Water N Fire

Water N Fire
188


__ADS_3

" Ada yang ingin Daddy bicarakan denganku ?!.Apa ini berhubungan dengan kedatangan istri Gema ke lndonesia !? " tanya Gema pada Dennis Alvaro yang saat ini duduk di ruang kantornya .


" Kemarin dulu Vania berdiskusi dengan Daddy dan Grandpa . Dia berkata tak bisa fokus belajar jika berjauhan darimu . Anak itu memohon untuk di ijinkan tinggal bersamamu di sini " ucap Dennis pada menantunya yang duduk disampingnya .


" Maaf jika kami jadi merepotkan Daddy dan Grandpa . Padahal Gema berpikir dia sudah bisa beradaptasi dengan kondisi kami . Kami sepakat jika selama dua tahun akan menjalani hubungan jarak jauh untuk kebaikan semuanya "


" Daddy tahu kau tidak akan bersikap egois , tapi Vania sangat mencintaimu . Walau terlihat biasa biasa saja tapi Daddy bisa merasakan kesedihannya karena berjauhan darimu . Kemarin Daddy dan aku sudah membahasnya , kami mengijinkan Vania tinggal bersamamu . Dia akan menyelesaikan kuliahnya dengan jalur online . Walau begitu dia akan tetap belajar memimpin perusahaan . Setiap laporan akan dikirimkan lewat laptopnya . Jadi walau ada bersamamu tapi dia tetap akan sangat sibuk . Aku minta kau dampingi dia ... bimbing dia "


" Pasti Dad ...terimakasih sudah mengerti dengan kondisi kami . Ke depan Gema berjanji akan mendampingi proses belajarnya agar menjadi yang terbaik "


TOKK .... TOOKKKKK


Pintu ruang kantor Gema memang setengah terbuka hingga mereka bisa melihat seorang pria tampan sedang ada di depannya .

__ADS_1


" Steve ??? Masuklah ... " ujar Gema ketika melihat salah satu adiknya ada di depan ruangannya .


" Hai Kak ... Hai Uncle Varo , senang bisa bertemu dengan anda " kata Steve yang mendekat dan berjabat tangan dengan pria yang menjadi ayah dari sosok gadis yang sangat dia cintai .


" Tumben main kesini ... " ujar Gema tersenyum melihat baru kali ini Steve terlihat sangat gugup menghadapi pria yang duduk di depannya .


" Ehhmm itu .... aku ingin menyapa Uncle Varo l , sudah lama kami tidak bertemu " sahut Steve dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" Kurasa aku sudah menyelesaikan pembicaraan dengan menantuku , jadi sekarang giliranmu untuk berbicara . Aku tahu kau juga ingin membicarakan sesuatu padaku . Ini tentang putri sulungku ?? "


" Steve ingin melamar putri Uncle ! Aku tahu aku bukan pria sempurna seperti Kak Gema tapi aku benar benar mencintai putri sulung Daddy itu . ljinkan aku menjaganya seumur hidupku "


" Kau sedang melamar Ravenna !? "

__ADS_1


" Jika di ijinkan aku akan menikahinya secepatnya . Satu bulan lagi tugasnya sudah selesai di rumah sakit , mungkin setelah ini dia akan jauh dariku . Sebelum itu terjadi aku ingin mengikatnya ... "


" Kau yakin ingin hidup bersamanya ?? Dia bukan tipe wanita yang bisa kau ajak hidup foya foya "


" Steve tahu Uncle , aku jauh dari kata sempurna tapi aku berjanji untuk melakukan yang terbaik untuk putri sulung Uncle . Aku akan menjaganya seumur hidupku . Aku akan mengutamakan kebahagiaannya di atas kebahagiaanku "


Varo menghela nafasnya panjang , tak menyangka jika ada seorang pria yang pagi ini ingin melamar putrinya . Sebenarnya Steve berniat untuk berbicara di kamar hotel yang di sewa oleh Dennis Alvaro , tapi nyatanya hatinya tidak bisa tenang sebelum mendapat kata ' iya ' dari pria bertubuh kekar itu .


" Jika Venna menerimamu maka aku akan menerima dirimu sebagai menantuku . Aku serahkan keputusan kepadanya "


" Baik terimakasih Uncle , nanti malam aku dan Venna akan datang berkunjung ke kamar Daddy " ujar Steve yang bisa bernafas lega .


" Aku tunggu ... "

__ADS_1


" Kakak senang jika kau sudah bisa berpikir serius tentang seorang gadis . ltu membuatmu terlihat bertambah dewasa "


" Ckk aku memang sudah dewasa Kak !! " gerutu Steve menatap sebal saudara sepupunya itu .


__ADS_2