Water N Fire

Water N Fire
86


__ADS_3

Dengan telaten Lulu memberikan satu persatu obat pada suaminya , dia belum bicara apapun sebelum sang suami memintanya karena Lulu tahu emosi di kepala Langit belum sepenuhnya hilang .


" Sejak kapan kau mengenalnya ?? " tanya Langit tanpa melihat ke arah Lulu yang masih setia duduk disampingnya .


" Sejak hari pertamaku bekerja di Perkasa Corp , ada insiden kecil yang membuatnya datang ke divisi kami " jawab Lulu sambil mengambil bantal untuk mengganjal punggung Langit yang saat ini duduk bersandar di kepala ranjang .


" Sejak kapan kalian menjadi dekat !? "


" Tidak tahu .. semua mengalir begitu saja , hingga suatu saat dia ingin mengantar aku pulang . Dia ingin memintaku secara resmi kepada kedua orang tuaku . Tapi hari itu dia tidak datang ... dan aku menerima lamaran seseorang dengan nama Adipraja karena aku kira dia yang melamarku . Dan saat acara lamaran hari itu baru aku tahu jika bukan dia yang ingin melamarku ... tapi kau Mas "


Langit menghembuskan nafasnya dalam dalam , pantas saja dia merasa ada sedikit kejanggalan ketika melihat Lulu yang malah memberikan pertanyaan pada Gema . Lulu menyerahkan jawaban diterima tidaknya lamarannya pada putra tersulung Adipraja itu .


" Kau masih mencintainya ??? "


" Aku adalah istrimu , tidak sepantasnya Mas menanyakan hal itu padaku "


" JAWAB SAJAAA !!!!! "


Lulu memejamkan matanya ketika mendengar nyaringnya teriakan suaminya .


" Sejak Mas sudah menggenggam tangan bapak dan mengucapkan ijab kabul maka saat itu aku sudah menyerahkan hidupku padamu .... "


" Bukan itu yang aku tanyakan !! "


" Kita mulai semua dari awal ... Mas Langit masih ingat kata kata itu kan !?? "

__ADS_1


Langit tidak menjawab pertanyaan istrinya , ia malah merebahkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti dirinya sendiri .


" Aku ingin tidur , jangan ganggu aku !! " ketus Langit yang kemudian memejamkan matanya .


Setelah mendengar suara nafas suaminya sudah beraturan , Lulu berjalan ke arah balkon kamarnya . Dia hanya ingin menghirup udara sebanyak banyaknya karena dadanya terasa sesak saat ini . Dari awal dia sudah menyiapkan dirinya jika hal seperti ini akan terjadi .


Dan tanpa sengaja matanya terpaku pada seseorang di bawah sana yang sedang berdiri disamping mobilnya . Ternyata mata elang itu juga sedang menatapnya . Sejenak mata mereka saling menatap , hanya dengan menatapnya beban dihatinya terangkat dan senyum pria itu seakan mengatakan bahwa semua akan baik baik saja .


Dada yang tadinya sesak menjadi lega , hanya dengan melihat keberadaannya jiwanya menjadi tenang . Bukan karena ia masih mencintai , tapi hanya karena senyum itu dia merasa terlindungi . Senyum itu seakan mengatakan bahwa ia tidak sendirian , banyak orang orang di sekitarnya yang peduli dan menyayanginya .


" Jangan memandangnya terlalu lama ... wanita punya seribu pesona yang bisa menarikmu kembali dalam dalamnya kenangan indah kalian " ujar Vania saat Gema sudah masuk ke dalam mobilnya .


" lni bukan seperti yang kau bayangkan "


" Otakmu pasti sedang membayangkan jika dia akan terpuruk dan kembali padaku "


" Tidak akan kubiarkan !!! Aku tidak akan membiarkan wanita lemah itu mendekati Om lagi !! Kalian mungkin berpikir wanita bernama Lulu itu wanita berhati lembut , pemaaf dan baik hati , tapi bagiku itu semua hanya omong kosong !! Bagaimana bisa dia diam ketika pria berotak udang itu memanggilnya dengan sebutan paling menjijikkan ??!!! Wanita harus punya harga diri ..... hanya wanita bodoh yang membiarkan kata j*lang itu disematkan padanya "


CKKIIITTTTTT ...


Gema mengerem mendadak laju mobilnya , gadis itu kembali menguji emosinya .


" Aku peringatkan kau , jangan panggil dia dengan sebutan bodoh ... "


" Dia memang bodoh !!! Bodoh ... bodoh !! Memang apa yang akan kau lakukan kalau aku memanggilnya bodoh ?? Kau akan menembakku !? Kau akan mengajakku bertarung ?? "

__ADS_1


" Turun sekarang ... " geram Gema tanpa memandang gadis di sampingnya .


" Hanya itu ?? "


BRAKKKKK ...


Gema sebenarnya terkejut ketika Vania langsung melakukan perintahnya tapi ego masih menutupi perasaannya . Tanpa membuang waktu Gema menginjak gasnya dalam dalam , kata kata Vania selalu terngiang di kepalanya . Gadis itu selalu saja mengatakan apapun yang ada di dalam pikirannya tanpa memikirkan perasaan orang lain . Dan sayangnya apapun yang dikatakan gadis itu adalah benar .


CKIITTTTTT ...


Sekali lagi ia menginjak remnya tiba tiba , dia merutuki dirinya sendiri karena telah membiarkan gadis itu berjalan sendirian ditengah malam seperti ini .


" Ya Tuhan .... aku mohon tetaplah disana !! "


Gema langsung putar balik menuju jalan dimana ia menurunkan Vania , tapi gadis itu tidak terlihat di jalanan yang sangat sepi itu . Tak ada seorang pun yang terlihat untuk ia tanyai , mobil pun jarang sekali lewat .


" VANIAAAA !!!! VANIAAAAA .... !!! "


Seperti orang kesetanan dia berteriak berharap gadis itu di suatu tempat dan mendengarnya . Dia berharap gadis itu berlari dan memeluknya ....


Gema merasa akan selalu hilang kewarasannya saat bersama gadis kecilnya , gadis itu selalu mengacaukan logikanya hingga ia tak bisa lagi berpikir jernih .


" VANIAAAAA.... !!! "


Dan teriakannya hanya di jawab oleh riuhnya suara jangkrik di sekitar tempat itu .

__ADS_1


__ADS_2