Water N Fire

Water N Fire
44


__ADS_3

" Gila !! Elo lepasin Lulu hanya untuk kebahagiaan orang lain !? "


" Langit adik gue .. amnesia elo !!? "


Gema dan Radit berada di ruangan CEO saat ini , mereka sudah kembali mengurus perusahaan setelah beberapa hari sibuk dengan urusan mereka masing masing .


" Yakin rela ? "


Gema tak menjawab , dia terlihat sibuk melihat berkas berkas yang akan dia tanda tangani .


Sebagai sahabat Radit kecewa karena sahabatnya telah melepas kebahagiaannya untuk orang lain . Secara dia tahu sudah banyak hal yang Gema lakukan untuk adik adiknya yang merupakan para pewaris Adipraja .


" Apa salahnya sih jika sekali kali kau memikirkan dirimu sendiri ?? Mereka semua sudah besar , mereka bisa mencari kebahagiaan mereka sendiri tanpa mengganggu hidupmu "


" Elo bisa bilang begitu karena elo hidup sebagai anak tunggal ! Ckk .. berisik banget sih elo ! Gue aja nyantai kek di pantai ngapain juga elo.yang ribut .. "


" Di bilangin juga ... Ya sudah gue meeting sama bagian pemasaran untuk mencari dan memilih kepala divisi yang baru . Setelah jam makan siang nanti kita ada meeting dengan Uncle Dewa mengenai proyek pinggir kota " kata Radit sambil melangkah keluar ruangan .


" Uncle Dewa ? Bukannya .... "


" Udah pulang semalem !! Makanya jangan dikamar melulu meratapi nasib ... jadinya nggak up to date berita terkini !! " seru Radit yang memotong perkataan Gema .


" B*cot elo minta disumpal kain pel hahh !! "


Bukannya takut Radit malah terbahak mendengarnya , sebenarnya ia yang harus menghandle pertemuan dengan pilar keempat Adipraja itu tapi sengaja dia membuat sang CEO sedikit sibuk agar bisa melupakan sebuah nama di hatinya .

__ADS_1


Saat jam.makan siang tampak Gema masih saja ada di belakang meja kerjanya , beberapa hari absen membuat pekerjaannya bertumpuk .


" Bos mau makan siang bareng enggak !? Divisi keuangan sedang mengadakan acara makan siang bareng di aula bawah . Ada yang habis merid katanya jadi bawa katering buat makan makan . Lumayan ngirit anggaran makan ... "


Radit terlihat ada di depan pintu ruangannya untuk mengajak makan siang bersama seperti biasanya .


" Elo duluan ... gue selesaikan yang ini dulu "


Setelah Radit pergi Gema segera merapikan mejanya , dia ingin pergi ke mansion utama karena pagintadi Aira mengirim pesan agar dia datang untuk makan siang di sana .


Sepertinya Dewa tahu rencana kakaknya karena baru saja mengirim pesan pada Gema untuk mengundur jadwal meeting mereka .


Dengan membawa mobilnya sendiri Gema melesat ke arah mansion . Matanya sedikit memicing ketika melihat empat wanita sedang berada di dapur , sepertinya mereka sedang memasak bersama .


Dia tampak tak percaya dengan penglihatannya sendiri saat ini , Gema mengira ilusinya melihat seorang Lulu sedang bersama tiga ibunya yaitu Aira , Diva dan Jasmine . Empat wanita cantik itu sepertinya sedang tertawa bersama .


Sebuah suara membuyarkan lamunannya , ibunya terlihat berjalan mendekat padanya dengan masih membawa spatula ditangannya .


" Kenapa malah diam saja , kami sedang membuat red Velvet kesukaan kamu . Ayo kita makan dulu ... lbu memasak rendang untukmu "


Diva membimbing putranya yang menatapnya dengan penuh tanya . Diva tahu jika Gema pasti terkejut dengan kehadiran Lulu di mansion utama .


" Sudah sekitar satu bulan Aunty tidak bertemu denganmu , tapi sepertinya kau semakin tampan ! Bagaimana dengan lukamu ? " tanya Jasmine yang sudah duduk di samping Gema .


" Hanya luka gores Aunty tidak apa apa " jawab Gema pada istri pilar ke empat yang sedikit berbeda dari yang lain .

__ADS_1


Jasmine selalu tampil glamour dengan barang barang bermerk , selalu to the point jika berbicara dan sangat tegas walaupun pada putranya sendiri , Jeronimo . Wanita itu akan menunjukkan sisi manjanya hanya di depan suaminya sendiri Dewa Adipraja .


" ltu luka tembak ... untung pelurunya tidak mengenai bagian yang berbahaya . Lain kali bawa supir jika akan pergi jauh . Aunty dengar waktu itu kau ingin ke kampung untuk melamar pacarmu "


" Je ... !!!! Masih ingat yang Kakak bilang tadi "


Suara Aira membuat wanita cantik.itu tersenyum dan menepuk pelan bahu Gema kemudian berbisik pelan ...


" Aunty bangga padamu ... ini bukan akhir cerita tapi ini adalah awal hidupmu . Jangan sampai patah hati juga mematahkan sayapmu . Terbanglah tinggi anak muda !! "


Gema tersenyum mendengar kata kata Jasmine , kata kata itulah yang belum lama ini ia katakan pada adiknya yang hampir menyerah mengejar pemilik hatinya . Dan sekarang ia di nasehati dengan kata kata yang sama .


" Lulu disini karena Aunty yang memintanya , Jasmine yang menangani gaun kebaya yang akan dipakainya saat akad nanti . Auntymu juga yang akan membuat seragam keluarga saat acara akad Lulu dan Langit nanti . Jadi sekalian aunty Jasmine mengukur ukuran bajumu . Lulu duduk sini Nak ... kita makan bersama "


Gema melihat wajah sedikit gugup itu mendekat ke arah meja makan . Wajah cantik yang ingin sekali ia hapus dalam ingatannya .


" Hai ... " sapa Lulu pada Gema yang membuat tiga wanita di sekitar mereka saling memandang .


" Hai , kau datang bersama Langit ? "


" Tidak , lbu Aira yang menjemputku . Ehhmm bagaimana lukamu !? "


" Sudah tidak apa apa ... " jawab Gema mencoba untuk tenang , sungguh duduk berhadapan dengan Lulu membuat rasa rindu yang ia kubur kembali mencuat .


" Luka di lengannya tak akan berasa untuknya , dia putra kami yang paling tangguh !! Tapi mungkin luka hatinya masih terasa ... "

__ADS_1


" Jeje .... "


Aira dan Diva memekik bersama dengan tatapan sebal yang ditujukan pada istri bungsu mereka .


__ADS_2