
" Kak Venna enggak jadi pulang !? " tanya Vania pada kakaknya , mereka duduk di taman samping mansion utama setelah acara sarapan bersama . Sarapan pertama Venna setelah menyandang nama Adipraja .
" Kakak tugas di sini , jadi enggak bisa kemana mana " jawab Venna , ia tahu adiknya pasti akan sangat penasaran dengan apa yang sudah terjadi .
" Lhohh bukannya besok Kakak tugas di rumah sakit yang lama ?? Tunggu , jangan jangan ..... "
Venna hanya mengangguk pelan menanggapi tatapan Vania yang penuh tanda tanya .
" Hissshhhh ... dasar caper !!! Tapi itu kan rumah sakit besar !! Bukan kaleng kaleng .... pasti akan sangat mahal . Dia pasti sedang menggunakan tipu muslihat untuk menjeratmu Kak "
" Jangankan rumah sakit , gunung pun bakal gue beli kalau demi istri gue . Ngapain gue pake tipu tipu segala .... "
Suara seorang pria membuat dua wanita cantik itu menoleh bersamaan , Steve datang dan mengangkat tubuh istrinya agar duduk dipangkuannya .
" Rumah sakit ternyata punya prospek yang bagus dan buat gue itu cukup menguntungkan . Selain itu juga bisa buat membantu orang yang membutuhkan ... hidup kan nggak cuma soal untung dan rugi saja . Pengalaman yang cukup menarik buat gue !! Jadi gue putusin untuk membeli rumah sakit lagi .... "
" Terimakasih Hubby , aku mencintaimu " ujar Venna dengan mencium lembut pipi suaminya .
Dan Vania hanya memandang sinis ketika Steve tersenyum menang kepadanya . Tapi pandangan sinis itu seketika menjadi sebuah senyuman manis tatkala Gema Aksa datang mendekat ke arah taman .
" Kalian disini ?? "
__ADS_1
" Sayang mereka menindasku ... " adu Vania dengan wajah melasnya .
" Cihhh mana bisa aku menindasmu , bisa bisa suamimu langsung menggantungku di atas atap mansion ini " cicit Steve yang membuat istrinya tertawa .
Venna sangat tahu bahkan seorang Vania saja mungkin mampu menyelesaikan Steve seorang diri , apalagi jika sang suami ikut turun tangan .
" Steve .... "
" Kau lihat dia masih baik baik saja Kak !! Mana berani aku menindasnya , sayang sebaiknya kita pergi ke kamar saja . Di luar terlalu banyak gangguan . Mumpung Langit masih mengijinkan aku cuti kita manfaatkan waktu sebaik baiknya untuk membuat Steve junior " ujar Steve menarik lembut tubuh istrinya agar mengikuti langkahnya untuk kembali ke kamar mereka .
" Kau mau juga ?? " tanya Gema merengkuh dan menciumi pipi istrinya ketika Steve dan istrinya pergi .
" Mau apa ?? "
" Disini terlalu ramai orang , nggak nyaman By ... "
" Ya sudah kita kembali ke apartemen saja dulu , nanti malam kita kesini lagi karena kakek Alfian dan nenek Rita datang berkunjung " ujar Gema .
" Mampir beli yang rasa avocado ... ada nggak By ?? Bosen rasa strawberry "
" Nanti kita mampir cari ke minimarket , kalau nggak ada avocado mau yang rasa apa ?? "
__ADS_1
" Original aja ... nggak usah pakai begituan sekali kali . Boleh ?? "
" Tentu saja boleh sayang , ya paling dikeluarin di luar ... "
" Ckk ribet banget sih By !! " gerutu Vania karena sang suami yang terlampau berhati hati ketika berhubungan dengannya . Gema ingin Vania fokus pada pendidikan dan perusahaan yang di percayakan oleh Grandpanya .
" Ya memang harus begitu sayang ... "
*
" Kak Via nggak pengen sembuh dari fobia Kakak , jika bukan demi kami maka Kak Via bisa melakukan itu untuk Kak Jero . Satu bulan lagi dia datang " kata Lia pada saudara perempuannya .
" Sudah berkali kali ke psikiater tapi tetep aja Kakak takut " keluh Olivia .
" Dulu Kak Via nggak ada motivasi , sekarang ada Kak Jero . Semua wanita pastinya ingin sempurna di mata pria yang dicintai , benar kan ?? Paman Elda adalah psikiater ternama , besok kebetulan dia berkunjung karena besok adalah hari ulang tahun Aunty Meera ( ibu Elda ) "
" Tapi jika tetap tidak sembuh bagaimana !? "
" Yang penting kemauan Kakak untuk sembuh kuat !! Malam itu indah ... begitupun bintang dan bulan yang menghiasinya . Tidak ada yang perlu di takutkan " ujar Lia menyemangati .
" Dia sedang berlibur , apa tidak apa apa jika mengganggu waktunya untuk konsultasi !? "
__ADS_1
" Absolutely not ... ok aku buatkan janji untuk sesi pertemuannya . Pokoknya Kak Via semangat untuk sembuh "
" Aku coba ... "