
Steve mempercepat gerakan tangannya di bawah sana ketika melihat gelagat sang istri yang hampir sampai pada pelepasannya .
" Lepaskan sayang ... jangan ditahan " bisik Steve meraup ujung kemerahan dari bukit yang ikut bergerak seiring dengan gerakan tangannya yang semakin cepat .
" Aaaaarrgghh .. hhahhh ... hahhhh "
Nafas wanita halalnya sangat memburu dan wajah puas terlihat walau Venna masih memejamkan kedua matanya . Wanita itu masih menikmati sisa sisa kenikmatan yang baru saja di berikan oleh suaminya .
" Are you ready for the real play ??!! "
Venna mengangguk pelan tanpa membuka matanya , ia masih canggung jika harus melihat dengan jelas sesuatu yang sudah berdiri dengan perkasa di bawah sana .
" Buka matamu sayang , aku ingin kau menikmati semua ini dengan nyata . Aku ingin malam ini menjadi kenangan tak terlupakan untuk kita ... selamanya kau akan menjadi milikku "
Perlahan Venna membuka matanya ketika sesuatu menyentuh lembut miliknya .
" Aku akan memulainya , dan mungkin ini akan sedikit sakit ! Lakukan apapun padaku untuk menahan rasa sakitnya ... "
Venna mengangguk , ia berpikir mungkin tak akan begitu sakit karena ini bukan yang pertama kali untuknya . Bukankah pria masa lalunya sudah mengambil semua darinya , begitu pikirnya .
" Akkhhhhhh .... sakiiitt !! " pekik Venna walau ia sudah berusaha diam menahan perih ketika sesuatu mulai memaksa masuk di bawah sana .
" Tahan sedikit sayang , ini lebih sulit dari yang aku kira . Sepertinya ini ....... "
Steve memang sedikit kesulitan masuk walau ia merasa sarang ularnya sudah sangat basah . Kuku kuku sang istri bahkan sudah menancap di punggungnya ketika ia semakin menekan ke dalam .
__ADS_1
" Hubby .... "
" Maaf sayang , tahan yaaa ... aku janji ini akan sakit sebentar saja "
Steve berpikir semakin pelan pasti akan semakin terasa sakit , mungkin jika ia tekan dengan cepat rasa sakitnya tidak akan berlangsung lama . Dan ....
" Akkkhhhhhh ..... "
Steve dan Venna memekik bersamaan ketika penyatuan mereka sudah sempurna . Venna merasakan sakit dan perih tak terkira ketika sang suami dengan satu tarikan nafas berhasil menerobos masuk hingga benda tak bertulang itu sudah masuk sempurna ke sarangnya .
Sedang Steve menggeram pelan ketika merasa hangat dan sempit hingga seolah sarang itu memijat lembut miliknya . Matanya tertegun ketika melihat cairan merah yang sangat ia tahu bahwa itu adalah bukti cinta sang istri kepadanya .
" Sayang ... kau ???!! "
Sekali lagi Steve tersenyum lebar mendengar kata kata sang istri yang baginya terasa vulgar itu . Walau terlihat sangat pendiam dan dingin ternyata Venna sangat terbuka dengan apa yang dirasakannya .
Dan siang itu adalah siang pertama bagi mereka , siang pertama untuk berbagi cinta dan peluh bersama sama . Steve sangat pintar untuk membawa sang istri yang belum mempunyai pengalaman untuk merasakan indahnya surga dunia .
Dugaannya benar jika peristiwa masa lalu Venna tidak merenggut apapun . Mungkin pria itu sudah bersekongkol untuk membuat seolah olah dia sudah mengambil semuanya . Pria itu hanya bermaksud memeras dan memanfaatkan Venna , sifatnya yang sangat tertutup akan memudahkannya menjalankan semua rencana jahat pria itu .
" Steveee .... " rengek Venna mencengkeram kuat lengan sang suami yang masih bergerak liar di atasnya .
" Sama sama sayang .... " lirih Steve yang juga sudah hilang kendalinya , ia merasa tubuh sang istri sudah benar benar membuatnya gila .
Dan akhirnya mereka memekik bersamaan ketika gulungan rasa nikmat itu menghampiri mereka . Steve melepas miliknya dan berguling ke samping tubuh sang istri setelah puas menikmati sensasi rasa itu .
__ADS_1
" Terimakasih sayang ... aku sangat mencintaimu !! "
" I love you more Hubby "
Setelah keduanya bisa mengatur nafas yang tadinya tak beraturan , Steve memeluk dan mengecup pipi istrinya bertubi tubi .
" Kau sempurna ... terimakasih sudah menerima pria tak sempurna seperti diriku "
" Apa maksudnya ?? Bukankah ... "
" Kau sempurna sayang , aku yang sudah mengambil kesucianmu ... bukan pria itu "
Venna memeluk Steve dengan air mata yang sudah berderaian di pipinya . Dulu ia sempat merasa hina karena tak bisa menjaga martabatnya sebagai seorang wanita . Dan bertahun tahun ia menjadi rendah diri karena hal itu .
" Heiii ... jangan menangis sayang "
" Aku bahagia ... aku sangat bahagia karena aku bisa memberikan itu untukmu "
" Sudah aku katakan sejak awal , apapun dirimu adalah sempurna untukku karena aku sangat mencintaimu . Jangan terlalu dekat sayang , jangan buat aku kalap lagi !! Bukankah itunya masih sakit !?? " kata Steve yang merasa sesuatu di bawah sana mulai bangun lagi .
" Kata orang semakin banyak mencoba akan semakin terbiasa ... sekali lagi tidak akan menjadi masalah untukku "
Steve terbahak dan mengangkat tubuh polos itu agar naik ke atas tubuhnya . Ia sudah memposisikan agar sang istri lebih mudah bergerak diatasnya .
" Move darling ... "
__ADS_1