
" Kau ??? "
" Hai kita bertemu lagi ... apa aku menganggu acara reuni kalian !? " sapa Vania tanpa melihat Cherry yang menatapnya heran , gadis itu langsung berjalan menuju pemilik hatinya .
Mata Cherry memicing ketika melihat gadis yang sudah pernah mengancamnya bergelayut manja pada sulung Adipraja , bahkan gadis itu mengecup kedua pipi pria itu dengan santainya .
" Kapan kau datang gadis nakal ?? Kenapa tidak mengabariku !? " tanya Gema sambil mencium lembut kening Vania .
" Pasangan menjijikkan !!! " umpat Cherry yang kesal karena di suguhi kemesraan orang orang yang di bencinya .
" Aku pulang karena terlalu merindukanmu , perempuan ini biar aku yang tangani karena aku yakin Om tidak akan bisa berbuat apa apa padanya . Mau bicara seperti apapun akan percuma karena otaknya sudah bebal !! " bisik Vania yang masih bisa di dengar oleh Cherry .
" Aku tidak ada urusan denganmu j*lang !! "
" Jaga mulutmu !!! " pekik Gema .
" Sudah aku bilang , biar aku yang tangani ! Kalian para pria Adipraja sudah terikat janji pada Kakek Alfian untuk tidak menyakitinya , sedangkan aku tidak ... " ucap Vania dengan mengerlingkan sebelah matanya pada Cherry .
" Jangan berbuat yang tidak tidak , aku tidak mengijinkannya sayang " kata Gema yang tahu watak calon istrinya yang tak terduga .
" Ckk ... jika tidak selesai hari ini maka perempuan gila ini akan selalu menjadi kerikil di sepanjang jalan . Tenang saja aku tidak akan membuatnya hancur , aku hanya menjauhkannya agar tidak menghalangi di jalan kita "
" Ya sudah jika begitu , aku pegang janjimu !! Aku tunggu kau di kapal sebelah sana , kita akan bertemu kakek !! " kata Gema yang kemudian melangkah pergi setelah mencium satu pipi kekasihnya .
" Tunggu aku anak sampah !! Aku ingin bertemu juga dengan kakek !! Aku ingin bicara dengannya ... Akkhhhhhh lepasss !!! "
Vania meraih dan menekan keras pundak Cherry yang ingin berlari menyusul Gema , dia tahu wanita ular itu ingin bertemu Alfian hanya untuk meminta suaka sekaligus jaminan finansial yang sudah di cabut semua darinya .
" Siapa yang mengijinkanmu hahh !! Sudah aku bilang padamu , panggil calon suamiku dengan benar !! "
__ADS_1
" Jadi anak pungut itu adalah calon suamimu !!? Pasangan aneh yang sempurna , satunya sampah satunya gadis brengsek "
Vania hanya tersenyum sinis , dia berusaha menekan emosinya walau sebenarnya ingin sekali merobek mulut wanita ular itu .
" Apa yang kurang dari hidupmu !? Jika kau bisa menjawab pertanyaan itu aku akan membiarkanmu pergi menyusul Gema Aksa "
" Cihh pertanyaan macam apa itu !?? Aku tidak mau menjawabnya " sinis Cherry dengan pandangan penuh kebencian .
" Jawab saja atau aku perlu keluarkan otakmu agar aku bisa mencari jawabannya sendiri ???!! " tanya Vania sambil menatapnya tajam .
Cherry terdiam , ia tahu benar jika gadis di depannya sangat bisa melakukan apa yang baru di katakannya .
" Apa maksudmu bertanya seperti itu ?? "
Vania melangkah dan mengambil pisau yang tadi akan di gunakan Cherry untuk menyerang Gema . Senyumnya mengembang ketika melihat Cherry mundur beberapa langkah dengan wajah ketakutan .
" Aku hanya bertanya padamu , apa yang kurang dari hidupmu "
" Mommy .... mereka merenggutnya dariku ! "
" Siapa yang merenggutnya ?? Dan bagaimana caranya !? Dengan pisau seperti yang aku bawa sekarang ini ? Atau dengan senjata api seperti yang selalu pria Adipraja bawa !? "
" Mereka semua membiarkan mommyku hidup bersama pria menakutkan yang selalu menyiksanya !! " pekik Cherry meluapkan emosinya .
" Baca ini .... ini hanya kopiannya karena surat aslinya masih disimpan oleh seseorang " ujar Vania menyerahkan selembar kertas yang sepertinya berisi sebuah perjanjian di atas materai .
" Ini apa ?? "
Tangan Cherry terkepal ketika membaca ternyata itu adalah surat perjanjian yang ditandatangani oleh Narra dan Alexander Gozza . Yang menyatakan bahwa dalam waktu satu tahun Narra terikat untuk melayani putranya bernama Terra Bajhra Gozza . Narra akan terbebas dari perjanjian itu setelah melahirkan anak dari pria itu . Dan untuk itu Narra mendapat upah fantastis sebagai kompensasi .
__ADS_1
" Kau bisa baca kan !!? Bukan Adipraja yang membuat ibumu terjebak dengan pria psikopat itu !! Tapi ibumu sendiri yang terlalu gila uang "
" Tapi mereka bisa membebaskan Mommy ! "
" lbumu sendiri yang membuat dirinya terjebak di dunia kelam bernama prostitusi , dia sering membayar pria hanya untuk memanaskan ranjangnya ... Dan salah satu pria pemuas ranjangnya yang akhirnya memanfaatkannya . Menurutmu apa itu salah keempat ayah dan ibumu ??? Berryl ... aku bisa menyeret pria itu kesini jika kau mau . Atau jika kau mau aku bisa membawa pria bernama Alexander Gozza itu sekarang juga "
" Kurang ajar !!! Jangan hina Mommyku !!!."
Tangan Cherry terayun ingin menampar gadis di depannya , tapi dengan sigap Vania bisa menahannya .
" Kau pikir aku orang kurang kerjaan hingga harus menyibukkan diri dengan hal tak berguna sepertimu ?? Dia sudah hina walau aku tidak menghinanya !! Dan sekarang jawab pertanyaanku ... Apa yang kurang dari hidupmu !?? "
Cherry terdiam , otaknya terasa buntu karena emosinya yang memuncak .
" Aku bantu menjawab jika begitu . Tidak ada yang kurang dari dirimu , hanya satu hal yang tidak pernah kau punya ... rasa syukur !! Jika Dia mengambil ibumu maka Dia gantikan dengan yang jauh dan jauh lebih baik ... Ke empat pilar menjadi pelindungmu ... kau punya saudara saudara yang benar benar menyayangimu !! Kau hidup dengan berlimpah kasih sayang "
Cherry terhenyak , dia masih ingat saat kecil dia bahagia bermain dengan saudara saudaranya . Sampai hari itu tiba ... saat Putra kemudian datang menjejalinya dengan ujaran ujaran kebencian yang semakin hari menumbuhkan rasa benci di hatinya .
CLLAAPPPP ....
" Akkhhh ...." Cherry berteriak kaget .
Sebuah pisau melayang dan menancap tepat di di depan kakinya . Sepertinya Vania sengaja melakukan itu untuk memperingatkannya .
" Jauhi Adipraja !!!! Aku tak peduli apa yang akan kau perbuat diluar sana dengan Grandpa tercintamu itu ... tapi sekali aku melihat kau mendekati mereka lagi maka jangan salahkan aku jika pisau itu menancap tepat di jantungmu !!! "
" Tapi .... "
Sepertinya rasa sesal pun sudah tidak ada gunanya , Cherry tahu gadis itu tidak pernah main main dengan kata katanya .
__ADS_1