
Satu Minggu berjalan begitu cepat , waktu yang ditunggu akhirnya tiba . Beberapa jam ke depan adalah pernikahan seorang sulung dari putra Adipraja , Gema Aksa .
Semua keluarga hadir kecuali Janu dan Ava karena dokter tidak mengijinkan ibu hamil itu melakukan perjalanan jauh terlebih dahulu . Lagipula perbedaan musim antar dua negara di khawatirkan akan mempengaruhi kesehatan Ava . Alhasil mereka akan menyaksikan pernikahan Gema melalui live streaming .
Pernikahan tertutup itu diadakan di barak milik Gregorius Alvaro . Walau awalnya keberatan tapi akhirnya Greg tak bisa berbuat apa apa ketika menantunya dan istri dari empat pilar menyulap halaman depan kediamannya menjadi sebuah tempat layaknya negeri dongeng .
Pesta bertema gardening yang tepat berada di pinggir danau menjadikan suasana sangat romantis . Tempat penuh bunga yang di hiasi dengan ornamen ornamen berwarna merah muda , emas dan putih . Balon balon berbentuk hati bertebaran sebagai lambang kebahagiaan mereka yang melimpah .
Gema beserta seluruh keluarganya menginap di barak , sedang Vania masih dihias di rumahnya yaitu mansion utama Alvaro .
" Kau bahagia dude ?? " tanya Jerry menepuk bahu Gema yang terlihat sudah mengenakan setelan formal warna putih .
" Aku gugup Uncle ... "
Dan jawaban jujur itu membuat seisi ruangan tertawa , baru kali ini mereka melihat Gema gugup menghadapi suatu hal .
" Ckk .. putra kita mau menikah bukan maju perang , kenapa dari tadi kalian menangisinya !? " keluh Bumi melihat istri dari empat pilar yang tak mau jauh dari calon pengantin pria dengan sesekali menghapus air mata mereka .
Mereka sangat bahagia akhirnya sulung yang selalu mengalah dan memberi kebahagiaan pada adik adiknya menemukan kebahagiaannya sendiri .
__ADS_1
" Kau bisa konsultasi padaku jika nanti malam kau menemukan satu kesulitan Kak !! " celetuk Steve yang langsung mendapat tatapan tajam dari ke empat ibunya .
" Apa yang kau tahu anak ingusan !! Jangan dengarkan dia , kau bisa menelpon Uncle jika kau bingung bagaimana harus memulainya " tukas Bumi yang langsung terkena tendangan di kakinya .
" Apa salahku ?? Aku juga papanya , dari kecil jika ia tidak mengetahui sesuatu ia akan bertanya padaku " kilah Bumi sambil menatap malas Adam yang tadi menendang kakinya .
" Bukan hanya dirimu ... kami bertiga juga adalah papanya , kami melihatnya tumbuh dan menjadi hebat seperti sekarang . Aku yakin tanpa bertanya pun dia cukup pintar untuk menemukan jalan keluarnya " ujar Dewa yang duduk di samping Adam .
" Salah Wa , bukan jalan keluar ... nanti malam dia akan mencari jalan masuk . Baru tahu cara bagaimana mengeluarkannya " ujar Jerry yang berhigh five dengan Steve dan Bumi sambil tertawa .
" Terserah Kak Jerry ... " timpal Dewa .
" Kami semua berdoa agar kelak kau di limpahi dengan kebahagiaan . Kau akan menjadi seorang suami , tapi itu tak mengubah apapun karena kau akan tetap menjadi putra kami ... Seorang kakak yang sempurna bagi semua saudara saudaramu " ujar Aira menyeka air matanya .
" Kau lahir dari hati kami sayang .... " ujar Jasmine yang langsung memeluk Gema dengan rasa haru .
*
" Kau bahagia sayang ?? " tanya Erina melihat putrinya yang sangat cantik dengan balutan gaun panjang berwarna putih .
__ADS_1
" Sangat Mom ... " jawab Vania dengan senyum bahagia .
" Sebentar lagi kau akan jadi seorang istri , jangan bertindak ceroboh !! Jangan semaunya karena sekarang apapun yang kau lakukan harus seijin suamimu ! "
" Siap Dad ... "
Sedang Venna dari tadi memeluk adik kesayangannya , ia merasa seperti baru kemarin Vania menangis karena dilarang makan permen olehnya .
" Maaf jika Vania lancang harus menikah lebih dulu ... "
" Tidak masalah , buat Kakak yang penting adalah kebahagiaanmu " sahut Venna .
" Cie ... ciee yang mau ketemu ayank , seminggu tak bertemu rasanya setahun !! Awwwsshh ... " pekik Vania ketika sebuah cubitan mendarat di pipinya .
" Baru dibilangin !! Kumat jahilnya ... Kakak tidak ada hubungan apa apa dengan Steve " tukas Venna kesal .
" Lhohh kok jadi Steve ?? Memang tadi Vania sebut nama dia !? Jangan jangan beneran Kakak ada rasa sama dia ... cinta memang nggak bisa bohong " kata Vania sambil tertawa .
Dennis dan istrinya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah putri mereka . Sampai saat ini pun rasanya mereka seperti tidak percaya jika putri putri mereka tumbuh secepat ini . Rasanya baru kemarin menggendong mereka ....
__ADS_1
" Sepertinya kita sudah semakin tua sayang " ujar Erina memeluk erat suaminya .
Dennis Alvaro hanya terkekeh sambil menciumi pucuk kepala istri tercintanya .