
Mata Venna memicing pagi itu ketika melihat Steve duduk dengan beberapa orang suster di kantin rumah sakit . Seperti biasa ia akan sarapan di kantin karena ia merasa makanan di sana lebih sehat dan higienis daripada ia order di luar .
Dia bisa melihat tatapan kagum para suster itu pada pria yang selama ini menurutnya sangat menyebalkan . Biasanya pemilik rumah sakit itu akan segera memanggilnya ketika melihatnya datang untuk sarapan , tapi kali ini sepertinya Steve sangat di sibukkan dengan suster suster cantik itu.
" Dasar buaya darat ... " lirih Venna dengan tatapan sinis pada Steve , sengaja dia pilih bangku yang tepat bersebelahan dengan Steve dan para suster itu .
" Dokter Venna ... tidak bergabung dengan kami sekalian !? " sapa Steve ramah .
" Tidak terimakasih , saya harus makan cepat karena sebentar lagi jam kerja saya di mulai " ujar Venna dengan nada datar , ia mengangguk sebagai bentuk rasa hormatnya pada pemilik rumah sakit dan menjaga image pria menyebalkan itu .
" Tidak baik makan cepat cepat ... permisi suster , terimakasih sudah menyempatkan diri untuk berbicara dengan saya ! Kalian boleh bersiap diri karena sebentar lagi jam pergantian shift "
" Sama sama Tuan Steve , terimakasih atas makanannya ... " ujar seorang suster mewakili , kemudian mereka bubar keluar dari kantin .
Sedang Steve membawa cangkir kopinya dan ia bawa tepat di depan Venna yang sudah mulai menyendok bubur ayamnya .
" Tadi aku hanya bertanya pada mereka seberapa nyaman mereka bekerja di sini . Aku tahu pikiranmu , tapi ini tidak seperti yang kau bayangkan "
" Saya tidak sedang bertanya sedang apa anda di sini , dan saya juga tidak sedang membayangkan apapun " ketus Venna .
" Besok aku akan ke Paris ... mungkin akan sedikit lama . Sekitar satu atau dua minggu , ada pembukaan showroom baru disana dan Daddy yang memintaku menanganinya langsung "
__ADS_1
" Hemmmm .... " Venna yang sudah menghabiskan sarapannya segera beranjak ingin pergi , tapi langkahnya terhenti ketika Steve melanjutkan kata katanya .
" Jangan rindukan aku .... "
" Tentu saja tidak , jangan khawatir !! Pergi selama yang anda mau "
Steve hanya tersenyum ketika melihat Venna melangkah pergi darinya . Hanya kali ini dia bermain lambat , tapi ia yakin usahanya akan sepadan dengan hasilnya . Cepat atau lambat dokter cantik itu akan menjadi miliknya .
*
" Hai sayang ... Ya Tuhan Aira benar , dia memang cantik sekali " sapa Rita pada Gema dan Vania yang baru saja datang ke rumah sederhananya .
" Kakek ... Nenek bagaimana kabar kalian ?! Maaf jika Gema baru sempat datang kesini "
" Senang bertemu dengan kalian , saya adalah pengagum anda Tuan Alfian " kata Vania ketika menjabat tangan Tuan Besar Adipraja itu .
" Jangan terlalu formal padaku , aku adalah kakekmu juga . Jadi panggil aku seperti calon suamimu memanggilku "
" Baik Tuan .... ehh maksud saya Kakek "
" Tidak aku sangka pria tua itu punya cucu secantik dirimu , dia sangat beruntung " kata Alvian yang memang sangat mengenal sosok dari Gregorius Alvaro .
__ADS_1
" Kalian sudah sarapan !? "
Gema dan Vania menggeleng bersamaan karena tadi tidak sempat melihat dapur , mereka bangun kesiangan karena ngobrol sampai larut malam . Suasana damai di tempat itu membuat Vania sayang untuk memejamkan matanya .
" Vania sayang , bantu nenek siapkan sarapan untuk calon suamimu " kata Rita dengan membimbing bahu Vania menuju ke dapur .
Sedang Alfian dan Gema duduk di teras depan .
" Kedepannya pasti akan sulit untuk menghadapi gadis sepertinya , dia bukan gadis penurut seperti gadis pada umumnya "
" Gema tahu Kek " jawab Gema singkat .
" Pria tua itu sangat keras kepala , akan sedikit sulit menakhlukkannya . Tapi Kakek yakin tekadmu akan berbuah manis "
Gema menghela nafas panjang , perjuangannya untuk mendapat Vania ternyata belum selesai .Ada gunung batu yang harus ia lalui terlebih dahulu .
" Bagaimana dengan Cherry dan kakeknya !? Kakek harap kalian bisa menyelesaikan mereka tanpa menggunakan kekerasan . Bagaimanapun dia pernah menjadi salah satu dari saudara kalian "
" Semalam.dis berusaha menyusup ke pulau ini . Tapi Ayah tidak akan pernah mengijinkannya .... "
" Haisshh ayahmu memang selalu khawatir berlebihan pada Kakek dan nenekmu . Kapan kalian ke Rusia ?? "
__ADS_1
" Setelah pulang dari sini kami segera ke sana . Gema datang ke sini untuk meminta doa restu dari Kakek "
" Tentu saja , doa dan restuku selalu ada bersama kalian ... "