Water N Fire

Water N Fire
72


__ADS_3

Pagi harinya Bumi sudah memanggil putranya untuk bicara ke ruang kerjanya , bagaimana singa gurun itu tidak kesal jika semalaman sang istri menemani Ava yang tidur di ruang tengah . Menurut cerita istrinya Ava masih takut melihat ' itu ' suaminya .


" Memang kau apakan istrimu hingga dia jadi ketakutan begitu !? "


" Ckk ... Papah kan tahu Janu cinta banget sama Ava !! Aku nggak mungkin apa apain dia , belum di apa apain saja udah kabur "


" Ya Tuhan , kenapa kalian ada ada saja !! Semalam Steve nekat mau balapan ... di tambah istri kamu yang ngungsi di ruang tengah "


" Steve balapan ?? Bukannya cedera lututnya belum sembuh benar !? "


" Papa sedang nggak mau bahas itu ! Yang penting sekarang urus istrimu , jangan sampai nanti malam Mamahmu nemenin dia tidur di ruang tengah lagi . Kau sangat tahu jika Mamah kamu sangat menyayangi Ava " gerutu Bumi yang harus begadang semalaman karena dia tidak bisa tidur jika tanpa ada Aira disampingnya .


Janu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , semalam istrinya langsung lari keluar kamar tanpa ia bisa mengejarnya . Bukan karena tidak ingin tapi saat itu tak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya .


Dan naasnya sang Mama malah melotot padanya saat ingin membujuk istrinya , dan pasti sang mama mengira dia sudah berbuat hal yang tidak baik pada istrinya .


" Janu enggak ngira bakal seruwet ini ! Janu kira habis nikah enak ... eeee malah tambah ribet !! "


" Kamu ribet dibikin sendiri , padahal solusinya gampang !! " ujar Bumi memijit pelipisnya , ia tak mengira putra pendiamnya bisa senaif ini .

__ADS_1


" Gampang ?? Maksud Papah !?? "


" Tinggal pergi ke apotek terdekat ... gampang kan ??! "


" Ke apotek ?? Janu dan Ava tidak sakit , kenapa harus ke apotek ? "


" Haissshhh anak ini ... Ava masih muda , tidak mungkin ia minum obat untuk menunda kehamilan . Terlalu beresiko di kemudian hari . Jadi kau yang butuh solusi "


" Ya sudah nanti Janu ke apotek buat beli obatnya .... "


" Obat ??? Papa tidak suruh kamu beli obat tapi beli sarung "


Janu tampak semakin bingung karena seumur hidup baru kali ini dia mendengar bisa membeli sarung di apotek .


Bumi melempar pulpen yang ada di depannya , gemas hatinya melihat kepolosan putra sulungnya . Wataknya sama persis dengan Reynand yang merupakan ayah kandungnya .


Sangat pendiam , tapi akan menjadi sangat ramah jika sedang bersama orang orang terdekatnya . Tidak pernah sekalipun dekat dengan seorang wanita kecuali istrinya , Ava . Walau tak dipungkiri sosoknya adalah seorang idola dari kaum hawa .


" Apaan sih Pah !! Ya masa iya Janu suruh beli sarung di apotek ... dikira orang gila baru nanti !! "

__ADS_1


Bumi melempar kotak kecil berwarna coklat tua pada putranya .


" Pakai itu dan kau akan tetap bisa memegang janji pada ayah mertuamu !! "


" Ini bukannya ?? " lirihnya dengan mengamati benda kecil bertulis rasa coklat di tangannya .


Dan wajahnya tiba tiba menjadi sangat cerah seperti sedang mendapat durian runtuh .


" Kenapa Papah tidak kasih tahu dari pertama sih !!?? Tega banget lihat Janu kayak gini "


" Kamu nanyaaa ???? Enggak kan !? "


" Ya udah Janu samperin Queen Ava dulu Pah !! Biar nanti malam Papa nggak merana ditinggal Mamah lagi ... "


Bumi berteriak sebelum Janu menghilang dari pintu ruangan ...


" Pagi ini kami ke Malang sama Dewa lihat lokasi proyek baru kita disana ! "


Dan wajah cerah itu menjadi begitu lesu seketika , sepertinya malam ini dia kembali akan menunda keinginannya karena mempunyai pekerjaan yang mengharuskannya menginap di luar kota .

__ADS_1


" Memang harus hari ini ya Pahh !?? Seneng banget lihat Janu kesiksa sih !?? "


" Derita elo itu sihhh ... "


__ADS_2