
" Tidurmu nyenyak sayang ?! "
Lulu hanya mengangguk pelan ketika pagi itu Aira bertanya padanya . Lulu sengaja bangun pagi agar bisa membantu untuk menyiapkan sarapan untuk keluarganya .
Semalam bapak dan ibunya ikut pulang bersama rombongan pesantren yang menghadiri acara pernikahannya dengan alasan tidak mau membuat repot keluarga Adipraja .
" Ada yang bisa saya bantu Nyonya !? Ehhh .. maksud saya Mama . Maaf "
Aira hanya tersenyum melihat menantunya yang terlihat masih sangat kikuk .
" Tolong kupas ubi yang ada di keranjang itu , kemarin Nyai Abdulloh yang membawanya untuk oleh oleh . Siang nanti kita nanti cemilan combro . Suamimu sangat menyukai itu "
" Baik Mah "
Tak berapa lama Nayya datang menghampiri mereka .
" Pagi semua ... Hei pengantin baru pagi pagi sekali begini sudah bangun !? "
" Nay !! "
" Aku tidak akan menanyakan hal lain Kak , tenang saja " sahut Nayya yang ikut membantu Lulu mengupas ubi .
Dia sangat paham dengan situasinya , tak mungkin ia menanyakan hal yang mungkin belum terjadi karena ia tahu Lulu dan Langit belum saling mencintai .
" Pagi semua .... Langit belum turun !? "
Suara seorang pria membuat Lulu menoleh , Jerry sudah duduk di meja makan . Sang istri terlihat menghampiri dengan membawa secangkir kopi ditangannya .
" Terimakasih sayang ... "
" Mungkin dia masih terlalu lelah karena acara kemarin . Memangnya kalian akan ada acara hari ini !? " tanya Aira pada pilar ketiga itu .
" Hari ini kami ingin pergi ke salah satu showroom yang ada di pusat kota , mulai besok anak itu akan mengambil alih semua showroom yang ada di negara ini . Minatnya dengan dunia otomotif sangat besar dari dulu !! "
__ADS_1
Sudah sekitar sepuluh menit Langit ternyata belum juga turun , karena merasa tidak enak Lulu kemudian naik untuk memberitahu Langit jika Jerry sudah menunggunya di bawah .
CEKLEEKKK ....
Pantas saja belum turun , ia masih melihat suaminya bergelung di bawah selimutnya . Pipinya memerah ketika mengingat semalam mereka tidur di bawah selimut yang sama walau pria itu sama sekali tidak menyentuhnya .
Pagi tadi pun mereka juga subuh berjamaah di kamar , sesuatu yang menjadi kali pertama dalam hidupnya . Beribadah bersama sang suami , walau masih saling kikuk tapi hatinya tenteram ketika mendengar pria itu melantunkan ayat untuk mengimaminya .
" Mas ... Mas Langit " lirih Lulu yang saat ini berdiri dengan jarak sekitar satu langkah di pinggir ranjang .
Jangankan mendengar , pria itu sama sekali tidak terganggu dengan suaranya .
" Maasss ... "
Lulu meninggikan volume suaranya dan memberanikan diri untuk lebih dekat . Sekarang ia duduk dipinggir ranjang tepat di samping suaminya .
Lulu kembali akan berdiri ketika pria didepannya mulai membuka matanya , tapi ia terkejut ketika satu tangan kekar suaminya menarik dan menggenggam erat tangannya hingga ia kembali duduk di sampingnya .
" Mas .... "
Lulu hanya menjawabnya dengan anggukan tanpa berani menatap tubuh sempurna yang ada didepannya . Suaminya tidur tanpa mengenakan atasan padahal ia merasa kedinginan karena pendingin ruangan yang selalu menyala .
" Kenapa memanggilku !? "
" Uncle Jerry sudah ada di bawah , tadi ia menanyakan Mas karena ia bilang ingin pergi ke showroom "
" O iya aku hampir lupa !! Ya sudah aku akan mandi dulu kalau begitu "
" Aku akan siapkan baju gantinya . Mas ingin memakai pakaian formal atau biasa !? "
" Yang biasa saja , lebih nyaman ... " sahut Langit yang memang tidak begitu menyukai jas formal seperti yang biasa dikenakan papa atau kakaknya ketika ingin pergi ke kantor .
Lulu melangkah ke walk ini closet dan mengambil handuk bersih dari lemari . Dan Langit tersenyum ketika istrinya memberikan handuk itu padanya . Sebuah pelayanan sederhana yang membuat hatinya sangat bahagia .
__ADS_1
Sejak awal melihat ia memang sudah sangat jatuh hati pada wanitanya . Mata teduh dengan raut cantik itu mampu membuatnya seketika bertekuk lutut pada seorang Hulwa Tsabilla .
*
Dan di kamar lain Janu berkali kali harus menahan nafasnya ketika melihat tubuh disampingnya . Tubuh seputih porselen yang hanya menggunakan baju tidur model dress pendek model tali di pundak itu membuat wanitanya terlihat amat sangat seksi .
Selimut yang sudah tersingkap membuatnya leluasa melihat paha yang sudah terekspose sempurna itu .
" Selamat pagi sayang ... "
Janu mengecup cukup lama kening istrinya hingga mata bening itu perlahan terbuka dengan sesekali mengerjab , terlihat sangat menggemaskan untuknya .
" Selamat pagi Abaanngg ... maaf Ava ketiduran di kamar Abang ya !? " ujar Ava yang masih setengah sadar dengan menatap sekelilingnya .
" Ckk ... cium nih ya !! Memang sudah seharusnya kamu di sini bobok di samping Abang !! "
" O iya ... semalam kenapa enggak bangunin Ava !? Kan kita belum itu ituan ... " cicit Ava yang membuat suaminya spontan tertawa .
" Masih banyak waktu sayang , kamu terlihat sangat lelah setelah acara makan malam ! Lagian Abang juga ada di bawah ngobrol sampai menjelang pagi . Nggak tega bangunin "
" Abang mau sekarang ?? "
Janu mencubit gemas pipi istrinya , diciuminya seluruh wajah bantal yang terlihat berkali lipat lebih cantik itu .
" Bercinta adalah hal yang penting dalam sebuah pernikahan tapi bukanlah hal yang utama . Abang mencintai kamu ... dan aku ingin kita melakukan itu bukan karena kau merasa wajib melakukan itu , tapi karena kita memang saling menginginkannya . Kamu ngerti kan yang Abang bicarakan ??! "
" Enggak ... "
Kembali Ava menjerit karena Janu menggigit pundaknya cukup keras .
" Sekarang mandi , mereka pasti sudah di bawah menunggu kita ... "
" Tapi gendong ... "
__ADS_1
" Mau di mandiin sekalian !? "
" Mau ... "