
" Bangun sayang .... "
Samar Ava mendengar suara merdu yang memanggilnya dengan kata kata yang selama ini sangat ingin ia dengar . Walaupun matanya masih terpejam ia bisa merasakan seseorang mengecup keningnya .
" Ayaaahhhh ... masih pagi ini ... sebentaaarrr lagi , ngantuukk " racau Ava dengan suara sangat lirih dengan menggeliat pelan .
Gadis iti tidak menyadari tubuhnya yang menggeliat pelan itu mampu membuat seseorang susah menelan salivanya . Janu merutuki dirinya sendiri karena nekat masuk ke kamar Ava untuk membangunkan gadis itu .
" Bangun atau Abang bikin kamu sudah bangun !! " bisik Janu sambil menggigit pelan daun telinga gadisnya yang masih saja lelap di alam mimpinya .
Pelan Ava membuka matanya karena merasa terganggu dengan adanya ' gangguan kecil ' tadi . Matanya mengerjab seakan tak percaya pria tampan pemilik hatinya sudah duduk disampingnya dengan mata teduh menatap ke arahnya .
" Hisshhh ... Abaaanngg pergi sana !!! Ava masih ngantuk iniiihh " lirih Ava dengan satu tangan mendorong dorong tubuh kekar itu .
" Semalam begadang kamu !?? "
" Enggak ... "
" Abang dengar jam 11 kamu terima telpon dari seseorang "
Kamar Janu dan Ava memang bersebelahan , semalam ketika duduk di balkon kamarnya Janu mendengar Ava berbicara dengan seseorang .
" Oooohhh itu Kak Radit nanyain Ava udah bobok apa belum .. " sahut Ava yang meraih gulingnya dan berbaring membelakangi Janu .
" Bandel ya ... udah dibilang jangan terima telpon dari dia lagi " ujar Janu geram sambil meraih tubuh sintal itu agar kembali menghadap padanya .
__ADS_1
" Apa sih Baanngg ! Ava off hari ini ... "
" Ya makanya bangun !! Katanya mau jalan jalan , mau gantiin barang lama yang katanya udah buluk itu ! Kalau dompetnya udah nggak bisa di pakai kenapa nggak minta di beliin sama Abang lagi ?? "
" Itu kan kado pertama dari Abang , lagian belum rusak kok cuma warnanya udah pudar ! Biar nanti Ava sama ibu saja jalan jalannya , suka minta macem macem soalnya "
Janu memalingkan wajahnya yang tadinya menatap gadisnya . Ava mungkin lupa jika dia hanya mengenakan gaun tidur transparan warna hitam model tali yang memperlihatkan sebagian kulit punggung dan dadanya . Beruntung gadis itu masih memakai pakaian dalamnya .
" Seribu macem juga bakal Abang beliin !! "
" Satu macem aja nggak pernah Abang kasih , gimana mau minta seribu macem !! "
Janu terlihat menghela nafasnya diberanikannya menatap gadis yang sudah membuat jiwa laki lakinya berkobar hebat saat itu .
" Denger Abang baik baik .... Abang udah berikan hati Abang saat pertama kali melihatmu , saat pertama kali ayah meletakkan kamu dipangkuanku , saat pertama melihat senyummu , saat pertama mendengar tangismu . Saat itu duniaku hanya berpusat padamu ... Queen Ava !! ".
" Sejak semalam ... Sejak Ayah sudah mempercayakan putrinya padaku "
Sebelum Ava bertanya lebih jauh tiba tiba Janu meletakkan sebuah kartu hitam dan mengecup keningnya setelah melihat sekilas ponselnya . Sepertinya ada seseorang mengirim pesan padanya .
" Abang susul ayah ke kantor dulu sebentar , sekarang mandi dan dandan yang cantik !! Nanti Abang jemput ..."
" Memang ada apa ?? " Ava tau ada sorot khawatir di wajah Janu .
" Hanya bisnis ... hanya sebentar "
__ADS_1
CUPP ...
" Abang sayang kamu ... "
Ava terpaku tak percaya ketika mendengar kata kata yang barusan ia dengar dari pria yang sudah melangkah pergi dari kamarnya . Kata kata keramat yang sudah dari dulu sangat ingin ia dengar .
*
" Akhhh ... "
Diantara dua tembakan itu satu diantaranya mengenai lengan Gema yang waktu itu tidak siap karena tidak menyangka penyerangnya membawa senjata .
Setelah merasa bisa melukai Gema di penyerang berniat meninggalkan tempat itu , tapi sebuah mobil SUV warna hitam sudah menghadang tepat di depannya .
Gema yang meradang segera keluar dari mobilnya tanpa memperdulikan luka yang ada di lengannya . Darah yang mengucur deras terlihat membuat basah kemeja putih yang di pakainya .
Tapi sebelum Gema melangkah seseorang sudah menariknya mundur agar tidak mendekat pada mobil Jeep di depannya .Ternyata ada mobil warna hitam lain yang sudah ada tepat di belakang mobil putra sulung pilar kedua Adipraja itu .
" Tuan Gema , terlalu berbahaya . Kita tidak tahu ada berapa orang yang membawa senjata di mobil itu . Biar kami yang menanganinya !! Sebaiknya kita kerumah sakit sekarang sebelum Tuan kehilangan lebih banyak lagi darah "
" Aku tidak apa apa , aku ingin tahu siapa dan apa masalah mereka !! " ujar Gema geram karena merasa tidak punya seorang musuh di ibukota ini .
" Baik , tapi biarkan kami yang menangani "
Di arah depan sana terlihat beberapa orang keluar dari mobil Jeep ataupun mobil berwarna hitam itu . Dan Gema mendengus kasar ketika tahu wajah salah satu pria yang keluar dari mobil penembaknya .
__ADS_1
" B*ngsat ... berani juga kau !!!! "