
Dan disudut lain rumah sakit itu seorang pria muda memasuki sebuah ruang praktek yang sudah sepi karena sudah selesai jam prakteknya . Seorang dokter muda terlihat masih menyelesaikan berkas pemeriksaan terakhirnya .
" Selamat siang .... Sesuai janji aku menjemputmu makan siang "
Venna berdecak kesal ketika melihat pria tengil yang lebih muda darinya itu sudah duduk di depannya .
" Tapi aku tidak berjanji untuk ikut denganmu, sudah aku katakan aku punya kencan sendiri siang ini " ketus Venna yang tak suka jika ada yang memaksa dirinya .
" Aku tidak peduli !! Mau berdua , bertiga atau berempat sekalipun ... aku ingin makan siang denganmu hari ini "
" Dasar keras kepala !! Jangan kekanak kanakan Steve , kau tak bisa selalu memaksakan kehendakmu "
" Aku hanya ingin makan siang , bukan ingin bercinta atau merampas harta bendamu " kilah Steve tak mau kalah , dia tahu Venna akan menolaknya keras karena hanya menganggap ia pria ingusan .
" Terserah ... " ujar Venna kemudian melanjutkan sebuah berkas medis yang tadi akan diselesaikannya .
" Kau sudah bertemu dengan Uncle Bumi dan Aunty Aira !? Mereka sedang bersama Langit saat ini "
" Sudah , tadi aku yang mendampingi mereka bertemu dengan dokter yang menangani Langit "
" Kenapa bukan kau yang menangani Langit langsung ?? Bukankah kau juga seorang dokter "
Venna hanya memutar bola matanya malas , dia merasa pria muda di depannya memang sangat menyebalkan .
" Aku spesialis bedah ... dan Langit tidak perlu pembedahan apapun "
__ADS_1
" Tapi malam itu kau memeriksanya ... "
" Dokter jaga yang menanganinya ada kepentingan , jika hanya denyut nadi dan analisis mental aku bisa melakukannya . Lagipula aku memang ingin melihat kondisinya !! Kau dan dia sudah aku anggap sebagai adikku ... "
" Aku bukan adikmu !!! Jelas jelas nama belakang kita berbeda ... tiga tahun hanyalah sebuah angka !! Kenapa kau selalu membesar besarkannya ???!!! "
Venna menutup berkas dan melepas jas putihnya , tapi mata Steve mengernyit ketika wanita di depannya tidak membawa sling bag yang ada di kursinya .
" Ayo ... bukankah kau ingin kencan bertiga ?? Kau sendiri yang mengatakan bersedia kencan bertiga atau berempat tadi " kata Venna melangkah keluar dari ruangannya .
Seperti anak ayam yang mengikuti induknya , Steve mengikuti langkah Venna kemanapun wanita itu pergi . Tapi hatinya penuh tanda tanya ketika dokter cantik itu tidak berjalan menuju arah parkiran , Venna berjalan ke arah taman rumah sakit yang ada di samping bangunan utama .
" ltu teman kencanku .... dia pasien kanker , sudah tiga bulan dia ada disini " tunjuk Venna ke arah kursi taman .
" Kanker ?? "
" Dia tak mau makan lagi ?? " sapa Ravenna pada pengasuh anak itu .
" Seperti biasanya , dia tidak mau makan jika bukan Dokter yang menyuapi " jawab wanita pengasuh itu dengan wajah putus asa .
" Hai Dino ,, masih semangat kan ?? Kau sudah berjanji padaku jika akan makan banyak agar cepat sembuh , bukannya kau ingin jadi pilot ?? Bukannya kau ingin terbang dan melihat dunia dari atas ?? " ujar Venna sambil menyendok bubur nasi dan menyuapkannya pada anak bernama Dino itu .
" Aku tidak pernah melihatmu Om Dokter " tunjuk Dino pada Steve yang berdiri selurusan dengannya .
Steve tersenyum dan berjongkok di depan anak laki laki yang sedang menatapnya penuh tanya .
__ADS_1
" Hai Dino ... Om bukan seorang dokter , aku bekerja di bengkel . Kau tahu ?? Aku sangat suka mobil ... "
" Apa bengkelmu juga memperbaiki pesawat !? "
Steve tertawa mendengarnya .
" Apa kau ingin naik pesawat ??? "
" Mau ... mau Om !! " seru Dino penuh semangat .
" Tapi habiskan dulu makan siangmu , nanti aku bawa kau terbang mengitari taman ini "
" Janji ???? " Dino menyodorkan jari kelingkingnya untuk ditautkan sebagai tanda bahwa Steve tidak akan mengingkari janjinya .
Dan benar saja tak lama kemudian Dino berhasil menghabiskan makan siangnya .
" Kapan kita terbang Om ?? "
" Kau sudah habiskan makananmu ?? Jika begitu kita terbang sekarang ... "
Steve mengangkat tubuh rapuh itu ke atas pundaknya dengan dua tangan yang memegang dua tangan mungil Dino .
" Siap terbang Kapten !!?? "
" Siap Om !!!!! " seru Dino .
__ADS_1
Steve berlari kecil memutari taman layaknya sebuah pesawat untuk Dino . Dan di bangku taman Venna tampak mengangkat sudut bibirnya , walau terlihat sangat kekanakan tapi ia suka melihat wajah wajah ceria dua pria tampan beda generasi itu .
" Tetap saja kekanakan ... tidak akan berubah !! "