Water N Fire

Water N Fire
148


__ADS_3

BEBERAPA JAM SEBELUMNYA


Selepas meeting dengan semua pria Adipraja Gema merebahkan tubuhnya di sofa kantornya , sangat terlihat jika ia sangat lelah . Langit dan Steve hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan sulung mereka yang tidak seperti biasanya .


Lelah seperti apapun Gema tidak akan pernah tidur di kantor . Pria itu sangat menghargai waktu kerjanya hingga tak jarang harus membawa pekerjaan kerumah walau sudah lembur di kantor .


" Tumbang juga macan kita ... " lirih Langit yang disambut tawa oleh sepupunya .


Mereka berdua kemudian duduk di sofa single yang ada di sisi sofa yang ditempati Gema . Menyadari keberadaan orang lain Gema membuka matanya perlahan .


" Kalian belum pulang ke showroom ?? "


" Belum Kak " jawan Steve dan Langit bersamaan .


" Ayah , Uncle Bumi sama Uncle Dewa udah pulang ?? "


" Baru saja kami yang mengantar mereka , Uncle Adam langsung ke hanggar pulang ke Bali karena lusa nganter Aunty Diva ke Paris " jawab Steve .


Gema meraup kasar wajahnya untuk mengusir kantuk yang masih dirasakannya . Beberapa hari ini dia selalu pulang larut untuk menyelesaikan semua orang orang Ellard yang disusupkan ke semua anak perusahaan Adipraja .


Beruntung relasi barunya yang merupakan penasehat keuangan dari putra Jason itu mau diajak kerjasama dengannya . Pria bernama Sadiman itu memang sudah lama muak menjadi penasehat keuangan dari pria licik semacam Ellard , tapi dia tak berdaya untuk lepas dari pria itu karena ancaman yang diberikan kepada keluarganya .


Seperti apa yang sudah dilakukan Abbio pada keluarga Vergel , Adipraja pun sudah menyegel semua perusahaan Kyle agar tidak menyentuh semua perusahaannya yang tersebar di kota kota besar dunia .


" Elo liat Lang .... laki laki kalau udah terkena kontaminasi racun rindu memang jadi mudah lelah . Mau sekuat apapun juga ujung ujungnya mewek di tengah malam ... "


" Steve ... " lirih Langit yang takut kakak sulungnya tersinggung .


" Biarin Lang ... " kata Gema yang sekarang menyandarkan punggung dan kepalanya di sofa .

__ADS_1


" Gue lagi ngomong soal laki laki secara universal , khususnya diri gue sendiri ! Kalau malem malem kangen itu rasanya sesuatu banget , kaya pas lagi on tapi nggak ada pelampiasan ... ngganjel banget !! ltu ibu dokter cantik sampai sekarang pun belum bisa gue deketin , juteknya bikin kangeeeennnn .... gemes banget sama dia " ujar Steve panjang lebar .


" Tumben nggak gercep , biasanya langsung seret ke kamar "


" Beda level ini sih Kak , Venna itu level tertinggi wanita yang pernah gue deketin "


" Ngaku dia kalau semua ceweknya level rendah semua .... " ujar Langit yang membuat Gema terbahak .


Berbicara dengan kedua adiknya selalu membuat penat Gema berkurang , pasti ada saja kelakuan adik adiknya yang membuat dia tertawa .


" ltu Vania kok nggak balik balik kesini lagi sih Kak ?? Nggak kangen ?? " tanya Steve .


" Kangen ... tapi malu ngakuinnya " sahut Langit seolah Gema yang menjawabnya .


" Si Vania kan adiknya Venna nih Kak , nggak mungkin itu si Vania di ijinin nikah sebelum kakaknya merid duluan . Kalau orang Jawa bilang pamali adik ngelangkahin kakaknya . Nah ... biar Kak Gema cepet merid gimana kalau bantuin Steve dapetin si Venna duluan !!? Steve janji bakal cepet kawinin dia biar Kak Gema bisa cepet nyusul kita "


" Cihh modus !!! Cassanova melempem , masa nggak bisa bikin klepek klepek ibu dokter sih ... " sinis Langit .


" Ehmmm ... bilang sama Uncle Varo biar jodohin si Venna sama gue Kak . Pleaseee ... " mohon Steve karena ia rasa itu jalan tercepat mendapatkan Venna .


" Kayak nggak tahu Uncle Varo , sebelum Kakak cerita dia pasti udah tahu reputasi seorang Steve Smith Adipraja "


" Tapi Steve udah tobat Kak !! " kilah Steve .


" Buktikan itu !! Kakak yakin jika kamu memang bersungguh sungguh tulus mencintainya maka dia akan bisa merasakan hal itu . Cepat lambat Venna akan menerima kamu sebagai calon imamnya .... "


" Ya Tuhan ... indah banget sih !! Gue jadi imamnya ibu dokter . Co cuit .. "


" Muka elo jangan dibuat sok imut gitu Steve , bikin gue mual " ujar Langit memandang sebal sepupunya yang sedang mengedip ngedipkan kedua matanya .

__ADS_1


" Kak Gema pengen ketemu enggak sama bocil ehh maaf salah ... Vania maksudnya ?? Steve ada ide nih buat bikin dia klepek klepek . Tapi kita butuh bantuan Jero "


" lde apa ?? Awas kalau norak ... "


" Kak Gema pasti belum pernah nyatain perasaan Kak Gema secara resmi ke dia kan ?? Semua wanita butuh pernyataan ... yang klise klise buang jauh ke laut !! "


" Maksud kamu ??! Kakak nggak ngerti " ujar Gema dengan mengerutkan dahinya .


" Kita ke rooftop apartemen Kak Gema sekarang . Kita akan temui Vania disana ... Udaaahhh nggak usah banyak mikir nanti semua Steve yang siapin . Kalau si Langit sih nggak usah ditanya juga nggak bakalan ikut . Baru rajin nyangkul sawah ... kejar setoran . Awwwwwssshh .. Sakit Lang !! " pekik Steve yang terkena tendangan di kakinya .


" Nah gue nyangkul sawah udah halal .... daripada elo nyangkul kebon yang belum halal . Udah nggak halal , banyak setannya !! "


" Udaaahhh ... jangan bertengkar , jangan dengerin dia Lang !! Udah sore juga , sebaiknya kamu pulang . Biar Kak Gema nanti sama Steve " ujar Gema menengahi .


Setelah itu Gema dan Steve pulang menuju ke apartemen , sesuai permintaan Steve Gema mengenakan setelan formal setelah membersihkan dirinya .


Betapa terkejutnya dia ketika melihat rooftop apartemen yang disulap menjadi tempat penuh bunga dengan sebuah layar plasma besar di tengahnya .


" Sini Kak ... sebentar lagi mau live "


" Live ?? "


" Cepetan sini sebelum kadar gantengnya ilang !! Nih bawa ini biar lebih romantis ... " ujar Steve memberikan setangkai bunga mawar merah ke tangan Gema .


Steve juga menarik Gema agar berdiri selurusan dengan layar plasma yang tadi ia pasang .


" Udah ?? Siap !!!! Live on ..... " pekik Steve tertahan dengan mengangkat satu jarinya .


Dan Gema hanya terpaku ketika melihat seorang gadis cantik yang sepertinya sedang duduk untuk makan malam . Gadis itu juga sedang menatapnya tak percaya ...

__ADS_1


" Hai sayang .... apa kau merindukan aku !? "


" Om ... "


__ADS_2