
" Hai ... " sapa Steve ketika Venna mendekat ke arahnya . Wanita itu terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun warna merah muda , warna senada yang di pakai para ibunya .
" Kenapa tidak pernah bilang jika kakimu sakit ?? Aku bisa membantumu waktu itu jika kau mau "
Mungkin karena naluri seorang dokter Venna langsung duduk berjongkok dan mengetuk lutut kiri Steve .
" Akhhhh ... " pekik Steve yang merasa ngilu ketika Venna mengetuk lututnya .
" Sakit !? " tanya Venna .
" Hanya sedikit , lebih sakit ketika aku menahan rinduku selama seminggu daripada menahan sakit luka sayatan operasinya " kata Steve yang langsung mendapat tatapan sinis dari gadis di depannya .
" Kau pikir aku percaya ?? Kau acuh padaku akhir akhir ini .... " sinis Venna yang memang merasakan perubahan sikap Steve sebelum keberangkatan pria itu ke Paris .
" Aku menyukaimu tapi aku tidak akan memaksakan perasaanku padamu . Kau sempurna dan kau berhak mendapat yang terbaik ! Mereka terlihat bahagia , akhirnya kulkas lima pintu itu mendapat jodohnya ! Sekarang tinggal giliranku ... " tunjuk Steve pada pasangan yang sedang duduk saling melempar senyum , pasangan pengantin itu terlihat sedang saling menyuapi dalam acara pesta makan siang yang juga merupakan acara penutup dalam rangkaian pesta pernikahan itu .
" Untuk ?? "
" Mencari pendamping " jawab Steve singkat .
__ADS_1
" Kurasa tanpa mencarinya pun kau punya banyak jodoh !! Sudah berapa banyak wanita yang kau ajak kencan ?? "
" Tidak satupun ... aku tidak pernah mengajak wanita berkencan , mereka semua yang mengajakku kencan lebih dulu "
" Kau pikir aku percaya ?? "
" Terserah , bukannya sudah aku bilang jika aku tidak akan memaksamu untuk berpikir baik tentang aku . Aku player ... aku bahkan lupa sudah berapa banyak wanita yang bercinta denganku . Hidupku kacau tapi terasa berbeda ketika aku bertemu denganmu . Aku ingin punya tujuan hidup "
Sesaat dua manusia itu terdiam , hanyut dalam pikiran masing masing . Mereka melihat senyum dari orang orang yang mereka kasihi , semua merasa bahagia dengan momen pernikahan ini .
" Aku pun tidak sempurna , banyak hal yang tidak kau tahu tentang aku ... Hal yang sudah terkubur lama tapi rasa sakitnya masih membekas sampai sekarang " ujar Venna dengan menghela nafasnya kasar .
" Aku mendengarmu .... "
Steve tidak menanggapi cerita wanita di sampingnya , ia biarkan wanita itu mengeluarkan semua yang ingin di ungkapkan kepadanya . Tampak Venna mengatur nafasnya , mungkin sangat berat untuk menceritakan hal yang seharusnya ia kubur dengan dalam .
" Dia mendekatiku hanya karena uang , dia pernah menjebakku hingga .... "
" Hei sudah ... kau tak perlu menceritakan padaku jika memang itu sangat berat . Kau tidak harus membuka semua " kata Steve meraih satu tangan wanita yang sudah mengeluarkan air mata sebelum menyelesaikan kata katanya tadi .
__ADS_1
" Maaf ... aku selalu begini jika mengingatnya !! "
" Tidak apa apa ... "
Steve sudah tahu semua , tapi ia tak peduli dengan masa lalu Ravenna . Yang ia tahu Venna adalah wanita yang sempurna untuknya .
Dulu Venna pernah sangat dekat dengan seorang pria yang merupakan teman sekampusnya . Mereka sama sama mahasiswa kedokteran . Venna percaya bahwa pria itu benar benar tulus mencintainya . Hingga suatu hal yang tak terduga menimpanya .
Saat itu dia sedang pergi belajar kelompok bersama teman teman sekampusnya disebuah apartemen milik salah satu temannya . Venna tidak punya pikiran buruk karena semua anggota kelompoknya adalah teman baiknya yang kesemuanya adalah perempuan .
Mereka mengerjakan tugas hingga larut malam , Venna memutuskan untuk menginap karena ia yang bertugas menyusun tugas yang sudah dikerjakan .
Tapi entah bagaimana dia tak bisa mengingatnya , tiba tiba saja esok harinya ia bangun tanpa mengenakan sehelai kain pun . Dan seorang pria yang ia kenal sebagai cinta pertamanya tidur di sampingnya .
Venna merasa sangat ketakutan waktu itu , pria itu mengancam akan menyebarkan foto foto panas mereka . Venna sempat kalut karena merasa tidak bisa menjaga dirinya sendiri . Tapi masalah itu benar benar ia simpan sendiri , tak ada satupun keluarga yang ia beritahu .
Pria itu terus menerus memerasnya , selalu meminta uang hanya untuk minum minum di bar dan bermain dengan wanita panggilan . Hingga suatu saat ia mendengar kabar bahwa pria itu mati dengan luka lebam di sekujur tubuhnya . Kabarnya ia di hajar karena tidak membayar wanita yang sudah ia sewa.
Setelah kematian pria itu Venna mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya . Dia mencoba mengubur masa lalunya , dia menyibukkan dirinya dengan dunia yang ia geluti . Venna fokus menjadi dokter bedah agar bisa membantu orang lain .
__ADS_1
" Tidak ada yang bisa lagi aku banggakan sebagai wanita ... "
" Tapi kau tetap sempurna untukku "