
Janu duduk dengan dua tangan merengkuh pinggang ramping gadisnya yang merebahkan kepalanya di atas dadanya . Mereka sedang ada di sebuah gazebo pinggir pantai untuk menanti pesanan makanan mereka . Sesekali Janu mengecup pucuk kepala Ava yang terlihat sangat nyaman memejamkan matanya .
" Kok lama sih Bang ... " Ava menanyakan pesanan mereka yang tak kunjung datang .
" Mau sekarang ??? "
" Memang bisa !!?? "
" Sangat bisalah .... " jawab Janu dengan senyum smirknya , diraihnya wajah cantik itu hingga menghadap ke arah wajahnya dan .....
CUPPP ...
Ava langsung membuka matanya karena merasa bibirnya dikecup benda kenyal dingin yang membuat seluruh tubuhnya merinding .
" Abang kok nyium sih !! " pekik Ava dengan mencubit keras lengan pria tampan yang masih merengkuhnya .
" Kan tadi kamu yang minta sayang "
Ada semburat merah di pipi Ava ketika pemilik hatinya menyebutnya dengan kata sayang .
" Sayang ? Sayang siapa !!? "
" Kamulah ... Abang sayang kamu . Kamu satu satunya di hidup Abang " jawab Janu .
" Mana ada sayang tiap ketemu di bentak bentak .... "
" Fitnah !! Abang nggak pernah bentak kamu , mungkin hanya sedikit sinis ... tapi Abang nggak pernah punya maksud sakitin kamu . Maaf ya "
__ADS_1
" Kenapa sih Abang jadi egois banget !? " tanya Ava yang melepas rengkuhan Janu karena seorang pelayan mengantar pesanan makanan mereka .
" Maksudnya ?? "
" Di saat Ava udah mau nyerah Abang malah baik baikin Ava . Pakai bilang cinta Ava obsesi lagi !! Sekarang nggak ada angin nggak ada hujan bahkan Abang bilang sayang , tanpa permisi cium Ava . Niat banget hancurin Ava ya .... " ujar gadis itu dengan dua sudut mata yang mulai berair .
" Abang kan sudah minta maaf sayang ... kau sudah dengar alasannya bukan ?? Aku tekan perasaanku padamu hanya untuk kebaikan kita . Sudah ... jangan bahas ini lagi . Sekarang.kita makan dulu , mau disuapin Abang !? "
Ava tak menjawabnya tapi ia mengambil sebuah piring dan mengambil nasi untuk pria di sampingnya . Nasi dengan lauk cumi asam pedas , udang goreng tepung dan tumis kangkung .
Dia tidak mengambil secuilpun ikan karena tahu Janu punya sedikit masalah dengan ikan yang membuatnya tak pernah mau lagi memakannya . Dulu sebuah duri tak sengaja gajah menancap di lidah Janu ketika makan sajian ikan , untung saja bisa diambil tanpa butuh bantuan medis .
" Terimakasih ... "
Sejenak mereka menikmati makanan mereka dengan terkadang saling menyuapi seperti yang biasa mereka lakukan .
Ava menghentikan tangannya yang sibuk memisahkan duri dari daging ikan , di tatapnya sejenak wajah tampan yang tampaknya sudah menyelesaikan makannya .
" Abang makan apa kesurupan ?? Cepet banget sih !! "
" Itu bukan jawabannya ... "
" Nggak tau .... masih hitam putih semua , Ava tahu Abang sayang banget sama Ava !! Tapi untuk cinta .... selama ini hanya Ava yang menunjukkannya , seperti orang gila Ava memuja orang yang sama sekali tidak menanggapi rasa yang aku punya "
Janu menghela nafas panjang , dia biarkan gadisnya menghabiskan makanannya terlebih dahulu . Dia menghapus sisa saus disudut bibir kemerahan itu ketika Ava terlihat sudah menyelesaikan makanannya .
" Memang kamu butuh bukti seperti apa agar percaya Abang cinta sama kamu ?? Abang udah lamar kamu dari ibu dan ayah .. apalagi !? "
__ADS_1
Ava menggelengkan kepalanya sembari tersenyum , gadis itu juga terlihat menyapu ujung bibir pemilik hatinya yang ada sedikit noda sausnya .
Walaupun sebenarnya dia mengharap sesuatu yang romantis tapi dia tak akan mengatakannya pada kulkas lima pintu di depannya . Sepertinya pria yang ia cintai memang tidak punya sisi itu .
" Ava enggak minta apa apa ... Pulang yuk ! Besok Ava ada kelas pagi "
Dengan tetap merengkuh pinggang gadisnya Janu membimbing Ava ke area parkir yang tak jauh dari tempat mereka sekarang . Dia tahu banyak mata yang mengangumi kecantikan gadisnya .
Tak berapa lama sampai juga mereka di mansion . Ava terkejut ketika tangan kekar itu menarik lembut pinggangnya .
" Abang mau bobok sama Ava !? "
Janu tertawa dan mengambil sesuatu di saku jaket yang ia kenakan . Sebuah kotak kecil berwarna merah jambu yang ketika di buka isinya adalah cincin berlian berwarna putih .
" Sebenarnya Abang mau kasih ini ketika kita masih di pantai , tapi disana kamu kelihatan masih sebel sama Abang "
" ltu buat aku !? "
" Queen Ava Adipraja ... maukah kau menjadi istriku ? Maukah kau berbagi suka dan duka kelak ?? Saling mendampingi hingga umur yang memisahkan !? Aku tahu mungkin aku belum menjadi pria sempurna untukmu tapi aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk keluarga kita ... untuk anak anak kita nanti "
Ava masih terpaku ketika Janu mulai memasangkan cincin itu di jari manisnya . Tak ia pungkiri ia merasa bahagia ketika pria itu melamarnya secara langsung .
" Kan Ava belum jawab Bang , kok udah main pasang cincin sih ?? "
" Abang tidak mau tahu ... jawabannya harus mau !!! "
" Hishhhh nyebelin !!! "
__ADS_1