
Jero tinggal di gudang belakang seperti biasanya jika ia menginap di mansion Al Shamma . Dan Anna sudah mempersiapkan semuanya agar Jero nyaman tinggal di tempat itu . Setelah makan siang Anna dan Via mengantar Jero ke gudang belakang agar bisa segera beristirahat .
" Maaf jika Jero membuat Aunty Anna menjadi repot begini "
" Tidak apa apa , kenapa tidak mau tinggal di kamar tamu saja ? Aunty rasa disana lebih nyaman " ujar Anna ramah , Olivia berdiri di samping wanita parubaya itu untuk mengantar Jero ke kamarnya .
" Mungkin Jero sudah biasa menginap disini , jadi rasanya aneh jika harus tidur di kamar tamu .. " jawab Jero sambil tertawa kecil .
" Ya sudah jika begitu Mommy tinggal dulu , Via kau bantu Jero untuk membereskan barang barangnya . Mommy dan Lia bikin puding buah tadi , setelah selesai membereskan barang barang kau bisa mengambilnya untuk Jero "
" Baik Mom .... "
Setelah Anna pergi Jero masuk ke kamarnya di ikuti Via di belakangnya .
" Ada yang bisa aku bantu ?! " tanya Via ketika melihat Jero membuka koper miliknya , pria itu tampak mengambil baju di dalamnya . Setelah membantu Jero sebenarnya Via ingin berbicara tentang kenyataan yang selama ini tidak Jero tahu . Dia ingin semuanya diungkap oleh dirinya sendiri karena dialah yang bertanggung jawab penuh atas kebohongan yang dia buat .
" Kali ini kau belum bisa membantuku Nona " jawab Jero tersenyum melihat Via yang terlihat masih kikuk di depannya .
" Kenapa ?? Kau mungkin lelah jika melakukannya sendiri "
" Aku ingin mandi .... "
__ADS_1
BLUSSSHHHH.....
Rona merah langsung saja menghiasi wajah cantik itu .
" Ma-maaf aku ambil puding buah di dapur dulu , nanti aku kesini lagi .... " kata Via yang langsung melangkahkan kakinya keluar kamar .
Jero hanya geleng geleng kepala , sepertinya kali ini Via sedang dalam mode ' pemalu ' . Biasanya ketika sedang bertukar pesan Via selalu menanggapi setiap gurauannya dengan telak . Sampai sampai Jero tidak pernah bosan berulang kali membaca chat mereka . Karena pesan pesan dari gadis itu selalu bisa membuat moodnya lebih baik .
Sebelum masuk ke kamar mandi matanya memicing ketika melihat dua buah kanvas besar ada disudut ruangan dengan posisi terbalik hingga ia tak bisa melihat lukisan apa yang ada dalam kanvas itu . Tapi ia urung melihat lukisan yang ia duga milik Via itu karena tubuhnya sudah terlalu gerah .
Selesai mandi ia membuka laptopnya untuk sekedar melihat email yang dia terima dari usaha kafe milik Aira . Aira mewariskan usahanya pada putra tunggal adiknya itu walau belum sepenuhnya ia berikan karena Jero masih disibukkan dengan kegiatan akademisnya .
Rencananya setelah lulus kuliah Jero akan segera mengurus keseluruhan usaha Aira baik yang ada di dalam atau luar negeri . Untung otak Jero cukup cerdas untuk membagi waktu , jadi pria muda itu tak pernah keteteran walau ia tetap memantau usaha kafenya .
Sampai di ruang makan Abbio , Anna dan Via sudah duduk di sana . Wanita yang ia cintai sudah duduk di sampingnya , tapi hatinya masih juga terasa kosong . Hati Jero malah bertanya tanya dengan ketidakhadiran Lia di tempat itu . Biasanya gadis tomboy itu yang bisa membuat suasana ramai .
" Lia masih belum pulang , dan Noah sebentar lagi tiba . Mungkin Noah datang setelah kita selesai makan malam " ujar Anna yang tahu arti tatapan mata pria muda di depannya .
" Mereka berdua seperti api dan bensin .... dipastikan rame jika menjadi satu " ujar Abbio yang disambut tawa oleh istrinya .
Makan malam kali ini memang sangat tenang , tak lama setelah semua selesai makan Noah datang dengan melambaikan tangannya .
__ADS_1
" Kak Jero !!! Wihhhh .... kejutan nih nggak ada angin nggak ada hujan main ke Dubay "
Jero berdiri dan memeluk putra dari Zahid Al Shamma itu , Noah adalah pribadi periang dan mudah bergaul hingga mudah akrab dengan siapa saja .
" Kita ke depan setelah ini , pohon mangga di depan sudah berbuah banyak . Kita makan besar malam ini ... " kata Noah pada Jero . Benih pohon itu adalah oleh oleh yang di bawa lima belas tahun yang lalu oleh Sri atas permintaan Anna .
" Ckk ... ini sudah malam !! Gelap begini mana bisa nyari yang matang , lagian pasti banyak semutnya . Elo aja yang baik pohonnya , aku yang mungutin buahnya . Via nanti bantu Kakak mungutin buahnya ya ... " kata Jero yang masih ingin mersasakan kebersamaan dengan gadisnya .
" Tapi ... itu "
" Ya mana bisa Via ikut keluar , Kak Jero aneh !!! " timpal Noah menarik bahu Jero keluar mansion .
" Kenapa tidak bisa !?? "
" Ya memang dia tidak bisa keluar malam malam , gimana sih Kak !! Masa enggak tahu " jawab Noah mulai memanjat pohon .
Jero mengernyitkan dahinya , tapi kemudian ia berpikir positif mungkin karena kepribadian Via yang tertutup membuat Abbio melarang gadis itu keluar malam .
Belum sempat Noah menjatuhkan buah dari atas Jero mendengar suara mobil masuk menuju garasi samping . Dia melihat Lia dan Albert keluar dari mobil , setelah terlihat berbasa basi terlihat Lia masuk ke dalam mansion sedang Albert masuk ke dalam Range Rover warna hitam keluar mansion .
Ada rasa yang tak ia mengerti ketika melihat gadis kembaran Via itu pergi seharian bersama pria yang masih asing baginya .
__ADS_1
" Odelia ... "