
" Nggak ribet tiduran dengan kebaya seperti itu sayang ?? " tanya Steve pada Venna yang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang .
" Ya mau gimana lagi , masa nanti kita turun pakai baju tidur " jawab Venna yang masih berjaga jaga kalau kalau mereka dipanggil untuk menemui tamu di bawah .
" Ganti baju enggak apa apa sayang , aku sudah kirim pesan sama Aunty Aira kalau kamu mau istirahat . Para ibu kita pasti bisa handle semua "
Venna beranjak dia beranjak menuju meja rias baru yang ada tak jauh dari ranjangnya . Meja rias besar yang sengaja di beli oleh Jasmine untuknya karena wanita sangat membutuhkan ketika berhias mematut diri .
Steve tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh putih didepannya . Apalagi ketika Venna sudah melepas lapisan luar kebayanya . Otaknya sepertinya mulai tak bisa bekerja dengan baik .
" By tolong korsetnya , susah banget ... " cicit Venna yang sebenarnya tahu arti pandangan suaminya . Tapi tangannya memang sulit untuk meraih pengait korset yang di kenakannya .
Sontak Steve segera berjalan mendekat dan perlahan membuka satu persatu pengait korset yang di kenakan istrinya . Nafasnya mulai memburu ketika punggung putih itu sepenuhnya sudah terbuka di depan matanya .
" Boleh aku bertanya ?? "
" Apapun permintaanmu akan aku penuhi sayang ... "
" Aku hanya minta tolong , belum minta apapun Hubby .... apa di kamar ini ada baju ganti yang bisa aku pakai ?? "
Steve nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , ia kemudian berjalan menuju walk in closet untuk melihat lemari pakaiannya . Siapa tahu para ibunya sudah mempersiapkan baju untuk istrinya .
__ADS_1
Dan senyumnya mengembang ketika melihat isi lemarinya , ternyata para ibunya sangat pintar dalam memilih baju untuk menantu mereka .
" Ada sayang !! Sebaiknya kau pilih sendiri saja karena aku tidak tahu yang mana seleramu " pekik Steve agar istrinya mendekat .
Steve keluar dari walk in closet ketika Venna datang untuk memilih sendiri baju tidurnya . Senyumnya masih terlihat jelas hingga pria itu berguling guling di atas ranjang saking senangnya .
Sedangkan dahi Venna mengernyit ketika melihat isi lemari sang suami . Beberapa kali ia menghela nafasnya ketika melihat baju yang disiapkan untuknya .
Ada beberapa baju yang tergantung di dalam lemari itu , masih belum begitu banyak karena mungkin belum sempat menyiapkan semua . Tidak ada baju tidur ' wajar ' di dalamnya , hanya ada beberapa lingerie transparan super seksi yang kesemuanya adalah merk branded .
Siap tidak siap ... mau tidak mau ia memang harus bisa memakai salah satu lingerie itu karena dia sudah sepenuhnya menjadi milik suaminya . Dan sudah menjadi kewajibannya untuk melayani Steve baik secara jasmani maupun rohani .
Steve tertegun ketika melihat Venna keluar dengan memakai salah satu lingerie warna hitam yang sangat kontras dengan kulit putihnya . Lingerie yang memperlihatkan sembilan puluh sembilan persen kulit putih mulus wanita halalnya .
" Sebelum kau menyentuhku boleh aku bicara !? "
" Hemmmmm .... " jawab Steve menyibak rambut panjang Venna dan mulai menyusuri leher jenjang yang terlihat begitu menggoda di depannya .
Venna menarik lembut kepala suaminya yang sudah tak beraturan nafasnya .
" Aku ingin bicara dulu Hubby ... " lirih Venna sambil mengecup pipi suaminya .
__ADS_1
" Ckk ... aku sudah tidak tahan lagi sayang "
" Kau tahu masa laluku , dan malam ini kau akan mengambil sesuatu yang aku tidak tahu masih .... emmmpptthhhh "
Steve meraih bibir kemerahan itu agar tidak meneruskan kata katanya , ia tahu kemana arah pembicaraan istrinya .
" Aku mencintaimu Ravenna Alvaro , kau sempurna untukku !! Jadi jangan bahas masa lalu lagi karena hanya ada masa depan jika kau hidup bersamaku "
" Aku tahu ... aku juga mencintaimu , sebaiknya buka bajumu sekarang karena aku tidak suka kita bercumbu ketika kau masih mengenakan setelan lengkap seperti itu "
Steve terbahak mendengarnya , dia kira sang istri akan malu malu malam ini tapi ternyata wanita itu malah lebih siap dari yang ia duga . Dengan segera ia beranjak dan melepas semua kain yang menempel di tubuhnya tanpa terkecuali .
Venna membuang pandangannya ke arah lain karena masih canggung melihat tubuh kekar yang sudah polos sempurna itu .
" Lihat aku sayang ... mulai malam ini kau harus terbiasa dengan ini " kata Steve meraih dua tangan istrinya dan membawanya untuk menyusuri dada dan perutnya .
SRREEKKKKK ...
" Akkkhhhhhh .. kenapa kau robek !! lni bukan punyaku " pekik Venna ketika tiba tiba Steve merobek kain yang di kenakannya .
" Aku hanya membuat ini seimbang sayang " ujar Steve dengan senyum smirk ketika melihat tubuh istrinya yang sudah sama polos dengannya .
__ADS_1
" Kau sudah siap !?? Kau mungkin akan sangat lelah malam ini . Kau membuatku gila sayang ... "
" lm ready Hubby ... semuanya untukmu " bisik Venna yang saat ini sudah duduk di atas pangkuan suaminya .