
BEBERAPA JAM SEBELUMNYA
Selepas meeting dengan semua pria Adipraja Gema merebahkan tubuhnya di sofa kantornya , sangat terlihat jika ia sangat lelah . Langit dan Steve hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan sulung mereka yang tidak seperti biasanya .
Lelah seperti apapun Gema tidak akan pernah tidur di kantor . Pria itu sangat menghargai waktu kerjanya hingga tak jarang harus membawa pekerjaan kerumah walau sudah lembur di kantor .
" Tumbang juga macan kita ... " lirih Langit yang disambut tawa oleh sepupunya .
Mereka berdua kemudian duduk di sofa single yang ada di sisi sofa yang ditempati Gema . Menyadari keberadaan orang lain Gema membuka matanya perlahan .
" Kalian belum pulang ke showroom ?? "
" Belum Kak " jawan Steve dan Langit bersamaan .
" Ayah , Uncle Bumi sama Uncle Dewa udah pulang ?? "
" Baru saja kami yang mengantar mereka , Uncle Adam langsung ke hanggar pulang ke Bali karena lusa nganter Aunty Diva ke Paris " jawab Steve .
Gema meraup kasar wajahnya untuk mengusir kantuk yang masih dirasakannya . Beberapa hari ini dia selalu pulang larut untuk menyelesaikan semua orang orang Ellard yang disusupkan ke semua anak perusahaan Adipraja .
Beruntung relasi barunya yang merupakan penasehat keuangan dari putra Jason itu mau diajak kerjasama dengannya . Pria bernama Sadiman itu memang sudah lama muak menjadi penasehat keuangan dari pria licik semacam Ellard , tapi dia tak berdaya untuk lepas dari pria itu karena ancaman yang diberikan kepada keluarganya .
Seperti apa yang sudah dilakukan Abbio pada keluarga Vergel , Adipraja pun sudah menyegel semua perusahaan Kyle agar tidak menyentuh semua perusahaannya yang tersebar di kota kota besar dunia .
" Elo liat Lang .... laki laki kalau udah terkena kontaminasi racun rindu memang jadi mudah lelah . Mau sekuat apapun juga ujung ujungnya mewek di tengah malam ... "
" Steve ... " lirih Langit yang takut kakak sulungnya tersinggung .
" Biarin Lang ... " kata Gema yang sekarang menyandarkan punggung dan kepalanya di sofa .
__ADS_1
" Gue lagi ngomong soal laki laki secara universal , khususnya diri gue sendiri ! Kalau malem malem kangen itu rasanya sesuatu banget , kaya pas lagi on tapi nggak ada pelampiasan ... ngganjel banget !! ltu ibu dokter cantik sampai sekarang pun belum bisa gue deketin , juteknya bikin kangeeeennnn .... gemes banget sama dia " ujar Steve panjang lebar .
" Tumben nggak gercep , biasanya langsung seret ke kamar "
" Beda level ini sih Kak , Venna itu level tertinggi wanita yang pernah gue deketin "
" Ngaku dia kalau semua ceweknya level rendah semua .... " ujar Langit yang membuat Gema terbahak .
Berbicara dengan kedua adiknya selalu membuat penat Gema berkurang , pasti ada saja kelakuan adik adiknya yang membuat dia tertawa .
" ltu Vania kok nggak balik balik kesini lagi sih Kak ?? Nggak kangen ?? " tanya Steve .
" Kangen ... tapi malu ngakuinnya " sahut Langit seolah Gema yang menjawabnya .
" Si Vania kan adiknya Venna nih Kak , nggak mungkin itu si Vania di ijinin nikah sebelum kakaknya merid duluan . Kalau orang Jawa bilang pamali adik ngelangkahin kakaknya . Nah ... biar Kak Gema cepet merid gimana kalau bantuin Steve dapetin si Venna duluan !!? Steve janji bakal cepet kawinin dia biar Kak Gema bisa cepet nyusul kita "
" Cihh modus !!! Cassanova melempem , masa nggak bisa bikin klepek klepek ibu dokter sih ... " sinis Langit .
" Ehmmm ... bilang sama Uncle Varo biar jodohin si Venna sama gue Kak . Pleaseee ... " mohon Steve karena ia rasa itu jalan tercepat mendapatkan Venna .
" Kayak nggak tahu Uncle Varo , sebelum Kakak cerita dia pasti udah tahu reputasi seorang Steve Smith Adipraja "
" Tapi Steve udah tobat Kak !! " kilah Steve .
" Buktikan itu !! Kakak yakin jika kamu memang bersungguh sungguh tulus mencintainya maka dia akan bisa merasakan hal itu . Cepat lambat Venna akan menerima kamu sebagai calon imamnya .... "
" Ya Tuhan ... indah banget sih !! Gue jadi imamnya ibu dokter . Co cuit .. "
" Muka elo jangan dibuat sok imut gitu Steve , bikin gue mual " ujar Langit memandang sebal sepupunya yang sedang mengedip ngedipkan kedua matanya .
__ADS_1
" Kak Gema pengen ketemu enggak sama bocil ehh maaf salah ... Vania maksudnya ?? Steve ada ide nih buat bikin dia klepek klepek . Tapi kita butuh bantuan Jero "
" lde apa ?? Awas kalau norak ... "
" Kak Gema pasti belum pernah nyatain perasaan Kak Gema secara resmi ke dia kan ?? Semua wanita butuh pernyataan ... yang klise klise buang jauh ke laut !! "
" Maksud kamu ??! Kakak nggak ngerti " ujar Gema dengan mengerutkan dahinya .
" Kita ke rooftop apartemen Kak Gema sekarang . Kita akan temui Vania disana ... Udaaahhh nggak usah banyak mikir nanti semua Steve yang siapin . Kalau si Langit sih nggak usah ditanya juga nggak bakalan ikut . Baru rajin nyangkul sawah ... kejar setoran . Awwwwwssshh .. Sakit Lang !! " pekik Steve yang terkena tendangan di kakinya .
" Nah gue nyangkul sawah udah halal .... daripada elo nyangkul kebon yang belum halal . Udah nggak halal , banyak setannya !! "
" Udaaahhh ... jangan bertengkar , jangan dengerin dia Lang !! Udah sore juga , sebaiknya kamu pulang . Biar Kak Gema nanti sama Steve " ujar Gema menengahi .
Setelah itu Gema dan Steve pulang menuju ke apartemen , sesuai permintaan Steve Gema mengenakan setelan formal setelah membersihkan dirinya .
Betapa terkejutnya dia ketika melihat rooftop apartemen yang disulap menjadi tempat penuh bunga dengan sebuah layar plasma besar di tengahnya .
" Sini Kak ... sebentar lagi mau live "
" Live ?? "
" Cepetan sini sebelum kadar gantengnya ilang !! Nih bawa ini biar lebih romantis ... " ujar Steve memberikan setangkai bunga mawar merah ke tangan Gema .
Steve juga menarik Gema agar berdiri selurusan dengan layar plasma yang tadi ia pasang .
" Udah ?? Siap !!!! Live on ..... " pekik Steve tertahan dengan mengangkat satu jarinya .
Dan Gema hanya terpaku ketika melihat seorang gadis cantik yang sepertinya sedang duduk untuk makan malam . Gadis itu juga sedang menatapnya tak percaya ...
__ADS_1
" Hai sayang .... apa kau merindukan aku !? "
" Om ... "