Water N Fire

Water N Fire
54


__ADS_3

Setelah acara selesai dua pasang pengantin segera masuk ke kamar untuk istirahat , seharian meladeni tamu membuat mereka sangat lelah .


Lulu yang masih asing di kamar Langit hanya bisa duduk di sofa yang ada di dekat ranjang sambil menunggu sang suami yang sedang membersihkan dirinya di kamar mandi .


" Kenapa masih duduk di situ , bajumu sudah ada di lemari jika kau ingin menggantinya . Mama sudah menyiapkan semua disana , jika masih ada yang kurang kita bisa membelinya besok " ujar Langit yang melihat Lulu masih terdiam di sofa sama seperti.saat ia masuk.ke kamar mandi tadi .


" Ehhmmm ... itu .. sedikit susah melepasnya , aku susah melepas kaitan korsetnya " kata Lulu dengan menundukkan kepalanya malu .


" Berdirilah ... aku bantu melepasnya "


" Tidak !! Maksudnya aku .... "


" Aku paham , aku tidak akan melakukan hal yang kau pikirkan tanpa ijin darimu . Pelan pelan kita jalani semua ini "


" Apa tidak apa apa ?! "


" Kau sudah menjadi istriku tapi bukan berarti aku akan memaksamu . Dengan berjalannya waktu kita akan mencoba saling mengenal satu sama lain , anggap saja kita sedang menjalani tahap pacaran terlebih dahulu "


Perlahan Lulu berjalan mendekat pada suaminya dan berdiri membelakanginya . Langit menghela nafas sebelum membuka satu demi satu kaitan korset yang sedikit demi sedikit memperlihatkan seluruh punggung mulus istrinya . Bohong jika ia tidak tergoda dengan keindahan lekuk tubuh istrinya .


" Sudah ... sekarang mandilah !! Sudah ada handuk bersih di dalam . Setelah itu kita turun makan malam bersama "


Dengan wajah yang sepenuhnya sudah memerah Lulu segera masuk ke kamar mandi , bukannya segera mandi tapi gadis itu berdiri di depan wastafel sambil berkaca .


Satu tetes air mata tak terasa mengalir dipipinya , ia masih tak percaya jika ia akhirnya akan sampai di titik ini . Bukannya ia tidak merasa bersyukur , tapi kadang ia merasa dipaksa untuk siap menghadapi semuanya seorang diri .


Selesai membersihkan dirinya ia segera keluar , di lihatnya sang suami sudah rapi dan duduk menunggunya di sofa .


" Kau menangis ?? "


" Tidak , mataku terkena sabun tadi . Hanya sedikit perih " jawab Lulu terpaksa berbohong karena tidak ingin suaminya lebih jauh bertanya jika tahu dia menangis .


" Ada obat tetes mata di kotak obat , pakai itu sebelum matamu tambah sakit . Aku akan ambil makanan untukmu jika kau masih tidak nyaman dengan rasa sakit di matamu "


" Tidak usah ... aku tidak apa apa , sebentar lagi juga akan sembuh "

__ADS_1


" Ya sudah , sekarang ganti baju . Mungkin mereka sedang menunggu kita di bawah "


*


Setelah masuk ke kamar suaminya Ava langsung merebahkan dirinya , rasanya seluruh tubuhnya sangat pegal . Untung saja tadi di bawah Diva sudah membantunya melepas seluruh hiasan rambut dan sanggulnya .


" Capek !? "


" Hu um ... " jawab Ava singkat dengan masih memejamkan matanya .


" Mau mandi dulu biar seger !? "


Bukannya langsung menjawab Ava malah bangkit dan berjalan menuju pintu .


" Kamu mau kemana ?? "


" Ckk ... mandilah !! Tadi kan Abang yang suruh Ava mandi dulu biar seger , gimana sih !! " gerutu Ava dengan mata setengah tertutup , selain lelah sebenarnya ia juga sudah sangat mengantuk .


" Ya memang Abang suruh kamu mandi , tapi kenapa jalannya kesitu !? Kan kamar mandinya ada disana ... "


Dengan gemas Janu menggigit pundak istrinya , mungkin gadis itu lupa jika mereka sudah menjadi suami istri . Kamar mereka memang bersebelahan dan gadis itu sudah sangat biasa ' mengganggunya ' .


" Siapa suruh kamu mandi di kamar sebelah !? "


" Ya peralatan mandi Ava kan disana ... masa Ava suruh gosok gigi pakai sikat gigi Abang sih ... ogahhhh "


Janu membopong tubuh sintal itu dan kemudian merebahkannya di ranjang . Saat ini tubuhnya ada di atas tubuh sintal yang masih mengenakan kebayanya itu .


" Dengarkan aku Nyonya Janu Kamma ... aku sudah minta maid untuk memindahkan semua barang milikmu ke kamar ini . Kamar ini adalah kamar kita , semua yang ada disini juga sudah menjadi milikmu . Kita akan berbagi semuanya tanpa terkecuali ... " lirih Janu dengan jari yang membelai lembut bibir kemerahan yang sedikit terbuka itu .


" Semua yang ada disini menjadi milikku !? "


" Semuanya sayang ... "


" Kalau yang ini !? " Ava menunjuk kedua mata suaminya .

__ADS_1


" Tentu saja milikmu , selamanya hanya ada kau disana "


" Yang ini ?? " sekarang ia menunjuk hidung mancung suaminya .


" Nafasku , jiwa dan ragaku adalah milikmu "


" Ehhhmm kalau yang ini ?? "


Janu memejamkan matanya ketika jari jari istrinya membelai bibirnya , tanpa aba aba dia raih bibir yang dari tadi sudah ingin dia sentuh !! Sungguh semua yang ada pada istrinya membuatnya gila .


Walau Janu adalah orang yang pertama menyentuh bibirnya tapi gadis itu dengan cepat bisa belajar cara mengimbangi permainan bibir suaminya .


" Abaaanngg ... eeuugghhh "


Satu tangan Janu sudah meremas lembut gundukan yang masih terbalut korset dan kebaya itu . Satu persatu jejak keunguan tercetak di leher sang istri hingga suara suara indah itu menjadi penghias kamarnya .


Janu bangkit dan melepas kemeja putih yang di pakainya hingga Ava bisa melihat guratan roti sobek yang menggiurkan di depannya . Perlahan pria itu membawa dua tangan istrinya untuk menyusuri dada dan perutnya .


Semakin ke bawah hingga tangan mungil itu menyentuh sesuatu yang ada di balik celananya , sesuatu yang sudah berdiri sempurna dan ingin mencari sarangnya .


" Abaanngg ... "


" Ini milikmu sayang , biasakan untuk menyentuhnya " kata Janu ketika tangan itu menolak untuk menyentuh miliknya .


" Tapi malu ... "


" Kalau begitu tutup matamu "


Janu tertawa kecil ketika dengan polos sang istri menurutinya untuk memejamkan matanya . Dan ketika tangan itu sudah akan menyentuh sesuatu yang sudah berdiri sempurna ...


BRRAAKK ... BRRAAKKKK


" TURUN WOOYYYY ... udah pada ditungguin nohhhh di bawah !! "


Terdengar teriakan Steve sambil menggedor pintu kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2