Water N Fire

Water N Fire
143


__ADS_3

Vania hanya tersenyum smirk ketika merasakan ada sekitar lima pria yang dari tadi menguntitnya , dia belum tahu mereka orang orang Kyle atau Vergel . Tapi sepertinya siang ini akan menjadi siang yang lebih panas untuknya .


Dengan tenang ia ia mulai mencari tempat yang lebih sepi untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan karena ia yakin di balik jas pria pria itu menyimpan senjata api . Vania juga sudah memasang tudung kepala hoddie yang dikenakannya .


Sebuah mobil menghadang jalannya ketika dia sampai di sebuah lorong sepi di belakang bangunan . Dan seorang wanita berpakaian seksi keluar dari mobil sedan itu .


" Hai Aunty Kirey .... senang bisa bertemu denganmu disini " sapa Vania dengan tenangnya .


Kirey melangkah menuju depan kap mobil dan bersandar di sana . Ada dua orang pria yang berada di samping kanan dan kirinya dengan masing masing mengenakan kacamata hitamnya .


" Ckk tidak usah berbasa basi denganku anak nakal !! Jangan kau pikir kau akan menang melawan kami . Keluarga Al Shamma bukan satu satunya relasi besar kami , masih banyak sekali pengusaha yang berkerjasama dengan kami " lantang Kirey dengan wajah sombongnya .


" Aku masih sekolah Aunty , jangan berbicara hal rumit denganku " jawab Vania dengan berdiri bertopang di skate boardnya .


" Cihhh ... gadis licik !! Jangan kau kira aku tidak tahu kau yang mengacaukan induk perusahaan Vergel . Kau bujuk orang orangku untuk menjual saham padamu !! "

__ADS_1


" Hei bukan salahku jika mereka menjualnya padaku , mereka cukup pintar untuk tidak bertahan diperusahaan yang nyaris ambruk seperti perusahaan kalian !! Dari awal perusahaan kalian memang sudah tidak sehat . Dan aku hanya menggunakan uang jajanku dari Grandpa agar tidak sia sia ... itu saja "


" Banyak omong !!! Kau sendirian sekarang , jangan berpikir kau bisa selamat kali ini " sinis Kirey yang tak melihat para penjaga Vania disekitar tempat itu sekarang .


" Hanya tujuh orang ini Aunty ??!!! Aku beri kesempatan padamu lima menit untuk mendatangkan lebih banyak orang lagi . Tujuh menit tidak akan membuatku berkeringat ... " ujar Vania dengan menggerakkan tangan dan kakinya untuk melemaskan persendiannya .


" Bunuh gadis itu sekarang !! Aku ingin melihat bagaimana pria tua itu lama lama membusuk karena menangisi kepergian cucu kesayangannya ... "


Tapi ketujuh orang itu seperti membeku ditempatnya masing masing , tak ada satupun yang berani bergerak .


" Sebelum kita bergerak menyentuhnya kita yang akan segera mati ... lihat di dahi kami masing masing !! Nona Vania dilindungi snipper ... kita tak bisa sembarangan bertindak " lirih satu pria yang masih berdiri kokoh disamping wanita yang sekarang berwajah pucat melihat titik titik merah di dahi para pengawalnya . dan ada titik merah yang juga tepat mengarah di jantungnya .


" Gadis kurang ajar !!! " ucap Kirey geram menahan semua emosi di hatinya .


" Aku bukan pecundang Aunty , tenang saja !! Mereka tidak akan menarik pelatuknya jika tanpa ijinku . Dan aku jamin mereka bertujuh tidak akan menjadi sasaran peluru , sesuai permintaanmu Aunty mereka akan maju menghadapi aku . Dan kau bisa dengan tenang menonton pertunjukan ini "

__ADS_1


" Cihhh sombong sekali , tapi aku pegang kata katamu !! Snipermu tidak akan menembak mereka ... "


Vania mengambil sebuah alat kecil yang terselip di kerah jaketnya , sebuah alat kecil yang di gunakan untuk berhubungan dengan para pengawalnya .


" Kalian dengar ini , jangan ada satupun dari kalian yang berani memuntahkan peluru pada tujuh orang pria yang akan menghadapiku . Jika melanggarnya maka aku sendiri yang akan menyelesaikan kalian . Paham !!! "


Setelah berbicara seperti itu ia kembali menyelipkan alat itu di kerah jaketnya .


" Sekarang kalian bisa maju ... tapi tunggu !! Aku tidak suka jika kau melihat latihanku dengan berdiri penuh kesombongan seperti itu Aunty , sekali sekali merendahlah dengan duduk manis di depanku "


" Tidak akan !! Sampai matipun aku tidak akan merendahkan diriku padamu " sahut Kirey yang malah berdiri dengan angkuhnya dengan kaki menyilang di depan kap mobil SUV nya .


" Aku tidak sedang meminta nyawamu Aunty , aku hanya memintamu untuk duduk . Tembak kakinya ... buat dia duduk " kata Vania seakan tanpa beban . Dan ....


DORRR ... DOOORRRR

__ADS_1


" Aaaaakkkhhhh ..... "


__ADS_2