Water N Fire

Water N Fire
77


__ADS_3

" Jangan bersikap sinis seperti itu sama bini kalau di depan kita kita , kasihan ... ! Lagian belum tentu yang ada di otakmu itu sesuai dengan kenyataan " ujar Steve yang saat ini berangkat ke kantor bersama Langit , seorang supir mengantar mereka .


" Gue nggak bisa tutupin rasa kecewa gue , dia tetep nggak mau cerita soal masa lalunya !! Dia biarin gue terkungkung dalam rasa penasaran !! "


" Lagian ngapain penasaran !!! Mau masa lalunya jungkir balik kayak apapun dia udah jadi bini elo kan ?? Bukannya kemarin kemarin elo yang koar koar menerima dia apa adanya ?? Gue minta maaf kalau gambar gambar kemarin malah bikin elo spaneng gitu !! Sumpah nyesel gue kasih liat ke elo !! " ujar Steve yang tak mengira Langit akan menelan mentah mentah gambar gambar tentang istrinya itu . Padahal maksud dia hanya ingin mengajak Langit menyelidiki hal ini lebih lanjut . Karena ia merasa banyak hal aneh dalam pernikahan sepupunya itu .


" Gue pengen kita selidiki orang yang ngirim gambar gambar itu . Kalau pakai nalar nih ya , ngapain orang itu capek capek ngirim gambar begituan ke gue ?? Something wrong broo ... Elo tau bener Kak Gema kayak apa ke kita !! Kemarin hampir gue gebuk aja diem aja dianya , mati matian dia suruh gue menyingkir dari lintasan . Dan naasnya otak gue terlalu idiot untuk nangkep maksudnya ... " keluh Steve yang sangat menyesal telah berani membentak pria yang dari kecil sudah menjadi idolanya itu .


Emosi sesaat yang hampir saja menghancurkan hubungan persaudaraan mereka , tapi ia berjanji dalam hati untuk tidak mengulanginya . Dia bertekad untuk menjadi laki laki yang pantas di sebut sebagai salah satu pria Adipraja .


" Emang Elo ada gambaran siapa yang kasih gambar itu ?? Kak Gema pengusaha hebat , pasti banyak pesaing yang ingin ngejatohin dia "


" Ckk.... otak gue buntu kalau mikir yang begituan . Gini aja kita mampir ke tempat Uncle Varo saja gimana ?? ltu hotelnya ada di depan , sekalian mau lihat Vania !! "


" Vania ??? " tanya Langit yang lupa lupa ingat dengan nama itu . Sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan keluarga Rusia itu , hanya ayah ibu mereka yang kadang kesana untuk silaturahmi .


" Gue aja lupa bentuknya kayak apa !! Tapi kemarin Mommy bilang anak Uncle Varo cantik audzubillah .... " sahut Steve dengan menaik turunkan alisnya , sebenarnya sudah dari kemarin ia penasaran ingin bertemu dengan gadis bernama Vania .


" Lhahh kita kesana mau nanyain masalah kita apa mau ketemu sama Vania !? "


" Ya ketemu sama Uncle Varo ... sukur sukur juga bertemu Vania " jawab Steve sambil terkekeh .


Tak berapa lama mereka sampai ke president suite room tempat Varo dan keluarganya menginap . Kamar yang lebih mirip apartemen karena punya dua lantai lengkap dengan dapur pribadi .

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu ??! "


Suara lembut seorang wanita membuat mereka menoleh hampir bersamaan .


" Masyaallah .... bidadari " gumam Steve yang melihat seorang gadis cantik berdiri didepannya .


Gadis berambut hitam legam sebahu dengan mengenakan kemeja kotak warna merah muda dengan paduan celana baggy warna coklat tua . Begitu cantik , dewasa , dan anggun ... definisi cantik sempurna untuk seorang Steve Adipraja .


" Jika kalian tidak ada perlu maka aku akan menutup pintunya .... " ketus wanita di depannya terlihat kesal karena seorang pria sedang menatapnya lekat seolah ingin menelannya .


" Kami ingin bertemu dengan Uncle Varo " sahut Langit karena melihat saudaranya masih terpaku .


" Kalian siapa ???! "


" Aku Langit dan dia Steve .... "


" Adipraja ??? " kata wanita itu seperti sedang menebak sesuatu .


Langit dan Steve mengangguk , setelah mengetahui hal itu wanita cantik itu malah melangkah masuk ke dalam dengan hanya satu kata keluar dari bibirnya ...


" Masuk ... "


Langit dan Steve saling memandang tapi kemudian mengikuti langkah wanita itu , mereka bisa merasakan aura dingin dari wanita didepannya . Aura dingin yang membuat Steve semakin terpikat dengan wanita cantik yang ia yakini bernama Vania .

__ADS_1


" Pantes Mommy bilang dia cantik banget , benar benar sempurna .... " kata Steve dalam hatinya .


" Hai pria pria tampan , tumben inget sama Uncle dan Aunty disini "


Erina menyambut dua pria Adipraja itu dengan sebuah pelukan . Pria pria yang juga sudah ia anggap sebagai putranya . Varo juga terlihat sedang melangkah mendekat ke arah mereka .


Erina dan Varo tersenyum ketika melihat pandangan Steve yang tak lepas pada putrinya yang melangkah naik ke kamar atas .


" Uncle bisa menebak jika kalian kesini karena ada masalah ... "


Langit dan Steve menggaruk tengkuk mereka , ternyata pria di depannya bisa menebak maksud kedatangan mereka .


" l know your problem Son .... tapi Uncle tidak bisa membeberkan semuanya karena ayah kalian yang punya hak untuk memberitahu semuanya . Uncle hanya bisa bilang bijaklah dalam menghadapi setiap masalah ! Jangan andalkan emosi ataupun ego kalian , Adipraja akan tetap tangguh jika kalian bisa tetap berpegang erat pada saudara saudara kalian "


" Jadi Uncle tahu soal gam.... "


" Gambar hanyalah tetap sebuah gambar , jika mata kalian tidak bisa melihatnya maka gunakan ini ... " Varo menunjuk dadanya sendiri .


" Dengan hati Son !! Karena mata tak selamanya benar .... "


Langit dan Steve hanya bisa menghembuskan nafasnya dalam dalam , ternyata ayah ayah mereka mengetahui tentang hal ini .


" Tapi istri Langit ... "

__ADS_1


Sebelum Langit meneruskan kata katanya Erina yang terlihat berjalan membawa nampan berisi tiga cangkir teh sudah menyahutnya .


" Sesuai dengan kata Uncle kalian ... mata kadang bisa menipu !! Dia istrimu Nak , Aunty yakin Lulu adalah gadis yang baik "


__ADS_2