Water N Fire

Water N Fire
67


__ADS_3

" Hei Dude ... kau sendirian !? "


" Uncle sudah menunggu lama !? Maaf sedikit telat dan aku memang masih seorang bujangan Uncle , belum ada yang bisa aku bawa pergi " jawab Gema yang tahu jika Varo mungkin sudah tahu kisahnya .


Varo menyambut Gema dengan sebuah tepukan di lengannya . Malam itu Gema memenuhi undangan makan malam dari Varo dan istrinya . Sebenarnya dia sudah mengajak dua saudaranya yang lain tapi Steve dan Jero punya acara masing masing .


Restoran yang ada di hotel Varo terletak di rooftop hingga mereka bisa leluasa menikmati suasana malam ibukota .


" Aunty tidak ikut !? "


" Mereka akan segera menyusul .. "


Seorang waiter datang dan kemudian mencatat pesanan makanan dua pria tampan beda generasi itu . Beberapa saat kemudian terlihat Erina datang menghampiri mereka .


" Honey mana Vania , dia tak mau ikut !? " Varo berdiri dan menyambut istrinya dengan kecupan sekilas di pipi .


Gema pun berdiri dan bersalaman dengan wanita yang terlihat masih muda di usianya itu .


" Anakmu itu memang selalu membuatku pusing , ini .... "


" Dia Gema , putra dari Adam Adipraja " kata Varo yang tahu istrinya sedikit tidak hafal dengan wajah pria muda di depannya .


" Ya Tuhan kau sudah setampan ini .... bagaimana kabarmu !? "

__ADS_1


" Aku baik , ibu dan ayah titip salam pada kalian "


" Walaikumsalam ... sampaikan salam juga dari kami "


Makan malam kali itu di selingi dengan pembicaraan yang cukup hangat , kadang di selingi dengan bahasan bisnis di beberapa proyek Adipraja yang bekerjasama dengan perusahaan Varo di Rusia .


Dan karena hari sudah semakin larut Gema segera pamit undur diri . Saat sudah sampai di bawah , di area tempat mobilnya sebuah suara yang pernah terdengar menyapanya . Gadis itu sedang turun dari mobil yang sepertinya di kendarai oleh supirnya .


" Hai Om tampan ??! Habis bersenang senang ?? Sepertinya kau adalah pria tampan munafik yang selalu berpura pura tak butuh kehangatan seorang wanita "


Gadis belia itu dengan beraninya malah menghampirinya , mereka hanya berdua di area basement yang luas itu karena sang supir sudah pergi ke lantai basement di atasnya .


" Bukan urusanmu !!! " sahut Gema ketus , dari logat bahasanya dia tahu jika gadis itu bukan asli dari negeri ini .


" Wohooo ... kau sangat galak ! Pria pendiam dan arogan seperti dirimu biasanya menyembunyikan banyak hal "


" Gema Aksa Adipraja .... tidak usah pasang wajah heran seperti itu Om tampan !! Keluargamu sangat terkenal di negeri ini , jadi tidak heran kalau aku mengetahui profilmu "


" Apa lagi yang kau ketahui !? "


" Kau adalah pria bodoh yang mampu melepas cintanya dengan kedok demi kebahagiaan orang lain . Apa kau yakin dia bisa mencintai wanitamu setulus kau mencintainya !!?? Otakmu terlalu banyak beban Om .... kau memperumit hidupmu sendiri yang sebenarnya sangat bisa kau nikmati "


" Apa maksudmu !? "

__ADS_1


Gema yakin jika gadis belia di depannya ini bukan gadis biasa , dia tahu masalah pribadinya yang tertutup sangat rapat . Hanya dia dan keempat orang tuanya yang mengetahui tentang hal ini .


" Kau pria tampan dan kaya !!! Tak ada wanita yang tidak tertarik padamu .... "


Dahi putra sulung Adipraja itu mengernyit ketika melihat gadis itu mendekat padanya .


" Satu bulan penuh aku akan liburan di sini , aku bisa mengajarimu menikmati hidup jika kau mau ehhh ... bukan itu !! Maksudku mau tidak mau kau memang harus belajar padaku Om Tampan "


" Cihh .. kau pikir siapa dirimu bisa memaksaku !? Tidak akan ada yang bisa memaksaku melakukan hal yang tidak aku inginkan !! "


Gadis itu tertawa renyah , dan sungguh walau sangat menyebalkan tapi Gema suka mendengarnya .


" Kita lihat saja ... jika aku mampu masuk dalam hidupmu maka kau kau berhutang satu makan malam denganku "


" Terserah !!! Sekarang naik ke lift itu dan pergi ke kamarmu !? Tempat seperti ini terlalu berbahaya untukmu " ujar Gema yang tidak tega harus meninggalkan gadis muda itu di tempat sepi seperti ini .


" Aku bukan anak kecil lagi , aku tidak takut apapun "


" Aku percaya ... tapi jadilah gadis penurut kali ini . Naik ke lift sekarang dan pergi ke kamarmu !! "


" Tidak mau ... "


Gema hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar , gadis itu sepertinya sangat keras kepala . Tanpa melihat lagi Gema masuk ke mobilnya , tapi sebelum melajukan mobilnya ia mengirim pesan pada salah satu penjaganya untuk mengawasi gadis itu . Ia tak mau ambil resiko jika terjadi hal yang tidak di inginkan pada gadis itu .

__ADS_1


Sesaat kemudian ada sebuah notif pesan terdengar , ketika ia buka layar pipihnya ternyata sebuah nomor asing mengiriminya pesan .


" Terimakasih Om .... tapi aku tidak butuh pengawalmu "


__ADS_2