Water N Fire

Water N Fire
83


__ADS_3

" Kamu tidur di sini , dan apapun yang terjadi jangan menyelinap masuk ke kamarku " kaya Gema yang tahu jika gadis di sampingnya dulu adalah anak penakut .


Vania kecil adalah gadis penakut , apalagi jika berhadapan dengan orang asing . Dulu gadis kecil itu tak akan pernah melepas tangannya jika sedang berkunjung di mansion Adipraja yang ada di Bali .


Vania tidak mau berinteraksi dengan yang lain kecuali dengan dirinya , dan dengan senang hati dia merengkuh gadis mungil itu bahkan ia pernah memberanikan diri meminta pada Varo agar Vania tetap tinggal bersama dengannya .


" Aku bukan anak kecil lagi Om ... "


TUKK .... TUKKKKK


Vania spontan merapatkan tubuhnya pada pria yang masih berdiri disampingnya ketika sangat mendengar suara yang asing di telinganya .


" Bukan penakut hah !!?? ltu hanya suara air yang menetes dari wastafel kamar mandi . Bukan monster yang akan menculikmu " ujar Gema sambil terkekeh merasa lucu , setengil.apaoun nyatanya gadis kecil itu belum sepenuhnya berubah .


" Aku tidak takut !! Aku hanya kaget " kilah Vania tak mau kalah , ia kemudian masuk ke dalam kamar untuk menunjukkan bahwa dia bukan penakut .


Gema hanya menggeleng gelengkan kepalanya , mungkin dalam sebulan ini dia harus terbiasa dengan tingkah polah gadis kecilnya . Gadis kecilnya ?? Sejak kapan gadis itu jadi gadis kecil miliknya ?? Gema meraup kasar wajahnya sendiri . Dia berpikir mungkin itu efek ingatannya yang mundur beberapa tahun yang lalu , saat gadis itu masih bisa ia gendong dan cium sesuka hati .


" Om ??!! "


" Apa ?? Jangan bilang kau ingin ciuman selamat tidur dariku .... "


Gadis itu terdengar terbahak keras tapi ia terlihat mendekat padanya .


" Apa boleh ?! Jika aku meminta apa kau akan memberikan satu ciuman padaku ?? "


" Tidak akan ... "


CUPPPP ...


" Jika kau tak mau memberikan padaku maka aku yang akan memberikan padamu . Bukankah hidup harus selalu melengkapi !? Selamat malam Om .... "

__ADS_1


Gema tertegun , gadis itu dengan berani sudah mencium pipinya dan anehnya dia tidak bisa marah karena hal itu . Setelah memberinya satu ciuman gadis kecil itu dengan santainya melenggang pergi menuju kamarnya .


" Gadis nakal ... " gumamnya .


Gema tak langsung masuk ke kamarnya yang tepat bersebelahan dengan kamar Vania . Kamar yang sebenarnya adalah milik Ava adiknya . Dia turun ke dapur untuk mengambil minuman dingin karena sepertinya ia butuh sesuatu untuk merefresh otaknya .


Karena merasa gerah Gema melepas kemeja yang saat ini dipakainya , kemudian berdiri sesaat di depan lemari pendingin untuk mencari minuman yang ingin diminumnya .


" Suuiittt .... suiiitttt "


Seseorang di belakangnya bersiul sangat nyaring hingga membuatnya sontak menoleh , dan pemandangan di depannya membuatnya menenggak habis minuman kalengnya .


" Aku juga kehausan , tak ada air di kamarku "


Vania sedang ada di belakangnya dengan hanya mengenakan dress tidur berenda yang panjangnya hanya sejengkal di atas pahanya . Potongan dada yang lumayan rendah membuat tubuh mungil itu terlihat sangat seksi di matanya .


" Badanmu lumayan oke Om Tampan , sepertinya akan asyik jika kita pergi ke pusat kebugaran bersama . Kau bisa mengajariku membentuk otot otot keras seperti punyamu . Tunggu ... apa ini benar benar keras seperti kelihatannya !!?? "


" Apa yang kau lakukan !? "


" Hanya menyentuhnya ... Kau takut !? Kau pikir aku akan melakukan apa pada pria dengan badan yang lebih besar dari aku ?? Aku tidak akan menang darimu "


Tapi tangan Vania berhenti pada bekas luka yang terlihat masih baru . Bekas luka tembak yang ada di lengan pria itu .


" Apa masih sakit ?? "


" Sudah tidak terasa sama sekali "


" Bukan luka ini .... tapi ini "


Tangan mungil itu ternyata sudah ada tepat di atas dadanya .

__ADS_1


CUPPP ...


Bibir kemerahan itu kembali mendaratkan ciumannya di dada pria yang jauh lebih tinggi darinya itu . Dan Gema hanya bisa terpaku menatap gadis kecil di depannya , sudah dua kali gadis itu menciumnya tanpa ijin darinya .


" Kau .... "


" Selama tiga puluh hari aku akan mencium luka yang ada disini , aku yakin luka dalam yang tak berdarah itu akan sembuh . Dulu kau juga selalu menciumku ketika aku sedang menangis , kau selalu berkata bahwa kau akan selalu ada untuk membuatku tertawa . Jangan melihatku seperti itu Om ... kau tampak jelek jika memandangku dengan penuh tanya seperti itu " ujar Vania terkekeh melihat tatapan Gema yang menyiratkan semua rasa di hatinya .


Pria itu pasti sedang kaget dan kesal karena sekali lagi ia sudah menciumnya .


Perhatian mereka teralih ketika sebuah notif pesan terdengar dari ponsel Gema yang ada di saku celana panjangnya .


" Langit ?? " gumam Gema yang masih bisa di dengar oleh Vania .


Aku ingin kakak ke mansion sekarang juga , ada yang harus aku bicarakan denganmu "


" Aku ikut !!! " seru Vania ketika Gema kembali menyambar kemejanya untuk dikenakan .


" Sudah malam , kau istirahat di rumah saja "


" Tidak mau !! Aku tidak mau dirumah sendirian !! "


" Ckk gadis bandel !! Cepat ganti baju !! "


Tiba tiba saja perasaan Gema menjadi tidak enak , ia merasa sesuatu akan terjadi nanti .Tapi apapun yang terjadi ia akan mencoba untuk menghadapinya .


GEMA AKSA ADIPRAJA



REVANIA ALVARO

__ADS_1



__ADS_2