Water N Fire

Water N Fire
56


__ADS_3

~ Sebelumnya Emak mau ucapkan terimakasih pada reader yang masih mau menemani Emak sampai di novel ke lima ini . Perjalanan yang emejing karena ditemani support kalian semua . Sampai ada yang menangis , marah marah dan senyum senyum karena goresan tinta emak 🤭🤭 ... Awalnya emak hanya ingin fokus pada perjalanan cinta Gema Lulu , tapi ditengah jalan banting setir . Emak ingin kisahkan kisah persaudaraan sekaligus cinta dari para pewaris Adipraja . Mungkin Gema sedikit mendominasi karena Emak ingin sampaikan jika Pria hebat ada karena usaha keras dan gemblengan dari orang orang hebat !! Bukan karena darah apalagi harta ... Keturunan orang hebat pun belum tentu sama hebatnya dengan pendahulunya . Maaf jika kali ini kisahnya tak semulus novel novel sebelumnya tapi Emak janji semua akan indah pada waktunya !! Love you all ❤️❤️❤️❤️ ~


Hari ini Gema berangkat kerja seperti biasanya karena ia memang punya tanggung jawab yang besar pada perusahaan yang ia rintis dengan jerih payahnya sendiri .


Dari pagi Radit sudah pergi menggantikannya meeting dengan klien di luar kota . Sahabatnya itu yang menawarkan untuk menggantikannya karena melihat dirinya yang terlihat terlalu lelah .


" Ayah ... "


Gema langsung berdiri.kdtils melihat Adam datang dengan dengan seseorang yang sudah tak asing untuknya .


" Uncle Varo ... selamat datang !! Kapan sampai ke lndonesia ? Gema bisa jemput di airport jika Uncle mengabari ingin datang "


" Apa ini Gema ?? Putra sulungmu itu !? Ya Tuhan sudah hampir empat belas tahun kita tidak bertemu dan kau sudah menjadi hebat seperti ini ... "


Adam mengangguk dan menepuk bahu putranya seakan mengatakan bahwa dia sangat bangga pada putranya itu . Kadang Adam ataupun tiga pilar lain berkunjung ke Rusia , selain urusan bisnis mereka juga menjaga silaturahmi mereka .


" Ya Uncle ... aku Gema Aksa , anak yang dulu pernah membuat putri Uncle menangis "


Tiga pria itu hanya tertawa , mereka sangat ingat dengan peristiwa yang lalu . Dari pernikahannya Dennis Alvaro di anugerahi dua putri cantik , putri sulungnya seumuran dengan Langit sedang putri keduanya masih belum genap tujuh belas tahun .

__ADS_1


Putri sulungnya bernama Venna adalah seorang dokter , di usianya yang masih tergolong muda dia sudah menjadi salah satu dokter bedah yang sangat hebat . Sedang putri bungsunya bernama Vania baru akan lulus sekolah menengah atas tahun ini .


Dulu semua keluarga pernah berkumpul di Bali termasuk keluarga Varo yang sedang berlibur di sana . Karena Janu dan Langit selalu memonopoli adiknya akhirnya Gema bermain dan menggendong Vania yang waktu itu masih bayi berumur satu tahunan .


Venna yang belum terlalu mengenal Gema tidak mau jika adiknya di gendong orang asing , sampai akhirnya Venna menangis hebat karena Gema tidak mau juga memberikan Vania padanya .


" Kalian masih kecil waktu itu ... "


" Aunty Erina tidak ikut ?! "


" Besok dia menyusul karena saat ini masih menunggu Vania , anak itu sedang ujian di sekolahnya dan dia tak akan mau ditinggal di rumah sendirian ! Venna ada di Singapura untuk datang ke simposium internasional yang di hadiri hampir seluruh dokter bedah ternama di dunia " jawab Varo .


" Putrimu hebat ... " ujar Adam yang disambut senyum oleh Varo .


" Lusa kemungkinan dia baru bisa ke lndonesia , dia sedang ada di Eropa bersama istrinya mengunjungi Kevin "


" Sepertinya sudah jam makan siang , sebaiknya kita pulang ke mansion dulu . lbumu dan Aunty Aira tadi sudah memasak banyak makanan ketika tahu Uncle Varo datang !! " kata Adam sambil melihat sebuah pesan di layar ponselnya .


Gema terdiam , datang ke mansion utama berarti.ia akan melihat istri Langit , wanita yang sebisa mungkin ia buang dari memori otaknya .

__ADS_1


" Jika kau sibuk biar Ayah dan Uncle Varo saja yang kesana " timpal Adam yang tahu isi hati putranya .


" Gema sedang menunggu laporan dari Radit tentang proyek luar kota , maaf jika tidak bisa menemani ke sana "


" Tidak apa apa , Uncle tahu kau sangat sibuk . Uncle menginap di hotel yang sama dengan Ayahmu , kau bisa mampir kesana nanti "


" Pasti Uncle ... Ada apa Yah ?? " tanya Gema ketika Adam terdiam menatap layar pipihnya


Gema bertanya karena ia sangat peka dengan perubahan raut ayahnya . Ada segurat rasa khawatir di mata ayahnya .


" Hanya masalah perusahaan , Ayah masih bisa menanganinya "


" Jangan khawatirkan jika itu masalah perusahaan , kau sangat tahu jika Ayahmu pebisnis hebat " kata Varo yang sudah berdiri dari sofa di ikuti oleh Adam .


" Dia selalu menjadi panutan ku Uncle , sekali lagi maaf jika Gema tidak bisa menemani Uncle makan siang kali ini "


Setelah itu Adam dan Varo segera ke mansion untuk memenuhi undangan Aira . Sementara Gema lsngsung menelpon sahabat sekaligus wakil CEO nya ...


" Dit gue mau minta tolong ... cari tahu apakah perusahaan ayah sedang mengalami kesulitan atau tidak . Aku ingin laporan lengkap secepatnya "

__ADS_1


" Sepertinya mustahil jika Tuan Besar Adam mempunyai masalah yang tidak terselesaikan , tapi aku akan selidiki ... " jawab Radit di seberang sana .


Setelah menutup sambungan telponnya Gema memejamkan matanya , ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh ayahnya .


__ADS_2