
" Gue cantik nggak Jer ?? " ujar Vania sambil memutar mutar tubuhnya di depan pemuda yang sedang duduk di kursi tunggu memainkan game di ponselnya itu .
" Cantik ... " jawab Jero singkat tanpa melihat sedikitpun pada gadis di depannya .
Malam ini Hiro , Oliver , Jero dan Vania diundang oleh keluarga Al Shamma untuk makan malam . Dan Vania mengajak Jero untuk membeli baju yang pantas untuk datang ke undangan yang semi formal itu karena ini pertama kali bagi gadis itu akan menginjakkan kaki di mansion Al Shamma .
" Awwwsshh ... apa apaan sih Van ??!!! " pekik Jero yang mengaduh sakit karena baru saja lengannya kena pukul Vania .
" Gue suruh elo liat gue !!! Malah nge game , sopan ya ada cewek cantik lagi muter muter di cuekin " gerutu Vania yang sebenarnya sedang pusing karena tak satupun baju yang di cobanya cocok di hatinya .
" Cihh ... cuma Kak Gema yang matanya rabun !! Bisa bisanya bilang elo cantik . Pecicilan , nggak bisa diem .... nggak ada anggun angggunnya elo jadi cewek "
" Bilang aja selera elo emang rendah !! Biar gue tebak paling selera elo itu yang pake mini dress merah trus pake lipstik tebel kaya si cantik jembatan doyong itu kan " sahut Vania sinis dan berjalan menjauh dari Jero , berniat untuk kembali memilih baju yang cocok untuknya .
Tapi betapa terkejutnya dia ketika Jero tiba tiba menarik tangannya dan menyeretnya menuju ruang ganti .
" Jer !! Gila elo ??? Elo mau ngintip gue ganti baju hahh ?? Dasar sinting ... cakep cakep penjahat mesum . Lepasss !! Sumpah gue matiin elo kalau macem macem sama gue "
" Ckk diem !! Nurut kenapa sih !! Gue memang cakep tapi gue masih waras ... apanya yang mau di intip , datar semua gitu !! " ujar Jero langsung menutup kamar ganti dan membekap mulut Vania .
__ADS_1
" Diem !! Kalau enggak salah tadi gue lihat ada Ellard masuk ke sini . Heran gue ... elo di sini aja dia langsung kesini ! Jodoh kayanya kalian , satunya setan satunya kunti ... Awww ... Awwww " Jero setengah mati menahan suaranya karena Vania mencubit lengannya berkali kali .
" Najis ... beneran gue banting elo kalau ngomong gitu lagi . Gue nggak level kalau sama barang bekas !! "
BRAKKKK ...
" Ehhh .... "
Niatnya ingin menyikut dada Jero saking sebalnya karena pria itu bilang bahwa dia berjodoh dengan El yang notabene adalah player sejati . Tapi Jero dengan sigap bisa menangkis , dan tanpa sengaja mereka malah terpental keluar dari ruang ganti bersama sama .
Tapi tidak mereka sangka Ellard sedang ada di depan kamar ganti mereka .
" Kalian ??? "
" Dasar penguntit mesum !!! "
Vania melempar tas tempat bajunya tepat di atas wajah Jero, sengaja dia lakukan agar Ellard tidak melihat wajah putra dari bungsu Adipraja itu . Dia yakin Ellard tidak begitu memperhatikan wajah Jero karena dari tadi pria itu fokus pada dirinya .
" Panggil kea .... mmpptthhh "
__ADS_1
Sebelum menyelesaikan kata katanya yang sebenarnya ingin memanggil keamanan toko , satu tangan mungil itu sudah membekap mulutnya .
" Jangan bikin masalah di negeri orang !! Kita pergi .... ehhh salah maksudnya aku pergi !! Bye "
Ellard langsung mengejar Vania yang sudah berjalan keluar dari gerai pakaian yang ada di mall itu . Dia tak ingin kehilangan gadis yang sudah mencuri seluruh hatinya lagi .
" Little girl !! Tunggu ... "
Sedang Vania sengaja berlari keluar agar Jero bisa pergi dari tempat tadi secepatnya . Walau belum menjadi pengusaha terkenal seperti ke empat ayahnya , Jero tetap saja kerap muncul karena dia adalah salah satu idola kaum muda di negara asalnya .
Dan Jero tak hentinya merutuki perbuatan gadis itu padanya , bisa saja dia tadi melawan dan menghindari bantingan itu . Tapi jika dia lakukan maka dirinya akan berhadapan langsung dengan Ellard . Dan besar kemungkinan rencana mereka akan mudah terbongkar .
" Dasar gadis gila !!! " gerutunya , dia merasa aneh dengan tatapan orang orang yang melewatinya . Orang orang itu tertawa dan berbisik bisik ketika melihatnya , bahkan ada seorang pria yang mengerling nakal padanya .
" That's a nice nail ( itu kuku yang indah ) .... "
Seorang pelayan toko akhirnya angkat suara dengan menunjuk kuku kuku tangan Jero .
" Ya Tuhan .... awas kau gadis gila !!!! "
__ADS_1
Baru Jero sadari jika kuku kukunya masih berwarna soft pink , semalam setelah menghapus kutek warna merah gadis itu dengan jahil memaksanya untuk kembali mewarnai kukunya .
Dan naasnya Jero lupa untuk menyuruh gadis itu menghapusnya lagi . Pantas saja jika orang orang itu menganggapnya aneh .