
Pagi harinya Bumi sudah memanggil putranya untuk bicara ke ruang kerjanya , bagaimana singa gurun itu tidak kesal jika semalaman sang istri menemani Ava yang tidur di ruang tengah . Menurut cerita istrinya Ava masih takut melihat ' itu ' suaminya .
" Memang kau apakan istrimu hingga dia jadi ketakutan begitu !? "
" Ckk ... Papah kan tahu Janu cinta banget sama Ava !! Aku nggak mungkin apa apain dia , belum di apa apain saja udah kabur "
" Ya Tuhan , kenapa kalian ada ada saja !! Semalam Steve nekat mau balapan ... di tambah istri kamu yang ngungsi di ruang tengah "
" Steve balapan ?? Bukannya cedera lututnya belum sembuh benar !? "
" Papa sedang nggak mau bahas itu ! Yang penting sekarang urus istrimu , jangan sampai nanti malam Mamahmu nemenin dia tidur di ruang tengah lagi . Kau sangat tahu jika Mamah kamu sangat menyayangi Ava " gerutu Bumi yang harus begadang semalaman karena dia tidak bisa tidur jika tanpa ada Aira disampingnya .
Janu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal , semalam istrinya langsung lari keluar kamar tanpa ia bisa mengejarnya . Bukan karena tidak ingin tapi saat itu tak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya .
Dan naasnya sang Mama malah melotot padanya saat ingin membujuk istrinya , dan pasti sang mama mengira dia sudah berbuat hal yang tidak baik pada istrinya .
" Janu enggak ngira bakal seruwet ini ! Janu kira habis nikah enak ... eeee malah tambah ribet !! "
" Kamu ribet dibikin sendiri , padahal solusinya gampang !! " ujar Bumi memijit pelipisnya , ia tak mengira putra pendiamnya bisa senaif ini .
__ADS_1
" Gampang ?? Maksud Papah !?? "
" Tinggal pergi ke apotek terdekat ... gampang kan ??! "
" Ke apotek ?? Janu dan Ava tidak sakit , kenapa harus ke apotek ? "
" Haissshhh anak ini ... Ava masih muda , tidak mungkin ia minum obat untuk menunda kehamilan . Terlalu beresiko di kemudian hari . Jadi kau yang butuh solusi "
" Ya sudah nanti Janu ke apotek buat beli obatnya .... "
" Obat ??? Papa tidak suruh kamu beli obat tapi beli sarung "
Janu tampak semakin bingung karena seumur hidup baru kali ini dia mendengar bisa membeli sarung di apotek .
Bumi melempar pulpen yang ada di depannya , gemas hatinya melihat kepolosan putra sulungnya . Wataknya sama persis dengan Reynand yang merupakan ayah kandungnya .
Sangat pendiam , tapi akan menjadi sangat ramah jika sedang bersama orang orang terdekatnya . Tidak pernah sekalipun dekat dengan seorang wanita kecuali istrinya , Ava . Walau tak dipungkiri sosoknya adalah seorang idola dari kaum hawa .
" Apaan sih Pah !! Ya masa iya Janu suruh beli sarung di apotek ... dikira orang gila baru nanti !! "
__ADS_1
Bumi melempar kotak kecil berwarna coklat tua pada putranya .
" Pakai itu dan kau akan tetap bisa memegang janji pada ayah mertuamu !! "
" Ini bukannya ?? " lirihnya dengan mengamati benda kecil bertulis rasa coklat di tangannya .
Dan wajahnya tiba tiba menjadi sangat cerah seperti sedang mendapat durian runtuh .
" Kenapa Papah tidak kasih tahu dari pertama sih !!?? Tega banget lihat Janu kayak gini "
" Kamu nanyaaa ???? Enggak kan !? "
" Ya udah Janu samperin Queen Ava dulu Pah !! Biar nanti malam Papa nggak merana ditinggal Mamah lagi ... "
Bumi berteriak sebelum Janu menghilang dari pintu ruangan ...
" Pagi ini kami ke Malang sama Dewa lihat lokasi proyek baru kita disana ! "
Dan wajah cerah itu menjadi begitu lesu seketika , sepertinya malam ini dia kembali akan menunda keinginannya karena mempunyai pekerjaan yang mengharuskannya menginap di luar kota .
__ADS_1
" Memang harus hari ini ya Pahh !?? Seneng banget lihat Janu kesiksa sih !?? "
" Derita elo itu sihhh ... "