Water N Fire

Water N Fire
123


__ADS_3

" Brengsek !!!! "


PYAAARRR ....


Cherry mengamuk di apartemen mewah yang di sewa El , sejak malam panas itu mereka memutuskan untuk tinggal bersama . Selain butuh tempat yang lebih nyaman El berpikir akan lebih mudah jika ada relasi yang ingin bertemu secara pribadi dengannya .


Dan Elmtiddk keberatan ketika Cherry ingin tinggal dengannya karena ia berpikir tubuh wanita itu bisa menghangatkan ranjangnya jika dia butuh pelepasan hasrat .


" Kau kenapa ?? "


" Langit tidak merespon aku , mereka tidak percaya dengan drama yang aku buat !! Aku harus mencari rencana lain untuk menghancurkan mereka !! " geram Cherry dengan wajah penuh kemarahan .


" Aku tidak mau tahu , kau harus bisa mengacaukan keluarga itu secepatnya . Jika mereka kacau aku bisa lebih mudah juga mengacaukan bisnis mereka . Saranku untukmu ... jangan pernah anggap mudah mereka !! Keluarga itu sangat solid hingga bisa beramai ramai membunuh Daddyku "


" Aku pasti bisa ... akan aku lakukan apapun agar bisa menghancurkan mereka !! Dari kecil aku hidup bersama mereka . Aku tahu kelemahan mereka "


" Mereka bergerak sangat cepat , mereka kacaukan bisnisku di Dubay dan beberapa negara lain . Mereka di bantu pihak lain , tapi ini akan lebih seru !! Mereka ingin adu kekuasaan denganku , mereka tidak tahu aku juga punya pion pion kuat yang bisa maju menghadapi mereka "


Cherry menuju meja bar yang ada di dapur dan menyambar sebotol minuman yang ada disana . Sedang Ellard berjalan menuju pintu apartemen karena terdengar bunyi bel . Benar saja seorang wanita cantik berambut keemasan dengan dress berbelahan dada sangat rendah sudah berdiri disana .


" Hai baby ... masuklah !! Kau sangat cantik dan kurasa kita akan bersenang senang hari ini "


" Kau pun sangat tampan Tuan El , sayang kau hanya memakai aku dua jam " ujar wanita itu dengan mengerlingkan matanya .

__ADS_1


" Aku berubah pikiran , kau akan menjadi milikku seharian ini . Aku butuh penyegaran setelah melihatnya mengamuk tidak jelas " tunjuknya pada Cherry yang sedang menatapnya marah .


Wanita itu tersenyum ketika Ellard mencium bibirnya sekilas , dan dia hanya menurut ketika tangan kekar itu merengkuh pinggangnya untuk berjalan masuk apartemen . Wanita itu tahu tugasnya skannsfgra di mulai .


" Tunggu El !!! Kau tidak bisa melakukan ini padaku , kita tinggal bersama !! Aku tidak ijinkan j*lang itu tidur di ranjang kita ... "


Ellard memasang badan ketika Cherry ingin meraih tubuh wanita yang disewanya . Seorang model papan atas yang ia dapat dari rekomendasi salah satu temannya .


" Ranjang kita ??? ltu ranjangku ... ini rumahku !! Kau sama sekali tidak punya hak untuk mengaturku hanya karena kita pernah tidur bersama . Dan aku sudah membayarmu setimpal dengan kartu yang sudah aku berikan padamu "


" Tetap saja kau tidak bisa melakukan ini padaku !! " pekik Cherry .


" Jika kau masih seperti ini aku bisa menyeretmu keluar dari apartemen ini sekarang juga !! Tinggalkan kartu yang sudah aku berikan .. aku memang butuh dirimu tapi bukan berarti aku tidak bisa menyelesaikan misi ini tanpamu !!! " geram Ellard mendorong tubuh Cherry hingga tubuh sintal itu terhuyung beberapa langkah ke belakang .


" Come on baby ... let's play !! " kata Ellard pada wanita dalam rengkuhannya .


" Kita akan bermain disini ?? Tapi ada .... "


" Dia hanya angin lalu , dia sendiri yang mau tinggal disini ... cepatlah aku sudah tidak tahan lagi baby , bagiku semua tempat sama saja !! Sepertinya kau sangat nikmat "


" Akkhhh .... slow down El !! " pekik wanita itu ketika Ellard mendorongnya dengan keras hingga ia jatuh telentang di sofa ruang tamu . Tak hanya sampai disitu dengan tak sabaran El menarik penghalang terakhir di tubuh wanitanya .


Dan El tak peduli jika Cherry masih berdiri disana , dia menikmati permainannya tanpa peduli perasaan wanita yang sudah beberapa hari ini menghangatkan ranjangnya . Baginya sama saja , semua wanita akan tunduk padanya hanya karena uang .

__ADS_1


*


" Ckk ... lepasin dulu ininya " ujar Vania melihat ke arah tangannya yang masih saja di genggam erat oleh pemilik hatinya .


" Tidak ... "


" Kayak mau nyebrang gandengan terus dari tadi . Lagian tuh kamarnya udah nyampe !! " tunjuk Vania pada pintu kamar dengan nomor sama dengan kunci yang sedang di bawanya .


Saat ini Gema mengantarkan Vania ke kamar hotel karena pria itu mendapat ultimatum dari ayahnya agar tidak tinggal seatap dengan gadisnya malam ini sebelum keberangkatan gadis itu besok ke Dubay .


" Lhohh ehhh kok ikut masuk , Om lupa pesan Ayah ?? Nggak boleh berduaan dulu "


" Aku cuma ingin memastikan semua aman untukmu ... " kilah Gema menelusuri setiap sudut kamar yang ditinggali kekasihnya .


Vania tersenyum lebar ketika merasakan dua tangan kekar sudah melingkar diperutnya , Gema sedang memeluknya dari belakang .


" Berapa hari kau disana !? "


" Memang kenapa ?? Takut kangen sama Vania ya ?!! "


" Ckk jawab saja !! " geram Gema yang gemas ketika dengan sengaja gadis itu mengendus leher dan rahangnya .


" Tidak tahu , mungkin sangat lama !! Dubay kota yang sangat indah , aku dan Jero bisa berlibur disana . Dia teman yang menyenangkan "

__ADS_1


" Jangan sebut nama pria lain jika sedang bersamaku " kata Jero meraih wajah cantik itu agar bisa menatapnya .


" Tapi Jero kan ....emmmppttthhhhh "


__ADS_2