
FLASH BACK TIGA PELURU
DORRRR ... DOORRRR ... DOORRRRR
Gema menahan nafas ketika merasakan tiga peluru sekaligus yang mengenai badannya . Tapi dahinya mengernyit karena walau sangat sakit tapi ia tak merasakan timah panas itu bersarang di salah satu bagian tubuhnya .
Seseorang menepuk bahunya , dan ia mendengar Greg meminta anak buahnya membuka ikatan kain yang menutup matanya .
" Kau hebat Nak !! Buka ikatan kainnya !!! "
Matanya sedikit kabur ketika pertama kali penjaga membuka ikatan kainnya , samar ia melihat Greg ada di depannya dengan senyum.lebar . Hampir ia tak percaya jika tidak melihat dengan mata kepala sendiri . Pria angkuh itu sedang tersenyum.lebar kepadanya .
" Tuan Gregorius , apa yang terjadi ?? Kenapa saya tidak terluka ?? Apa terjadi kesalahan !?" tanya Gema masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi padanya .
" Panggil aku Grandpa seperti cucuku memanggilku . Aku memang menembakku dan itu tepat aku arahkan ke jantung dan hatimu . Kau bisa melihat bekasnya ... " tunjuk Greg di sebuah kain cukup tebal yang melapisi baju Gema .
Gema melihat ke arah dirinya , ternyata sebuah kain tebal berwarna kehitaman di pasangkan ke tubuhnya dan ia tahu pasti itu adalah material anti peluru . Jadi ini yang dipasang penjaga tadi ke tubuhnya sesaat sebelum terjadi penembakan .
Tiga bekas tembakan terlihat tepat mengenai tepat di jantung dan hatinya . Walau tiga peluru itu tak tembus di badannya tapi rasa sakit dan ngilunya masih sangat ia rasakan .
__ADS_1
" Apa yang kau rasakan ?? Kami membuat anti peluru baru dengan lapisan yang lebih tipis dari biasanya " ucap Greg menepuk nepuk pelan bahu calon cucu mantunya .
" Tidak terlalu efektif Tuan ... eh maksud saya Grandpa ! Rasanya masih sangat menyakitkan ketika terkena peluru tadi . Jika kita kena dalam keadaan tidak siap bisa saja respon kita berlebihan atau pingsan " jawab Gema dengan sesekali meringis merasakan pegal di dadanya .
" Ya ... ya ... kami harus memperbaiki materialnya agar bisa menahan peluru tanpa rasa sakit berlebihan . lni baru ujian pertamamu Nak ! Kau lulus dengan uji keberanian ini , sekarang ikut aku .... "
" Apa saya akan di uji lagi ?? "
" Ujian kedua adalah uji kepintaran dan strategi . Aku mau selain pria pemberani dan kuat , calon suami cucuku haruslah pria yang pintar dan cerdas !! Keberanian tanpa kecerdasan tidak ada artinya ... seperti tong kosong berbunyi nyaring " ujar Greg mulai melangkahkan kakinya meninggalkan lapangan latihan .
" Saya mengerti Grandpa ... " kata Gema sambil perlahan mengikuti langkah pria tua di sampingnya .
" Saya tahu Grandpa , apa tidak sebaiknya kalau kita menemuinya terlebih dahulu !? "
" Aku akan meminta salah satu penjaga agar dia menemui kita di sarang belakang . Ngomong ngomong bagaimana kabar Alfian Adipraja !? Apa kakekmu itu baik baik saja !? Seharusnya pria besar sepertinya masih mampu menguasai dunianya dulu , sayang ia malah memilih untuk menyingkir ... " ujar Greg panjang lebar .
" Kakek sangat sehat , beliau tinggal di pulau pribadinya bersama para penduduk lokal "
" Akupun pengagum ayahmu ! Adam adalah kandidat kuat pengganti Alfian untuk menguasai dunia hitam , tapi seperti ayah angkatnya dia memilih hidup tenang mendampingi Bumi membangun kerajaan bisnis Adipraja "
__ADS_1
" Begitupun kami yang sangat mengagumi anda Grandpa , anda adalah salah satu panutan kami "
Dan mereka tertawa bersama ...
Tak berapa lama sampailah mereka ke dalam rumah yang sedikit lebih besar dari rumah yang ditinggali oleh Greg . Penataan seperti rumah biasa seperti pada umumnya , hanya lebih banyak meja dan kursi disana .
" Kita akan adu strategi dengan itu ... " ujar Greg dengan menunjuk sebuah kotak berwarna hitam putih dengan bidak di atasnya .
" Catur !? " cicit Gema .
" Ya , tiga kali permainan . Jika kau kalah maka sekali lagi kau akan mencoba lapisan anti peluru terbaru buatan kami . Jika aku kalah maka hari ini juga aku akan menikahkan kalian . Tapi aku tidak suka pesta , apa kau keberatan dengan itu !? "
" Tidak ... tentu saja saya tidak keberatan . Saya akan memberi perlawanan penuh kali ini , saya tidak akan sungkan lagi " sahut Gema duduk di depan Greg yang sudah bersiap menjalankan satu bidak caturnya .
Gema memang dari kecil sudah sangat menyukai permainan ini . Dulu saat kecil bahkan iapun mampu mengalahkan ke empat ayahnya dalam permainan ini . Catur adalah salah satu permainan kesukaannya .
Tapi sebelum ia sempat menjalankan satu bidaknya mereka mendengar pintu di dobrak dengan sangat keras .
BRAKKKKK ...
__ADS_1
" Kalian .... "