu selalu menggendong adik kecilnya di punggungnya jika menuruni tangga . Dan hal itu masih menjadi kebiasaannya .
" Pegangan yang kenceng ... "
__ADS_1
" lyaaaa ... "