Water N Fire

Water N Fire
128


__ADS_3

Gema segera melangkah mendekati gadisnya yang terlihat sedang menikmati sarapannya . Tatapan tajamnya tak lepas dari pria yang masih memandang gadisnya dengan penuh rasa kagum .


" Sayang ... "


Vania langsung menoleh ketika mendengar suara yang sudah sangat dia hafal . Gadis itu sedikit terkejut kemudian tersenyum ketika prianya mencium sekilas bibirnya di tempat umum seperti ini , dia tahu Gema sedang terbakar cemburu .


" Om sudah makan ?? "


" Tadi sudah minum teh hangat " jawab Gema singkat dan langsung menggeser kursi agar duduk lebih dekat dengan gadisnya .


" O iya dia Ellard , kami bertemu tadi di gym . Sepertinya dia sangat penasaran denganku hingga memaksa ikut sarapan ke tempat ini " ujar Vania memprovokasi calon suaminya , gadis itu ingin tahu sejauh apa pria itu bisa cemburu .


" Hai panggil saja aku El , apa kau kakaknya ? Atau saudaranya ? " tanya El karena melihat pria yang duduk didepannya itu jauh lebih dewasa dari gadis yang sedang di incarnya .


" Aaaakkk .... " Vania menyuapkan satu sendok makan ke mulut Gema ketika pria itu sudah ingin membuka suaranya . Mau tak mau Gema menerima suapan itu .


" Dia calon suamiku , aku lebih tertarik pria dewasa daripada pria muda yang masih labil sepertimu . Aku mencintainya .... dan ini pernyataan cintaku untuk kedua kalinya " jawab Vania dengan mengerlingkan satu matanya ke arah Gema .

__ADS_1


" Tidak mungkin !! Aku lebih baik darinya , kau akan lebih senang jika bersamaku . Dia terlalu kaku "


" Kau !!! "


Vania menggenggam kuat tangan Gema yang terkepal erat . Dan senyumnya seakan mengatakan pada calon suaminya agar bisa tenang dan bisa mengendalikan dirinya sendiri .


" Aku sudah selesai makan , terimakasih kau sudah mau susah payah menemaniku makan . Maaf jika aku tidak bisa menyebut namamu karena pria ini tidak suka jika aku menyebut nama pria lain selain dirinya "


Ellard memalingkan wajahnya kecewa , baru kali ini ada seorang wanita menolak dan menganggap remeh dirinya . Baru kali ini pesonanya di kalahkan oleh pria lain . Tapi hal ini malah membuatnya bertekad untuk merebut hati gadis itu apapun caranya . Ellard tahu gadis seperti Vanialah yang pantas berada di sisinya .


" Aku akan mengantarmu ke kamar , sebentar lagi pesawatmu berangkat " ujar Gema dengan meraih pinggang gadis nakalnya , mereka berjalan keluar restoran .


" Kau sengaja mempertemukan aku dengannya gadis nakal ?? Kau ingin memancing emosiku !? "


" Salah .... aku sengaja mempertemukan dia denganmu agar dia sadar jika dari awal dia sudah kalah . Apapun yang dia lakukan tidak akan mengubah apapun ... dia akan kalah "


" Tapi dia bahkan belum tahu siapa diriku , aku belum memperkenalkan diriku bukan ?? "

__ADS_1


Vania tertawa dan mencoba menjauhkan tubuh kekar itu darinya . Sehabis dari gym tadi dia langsung sarapan di restoran hotel tanpa lebih dulu membersihkan badannya karena El selalu membuntutinya .


" Aku bau Om , aku masih berkeringat "


Bukannya melepas Gema semakin mengeratkan pelukannya .


" Aku suka bau keringatmu sayang "


" Cepat atau lambat dia akan tahu siapa dirimu , biarkan dia sibuk dengan perasaannya !! Biarkan dia sibuk berpikir bagaimana cara mendapatkan aku !! Dengan begitu kita akan lebih leluasa bergerak . Seperti Daddynya ... kelemahan terbesarnya adalah wanita . Aku hanya sedang memanfaatkan kelemahannya agar dia sedikit lengah "


" Gadis licik .... dan sayangnya aku semakin cinta padamu . Kau ingin mendengar ini kan ?? Aku mencintaimu Revania Alvaro , kau benar benar membuatku gila !! " lirih Gema yang semakin mendekatkan wajahnya pada wajah gadisnya .


Vania menyambut bibir itu dengan hangat , walau Gema adalah pria yang pertama kali bisa menyentuhnya tapi dia cepat belajar . Dia mampu mengimbangi permainan Gema yang semakin lama semakin membuat suhu tubuh mereka mulai naik .


Gema menekan tengkuk gadisnya agar dia bisa lebih dalam mengeksplor semua yang ada di bibir gadisnya . Gema terlena dengan permainannya sendiri apalagi Vania sudah pandai membalas semua pagutannya . Pria itu mulai kehilangan pengendalian dirinya , dia bahkan tak peduli jika mereka masih berada di dalam lift hotel .


Tanpa mereka sadari pintu lift perlahan terbuka dan seorang pria bertubuh penuh tatto mengalihkan pandangannya ketika melihat pemandangan di depannya ...

__ADS_1


" Ya Tuhan ... kalian !! Kenapa jadi tidak tahu tempat begini !! lni lift bukan di kamar !! "


__ADS_2