Water N Fire

Water N Fire
100


__ADS_3

" Siapa kau ??!!! "


Hening .... Vania tidak langsung menjawab pertanyaan dari pria yang selama ini ia impikan . Setelah memberi pertanyaan Gema pun sepertinya tenggelam dalam lamunannya sendiri .


" Revania Alvaro ... tidak cukupkah nama itu menunjukkan siapa diriku !? "


" Terlalu banyak hal yang kau sembunyikan , dan aku tidak suka rahasia . Aku seperti sedang berjalan dengan dua mata yang tertutup kain "


" Maka buka ikatan kainnya , kau tak perlu memaksakan diri berjalan dengan dilingkupi kegelapan . Jika tidak bisa membuks ikatannya maka berhentilah berjalan karena itu hanya akan membuatmu terluka " sahut Vania tegas .


" Kau pikir aku sepenakut atau sepengecut itu ??? "


" Aku tidak tahu ... kita lihat saja nanti "


Gema kembali melesatkan kuda besinya menuju ke pantai . Dan sepanjang perjalanan mereka bungkam.dan tenggelam dalam pikiran mereka masing masing . Sampai akhirnya mereka sampai ke tempat yang mereka tuju .


Sebuah pantai dengan ombak besar , dimana terlihat beberapa turis dan pribumi sedang berselancar di atasnya . Mata Vania berbinar melihat pemandangan di depannya , ombak besar itu akan benar benar menguji adrenalinnya .


" Kau sedang apa ?? " tanya Gema yang melihat Vania mengambil ponsel dalam tas ransel yang di bawanya .


" Mau minta Jero kesini Om , mau minta ditemenin ! Vania kan belum mahir banget surfingnya . Ombak di sini gede banget , beda sama yang kemarin "

__ADS_1


Gema tiba tiba meraih ponsel Vania dan meletakkannya di atas dashboard .


" Aku yang membawamu kemari jadi sekarang kau adalah tanggung jawabku , dan aku tidak suka jika memikirkan pria lain saat ada bersamaku "


Vania tertawa kecil melihat pria disampingnya sudah menunjukkan sisi posesifnya .


" Wajah Om terlihat imut sekali jika sedang cemburu ... "


" Aku tidak sedang cemburu , kau terlalu jauh berpikir Nona " kilah Gema yang tak mau dituduh cemburu .


" Ya .. ya ... jika begitu mungkin salah satu pria tampan disana bisa mengajariku , kurasa mereka semua cukup mahir berselancar " tunjuk Vania pada beberapa pria asing yang sedang duduk di pantai dengan papan surfing di sisi mereka .


" Jumlah peluruku lebih dari cukup untuk bersarang di kepala mereka ... kau ingin lihat !? "


" Kau mau apa gadis nakal !!? " ujar Gema dengan raut panik , ia tak menyangka Vania akan nekat naik ke pangkuannya padahal mereka ada di area parkir yang cukup ramai .


Untungnya kaca gelap mobil bisa menyembunyikan mereka dari pandangan orang orang di luar sana .


" Jangan takut Om , aku tidak akan melakukan apapun ! Aku hanya ingin melihat wajahmu ... hanya itu "


Benar saja gadis itu benar benar melakukannya , jari telunjuknya satu persatu meraba alis , kata , hidung dan akhirnya berlabuh di bibir hingga pria itu menggeram pelan .

__ADS_1


" lni bibir nyebelin banget , kadang suka tau tau nyosor nggak liat tempat !! Kadang pedesnya ngalahin muatan dua ton cabe , kadang manisnya bikin nagih !! Cemburunya bikin gemes pengen gigit .... Vania enggak bakal apa apain Om jadi wajahnya jangan kayak lagi di tarik ulur gitu iihhh !! " kata Vania yang melihat wajah tegang Gema di bawahnya .


" Turun !! "


" Enggak mau ... "


Sekarang ujung jari gadis itu malah bermain dengan bulu bulu halus di rahang kokoh pria yang sudah memejamkan matanya itu .


" Revania Alvaro turun .... jangan salahkan aku jika aku akan melemparmu keluar jika kau tidak mau turun !! " geram Gema menatap mata bening yang juga sedang menatapnya .


" Coba saja ... "


" Jangan menantangku sayang ... "


Tanpa aba aba Gema meraih tengkuk gadis itu kemudian meraih bibir kemerahan yang sudah dari tadi mengujinya . Dia benar benar ' menghajar ' bibir yang sedari tadi membuatnya gemas itu .


Nafas mereka mulai tak beraturan ketika dua lidah mereka tanpa sadar telah bertaut . Mereka sama sama kalap dengan rasa nikmat yang tercipta hingga akhirnya tautan bibir mereka terlepas ketika mereka sudah sama sama kehabisan nafasnya .


Vania mengecup sekilas bibir pria yang masih merengkuh erat pinggangnya , ia tak bisa bohong jika sesaat tadi ia sangat menikmati permainan bibir pria dingin itu .


" Maaf , aku kelepasan ... dan jangan menggodaku lagi jika tidak ingin aku kesetanan lagi !! Sekarang turun atau kita akan berakhir di atas ranjang ... "

__ADS_1


Vania tertawa , ia tidak menyangka jika pria dingin di bawahnya akan semesum ini . Pria itu mempunyai seribu pesona yang membuat cintanya semakin dalam .


__ADS_2