
Lulu menghela nafas ketika melihat sang suami yang sudah terlihat terlelap . Sampai sekarang dia masih tidak mengerti kenapa pria itu harus bersikap seperti itu . Padahal sengaja dia tidak mau menceritakan masa lalunya hanya untuk menjaga keutuhan keluarga ini .
Merasa suntuk di kamar akhirnya Lulu turun ke bawah untuk membuat segelas es teh , berharap dinginnya minuman itu dapat membuat hatinya sedikit tenang .
" Lhoh kamu kok belum tidur sayang ?? Dingin dingin gini bikin es teh , nanti flu lho "
Lulu menoleh ke arah sumber suara dan ternyata ibu mertuanya sudah ada di belakangnya . Wanita parubaya itu terlihat melangkah mendekat padanya .
" Haus banget Mah "
" Biasakan minum air putih hangat saja , lebih baik untuk menjaga kesehatan kita . Langit sudah tidur ?? "
" Sudah , Mas Langit sepertinya capek banget habis lembur di kantor "
Aira hanya tersenyum , ia tahu putranya sengaja pulang malam agar tidak berinteraksi dengan istrinya .
" Sini sayang , Mamah ingin bicara sesuatu padamu "
Lulu mengangguk dan duduk di sisi mertuanya dengan sebelumnya menuangkan segelas air hangat untuk Aira . Mereka duduk di ruang makan dengan lampu yang sebagian sudah dipadamkan hingga terlihat remang remang .
" Mamah tidak akan bertanya masalah apa yang terjadi antara dirimu dan suamimu . Tapi jika kau ingin berbagi cerita tentang sesuatu maka Mama siap untuk mendengarkan "
" Ada yang mengirimi gambar pada Mas Langit , gambar saat Lulu duduk di kafe dengan Mas Gema ... Kami tidak sengaja bertemu disana ! Waktu itu Lulu ingin membeli kopi panas untuk Mas Langit " Lulu terpaksa bercerita karena sudah sangat bingung mencari solusinya sendiri .
__ADS_1
" Dan dia bertanya bagaimana bisa kalian ada di sana dalam waktu bersamaan ?? Atau dia menuduhmu dengan diam diam bertemu Gema karena ada sesuatu di antara kalian berdua !? "
Lulu tak menjawab tapi dari sorot matanya Aira bisa melihat pembenaran atas semua pertanyaannya .
" Cepat lambat dia akan tahu , ini kenapa dulu Mamah tidak setuju dengan pernikahan ini ! Karena disini kau yang akan terus jadi korbannya "
" Sudah Mah ... jangan bicarakan itu lagi . Lulu nggak mau ada yang mendengar hal ini dan salah paham !! Maaf Lulu sudah lancang berbicara tentang ini . Lulu bingung harus berbuat apa "
" Jika itu bisa membuatmu lega maka bicarakan apapun yang membuat hatimu tidak tenang . Aku juga ibumu sayang "
" Salah paham tentang apa !?? Kalian menyembunyikan sesuatu dariku ?? "
Aira dan Lulu terkejut ketika melihat Langit sudah berdiri di belakang mereka . Tadi sebenarnya Langit belum memejamkan mata sepenuhnya , melihat istrinya keluar kamar ia mencoba mengikuti karena ingin tahu apa yang akan di lakukannya .
" Langit ?? Kau sudah bangun Nak ?? "
" Apa yang cepat atau lambat harus aku ketahui Mah ?! Jika dari awal Mamah tidak setuju dengan pernikahan Langit kenapa tidak mencegahku !!!?? "
Aira mengangguk pelan ketika Lulu memandangnya dengan sedikit panik , dia ingin menantunya tetap tenang menghadapi putra keduanya .
" Mamah tidak setuju karena kalian belum mengenal lebih jauh dari sama lain , hanya karena itu . Sini duduk dulu .... "
Langit berjalan mendekat tapi ia masih tak mau duduk , ia berdiri di sisi istrinya .
__ADS_1
" Apa maksud Mamah dengan mengatakan dalam pernikahan ini istriku yang akan selalu menjadi korbannya ?? Memangnya apa yang sudah Langit lakukan !? "
" Kau tidak melakukan kesalahan apapun Nak , Lulu sudah menjadi istrimu sudah menjadi tugasmu untuk membuatnya nyaman dan bahagia berada di sampingmu . Itu maksud Mamah tadi "
Langit mengambil ponsel yang ada di saku celana trainingnya , dia memutar sesuatu dan diperlihatkan pada dua wanita yang ada di depannya .
Dahi Aira berkerut ketika melihat sebuah video yang sepertinya berlatar di sebuah rumah sakit . Terlihat dengan mesra Gema menggendong Lulu sampai ke tempat periksa dokter . Sangat terlihat jika mata keduanya menunjukkan sorot mata yang saling mencintai .
" Kalian masih saja menutupi kebusukan wanita ini !! Wanita seperti ini yang Mama bela ?? Pertama di kafe , kemudian di rumah sakit .... dan mungkin yang ketiga di hotel "
PLAKKKKK ....
" Mahhhh .. !!!! " pekik Lulu spontan berdiri meraih lengan suaminya dan memasang badan di depannya .
" Jangan bicara kurang ajar pada istrimu !!! "
Langit meraba pipinya yang merah karena tamparan yang cukup keras dari wanita yang sudah melahirkannya . Tamparan pertama yang dia dapat dari seorang Aira Prameshwari .
" Kami tidak pernah mengajarimu untuk bersikap kurang ajar seperti itu . Jika kau ingin menyalahkan seseorang maka salahkan Mamah !! Karena terlalu mencintaimu aku membiarkanmu tumbuh seperti ini , menjadi manusia yang tidak tahu arti menghormati dan menghargai !! Menjadi manusia yang tidak pernah peka dan tidak mengerti arti cinta .... " kata Aira yang menahan agar dirinya tidak berteriak di depan putranya . Air mata sudah menggenang di kedua sudut matanya .
" Langit tidak mengerti ... wanita ini yang mampu berselingkuh di belakang Langit ketika pernikahan kami baru berumur hari !! Dan Mamah membuatnya benar , kalian memang bersalah !! Kalian membiarkan aku menikahi j*lang sepertinya !!! " teriak Langit sambil mendorong kuat kuat tubuh Lulu yang berdiri di depannya .
" Tutup mulutmu !!! "
__ADS_1
BUGGHHHHH ....