Water N Fire

Water N Fire
59


__ADS_3

" Kak Gema sendirian ?! "


" Kakak lagi nunggu Uncle Varo , ada sesuatu yang ingin kami bicarakan . Tidak bersama suamimu ?! "


" Abang dirumah , kan Uncle Dewa kasih cuti dua hari "


Aira yang melihat tatapan Gema langsung menarik lembut tangan menantunya .Mereka tahu jika di biarkan Ava pasti akan terus menempel pada kakaknya .


" Sayang kita pergi ke meja kita , kakakmu sedang ada urusan penting dengan Uncle Varo . Nanti jika sudah selesai kakakmu pasti akan menyusul kita "


" Beneran ya Kak Gema nanti nyusul ke atas , Ava mau nagih janji kakak yang mau beliin hadiah pernikahan buatku !! Besok ke showroom Uncle Jerry ya ... Ava mau pilih yang paling mahal "


" Besok kita kesana ... sekarang nurut sama Aunty Aira "


" Siap kapten !! "


Gema hanya geleng geleng kepala ketika melihat Ava berlari kecil menyusul Aira dan Lulu yang sudah berjalan lebih dulu . Dia hanya menghembuskan nafasnya kasar karena merasa Lulu sangat menjaga pandangannya .


Gadis itu sama sekali tidak melirik sedikitpun ketika tadi di depannya . Hanya mengangguk sekali sebagai tanda bahwa gadis itu sangat menghormatinya .


Mungkin sudah seharusnya seperti ini , seharusnya ia senang , dengan bersikap seperti itu maka jarak akan otomatis terbentang di antara mereka .


" Akkhhhh .... "

__ADS_1


" Aaawww ... lm sorry !! "


Gema sangat terkejut ketika seorang gadis muda tiba tiba jatuh dipangkuannya . Gadis yang sedang bermain ponsel itu kaget karena berpapasan dengan pelayan yang sedang membawa troli penuh makanan dan minuman di atasnya . Dan ketika minggir ia sedikit tersenggol ujung troli dan terjatuh tepat di pangkuan seorang pria yang sedang duduk sendiri di sebuah meja .


Dengan muka yang memerah karena malu sekaligus merasa bersalah gadis itu segera berdiri dari pria asing yang tak ia kenal itu .


" Kau tidak apa apa Nona ?? "


Bukannya menjawab Gadis muda itu malah tertegun menatap pria di depannya . Pria dewasa yang masih mengenakan setelan formal dengan wajah dan tubuh yang menurutnya sangat sempurna .


" Sempurna ... " gumam gadis belia itu hampir tak terdengar .


" Maaf Nona ??! " sela Gema karena ia tak mendengar gumaman gadis itu , jika ia lihat mungkin gadis itu masih berumur sekitar tujuh belas tahunan atau mungkin bisa kurang karena wajahnya masih sangat imut walau ukuran tubuhnya tidak bisa lagi dikriteriakan sebagai ' imut ' .


" Kenapa kau terus melihatku ?? Ada yang salah dengan diriku !? " tanya Gema yang sejujurnya risih karena gadis itu terus saja menatapnya dengan tatapan yang tak bisa ia artikan .


" Tidak ada ... Om sangat tampan !! "


" Maaf .... Jika sudah lebih baik kusarankan untuk segera pergi Nona , aku ada janji bertemu dengan seseorang "


Gema mengerutkan dahi ketika gadis itu malah meletakkan sebuah kartu nama di depannya .


" Ada nomor ponselku di sini , jika kulihat kau sedang sangat kesepian ... aku tidak keberatan jika kau ingin berbagi denganku "'

__ADS_1


Gema hanya diam tak menanggapi kata kata gadis itu , ia pun tak menyentuh kartu nama yang tergeletak di depannya .


" Aku tahu Om tak akan menanggapiku , tapi sendirian itu sangat menyedihkan . Aku jatuh cinta saat pertama kali melihatmu , kurasa aku akan mengejarmu ... "


" Kau butuh uang !? " geram Gema yang sedikit terganggu dengan tingkah gadis yang seakan menganggapnya pria kesepian itu . Mungkin gadis itu berpikir ia butuh sugar baby seperti pria pria hidung belang kebanyakan . Pria itu mengeluarkan dompet bermaksud mengambil beberapa lembar uang kertas di dalamnya .


" Aku hanya butuh cinta ... suatu saat kau pasti akan memberikan itu padaku "


" Jangan berharap sesuatu yang mustahil !! Aku tak akan tertarik pada gadis kecil sepertimu "


" We'll see .... kita akan lihat , putaran nasib akan membawamu padaku . Bye bye Om tampan !! "


Gadis belia itu kemudian pergi keluar restoran setelah melempar cium jauhnya seperti seorang kekasih yang sedang kasmaran . Tak berapa lama pria yang ia tunggu telah datang .


" Maaf kau jadi menunggu terlalu lama ... " ucap Varo duduk di depan Gema .


" lt's ok Uncle "


" Tadi Aunty dan Vania datang jadi Om harus menjemput mereka lebih dulu . Mampirlah untuk menyapa mereka , hotelnya tak jauh dari restoran ini . Kau bertemu dengan seseorang !? " tanya Varo yang melihat sebuah kartu nama tergeletak di meja . Dia seperti tidak asing dengan benda kecil itu .


Gema langsung mengambil kartu nama itu dan menyimpannya di saku jas .


" Tidak , tadi hanya tidak sengaja bertemu dengan kenalan lama "

__ADS_1


__ADS_2