
Selesai makan malam Jero segera membimbing tangan Via untuk keluar dari restoran . Sampai dipintu keluar seorang pria bertubuh besar tak sengaja menyenggol tubuh Lia hingga terhuyung ke belakang .
Jero meradang melihat gadisnya yang terlihat sedikit kesakitan akibat benturan itu . Tapi ia terkejut ketika merasa sebuah tangan menahannya .
" Sudah Kak , tak perlu diperpanjang .... !! Aku tidak apa apa " lirih Lia agar pria didepannya sedikit tenang .
Bertengkar ataupun berkelahi di tempat umum seperti ini bukanlah pilihan terbaik walau iapun sebenarnya sangat kesal dengan pria yang bahkan tidak minta maaf karena sudah menabraknya .
" Cihh ... ternyata kau adalah tipe tipe yang bersembunyi di belakang wanita !!
Bukannya pergi pria bertubuh besar itu malah memprovokasi Jero .
" Kau ... "
KRREEKKK ...
Lia sudah menghadang dan tubuhnya tepat ada di depan Jero , matanya menatap tajam pria yang tadi menabraknya . Tangan mungilnya juga sudah ada diatas pundak pria yang sedang meringis kesakitan itu .
" Apa yang sudah kau lakukan padaku ... Apa kau sedang membalasku !? " lirih pria bertubuh besar yang merasakan sakit luar biasa di pundaknya .
" Tidak ... hanya mencegah kalian melakukan hal bodoh di sini . lni tempat makan , bukan sasana tinju " kata Lia datar dengan mata masih menatap tajam pria itu .
__ADS_1
Dan dengan segera pria itu pergi meninggalkan mereka , setelah itu Lia segera menggeser tubuhnya agar berada disamping Jero yang masih menatapnya heran .
" Jangan menatapku dengan pandangan seperti itu Kak , aku dan Lia adalah putri putri Al Shamma . Jika hanya hal seperti itu kami biasa menghadapinya , kami tidak bisa selalu bergantung pada para pengawal ataupun pertolongan orang lain "
" Satu poin lagi yang menambah rasa kagumku padamu ... "
" Jangan ... jangan kagum padaku hanya karena hal itu " sahut Lia dengan membuang pandangannya ke arah lain , ia tak sanggup menatap mata penuh cinta dari pria disampingnya .
" Kau lembut , baik dan punya sikap !! Kau sempurna bagiku "
Lia hanya tersenyum , ia pasti akan sangat berbahagia jika saja pujian itu adalah untuknya . Tapi miris semua pujian yang dilontarkan Jero adalah untuk saudara kembarnya .
Tangan mereka tak sengaja bergandengan sampai mereka di area parkir , Jero menahan tangan mungil yang ingin lepas dari genggamannya .
" Jangan begini , aku hanya tidak nyaman jika diperlakukan seolah olah aku adalah milikmu ! Kita masih terlalu muda Kak , masih ada jalan panjang yang harus kita lewati . Mungkin di jalan itu kita akan bertemu orang orang baru yang mungkin akan ditakdirkan menjadi pendamping kita kelak . Aku menyukaimu .... tapi aku mohon beri kita waktu ! Jangan sampai perasaanmu padaku malah menjadi penghambat Kak Jero mencapai mimpi . Aku yakin banyak hal yang ingin kau raih !! Jika suatu saat kau sudah mencapai semua ... maka datanglah padaku " ujar Lia mantap , gadis itu yakin suatu saat Jero pasti akan datang menjemput Via dan menjadikan gadis itu sebagai ratunya .
" Apa kau yakin bisa menungguku ??! "
" Kak Jero pikir aku bisa pergi kemana jika hatiku sudah kau bawa bersamamu !? "
" Baik jika begitu ... di tempat ini aku bersumpah padamu !! Jika sudah saatnya maka aku akan datang padamu , dan kau tidak boleh lupa pada janjimu karena mulai malam ini hatiku ada bersamamu "
__ADS_1
Lia hanya mengangguk pelan , satu tetes air mata tak sengaja jatuh ke pipinya . Dengan lembut Jero mengusap pipinya yang basah . Dirangkumnya wajah ayu itu hingga kini kening mereka bertaut , mata mereka terpejam menikmati kebersamaan mereka malam ini .
" Boleh aku menciummu !? "
" Tidak !!! " tegas Lia , ia membalikkan badan ingin melangkah menjauh sebelum hal yang tidak ia inginkan terjadi .
" Tapi aku memaksa .... "
SYYUUTTTT ...
" Emmmpptthhhh ...... "
Walau terkejut akhirnya Lia terbuai dengan kecupan kecupan lembut yang berubah menjadi ciuman dalam itu . Saling mengulum , saling menghisap .... mereka benar benar menikmati semuanya hingga dua tautan bibir itu terlepas karena sudah kehabisan nafas .
" Kak ... hahhh....hahhhh " lirih Lia dengan nafas masih memburu , ada rasa bersalah karena trbuai dengan ciuman pria di depannya . Ciuman yang sama sekali bukan menjadi haknya , ciuman yang seharusnya menjadi milik saudaranya .
" Maaf ... maaf sayang " Jero pun masih mengatur nafasnya yang tersengal .
" Ini yang terakhir , aku berjanji tidak akan melakukan lagi sebelum aku bisa memilikimu ... aku mohon tunggu aku dua tahun lagi , aku akan segera menjemputmu setelah aku bisa meraih semua yang kuinginkan ! "
Jero akan menyelesaikan pendidikannya satu tahun lagi , dan dalam satu tahun berikutnya ia ingin belajar semua dari ke empat ayahnya . Otaknya yang jenius membuat Jero menyelesaikan pendidikan S3 nya hanya dalam waktu dua tahun .
__ADS_1
" Aku akan menunggumu "