
" Jam berapa orang itu mau kesini ?! "
" Sebentar lagi , gue suruh dia kesini jam sembilan . Vania jadi terbang ke Dubay ? " tanya Radit yang sekarang sedang ada di ruang kantor milik Gema .
" Hemmm ... udah dari kemarin " jawan Gema sekenanya .
" Tuh abege emang hebat , nyalinya gede hingga nyoba main api sama si Ellard "
Gema meletakkan pulpen yang tadinya ia pegang , ia menatap tajam sahabat sekaligus wakilnya yang sudah rnengatakan sesuatu yang tidak enak di dengarnya .
" Maksud elo apa ?? Bener elo awasi calon bini gue !? "
Radit terkekeh melihat Gema yang mulai terpancing emosinya , pria sempurna pun akan menunjukkan sisi lain ketika sedang jatuh cinta .
" Ya mana berani gue awasi Vania , pawangnya aja galaknya kaya singa !! Gue dapet tugas dari Tuan Adam ngawasin si Ellard . Mungkin dia khawatir si Ellard ngapa ngapain si Vania "
" Ayah .... "
Adam memang selalu teliti dalam semua tindakannya , mungkin pria itu tahu jika calon mantunya adalah gadis yang luar biasa tak terduga tindak tanduknya . Vania bukan gadis yang mudah di tebak , nyaris seperti Ava yang selalu spontan dalam tindakannya . Dua gadis itu akan melakukan semua yang mereka anggap benar .
TOKKK .... TOOKKKK
" Masuk .... " ujar Radit yang tahu sekretarisnya sedang mengantar tamu yang dari tadi mereka tunggu .
__ADS_1
" Nih orang yang kemarin gue bilang mau kerjasama sama kita .... " lirih Radit pada Gema .
Dahi Gema berkerut ternyata pria yang datang bukanlah pria yang ia duga . Pria berkaca mata dengan rambut klimis yang sangat rapi , jika ia lihat pria itu lebih mirip seorang akuntan daripada seorang pebisnis .
" Dia CEO dari Perkasa Corp Tuan Gema Aksa , dan perkenalkan dia Tuan Sadiman dari perusahaan NewWorld Corp " kata Radit memperkenalkan dua orang di depannya .
Dengan sangat sopan pria itu menjabat tangan Gema , begitupun Gema yang baru sekali ini mendengar nama perusahaan yang dipimpin pria di depannya .
" Perusahaan saya ada di Aussy Tuan , perusahaan di bidang alat berat konstruksi . Saya dengar Perkasa Corp mempunyai mega proyek yang bekerjasama dengan perusahaan perusahaan besar seperti Adipraja . Kami bisa membantu pengadaan alat berat untuk memperlancar prosesnya . Jika proses lancar saya yakin keuntungan Perkasa akan berkali lipat Tuan "
Gema tersenyum ketika pria itu langsung bicara pada poin poin kerjasama mereka . Dia memang suka semua hal yang tidak bertele tele .
Sekitar satu jam mereka berbicara tentang kerjasama yang akan mereka jalani , hingga semua selesai dan diakhiri dengan jabat tangan tanda kesepakatan selesai di buat .
" Kita akan lanjutkan ini besok , dan saya sendiri yang akan membuat draft poin poin yang tadi sudah di sepakati . Semoga ini menguntungkan kedua belah pihak , dan kerjasama ini saya harap dilandasi kejujuran agar tidak mengotori hakekat dari kerjasama itu sendiri " ujar Radit sambil menjabat tangan pria bernama Sadiman itu .
" Sesuai arti namanya ... Pria Menyedihkan ! Padahal pria itu bisa jadi lebih hebat jika tidak mengikuti si gila Ellard itu . Yakin elo mau nerusin kerjasama dengan salah satu orang si brengsek itu !? " tanya Radit yang bisa melihat keseriusan Gema dengan kerjasama ini .
" Kita ikuti saja maunya ... gue bisa atasi semua , lagipula gue yakin bahwa sebenarnya Sadiman adalah pria dan pengusaha yang baik "
Gema meraih ponsel yang ada di atas meja kerjanya , dari kemarin semua pesan yang ia kirim pada gadisnya tidak ada satupun yang terbaca padahal ponsel Vania aktif .
Jero pun sama , tak ada satu pesan pun yang di baca oleh adik sepupunya itu . Hatinya merasa tidak tenang jika belum tahu keadaan gadisnya karena ia tahu Vania sering bertindak di luar nalarnya .
__ADS_1
*
Dan di sebuah apartemen Vania dan Jero terlihat sedang duduk di balkon apartemen mewah yang di sewa oleh Oliver selama tinggal di Dubay .
Sengaja Oliver menyewa apartemen megah agar bisa menampung Hiro dan Vania yang baru kemarin datang ke sana . Sengaja seperti itu agar mereka lebih mudah berkomunikasi untuk menyusun rencana untuk menumbangkan keluarga Kyle .
" Apaan sih Van !!! Elo apain tangan gue ??? Jangan aneh aneh deh , kemaren foto foto kaki gue ... sekarang tangan gue di bikin kaya gini . Sumpah nggak habis pikir bisa bisanya Kak Gema suka sama psikopat kayak elo ... Akkhhhhhh !! "
Vania mencubit keras lengan kekar Jero hingga pria itu meringis kesakitan .
" Berisik ... diem elo !! lni juga demi misi kita " sinis Vania sebal , kemarin ia memang mengirimkan foto kaki Jero pada pria yang akan mereka jatuhkan . Dia hanya ingin mengacaukan pikiran Ellard agar tidak fokus pada balas dendamnya .
Dan saat ini dia sedang mewarnai kuku Jeronimo , gadis itu menghias kuku Jero dan ingin mengambil fotonya agar bisa ia kirimkan kembali pada Ellard .
" Kenapa bukan tangan elo aja sih ??? Foto tangan inihh ... nggak bakal bikin Kak Gema marah . Lagian tangan gue gede begini , dia pasti tahu jika itu bukan tangan elo " gerutu Jero yang melihat semua kukunya sudah berwarna merah .
" Cinta itu buta Jer .... najis gue harus kirim foto gue ke dia !! Gue seutuhnya sudah jadi milik Gema Aksa ... semua cuma milik dia !! "
" Hahhh serius elo ??!!! Kalian udah one night stand ?? Gilaaa ... kalian gilaaa !! " pekik Jero kaget .
" Otak elo yang gila !! Dasar omes ... gue masih perawan , maksud gue tadi gue nggak bakal selingkuh . Bentar lagi aja gue merid ngapain harus one night stand !! Kurang kerjaan ... selesai " ujar Vania dengan mengangkat tangan Jero yang sudah ia beri warna .
" Kirain udah begituan .... " cicit Jero .
__ADS_1
Dengan ponselnya Vania mengambil foto kedua tangan Jero dan ia kirim pada Ellard , gadis itu tersenyum smirk ketika melihat puluhan pesan yang dikirim oleh pria itu . Mungkin ini adalah ide kecil tapi ia yakin akan berpengaruh besar pada rencananya .
Gadis itu juga tertawa ketika melihat pesan yang dikirim Gema padanya , bukan ia bermaksud untuk tidak membalasnya . Sebenarnya ia pun sangat merindukan calon suaminya itu , tapi rasa rindu ini akan membuatnya lebih semangat untuk segera menyelesaikan misi yang sedang dia rencanakan .