
" Maaf jika Gema lancang membawa gadis nakal itu kesini " ujar Gema dengan wajah tertunduk .
Walaupun tidak perlu di bawa ke rumah sakit tapi Gema yakin luka yang dialami Langit cukup parah . Gadis belia itu sepertinya sangat faham dengan titik titik vital lawannya . Setiap pukulan dan tendangan yang di lakukannya pasti mendarat di titik kelemahan Langit .
Gadis itu sedang duduk berbincang dengan Jasmine di pinggir kolam , sedang Gema berbincang dengan Bumi dan Adam di ruang tamu .
" Gadis itu benar , kami terlalu melindunginya hingga Langit tumbuh menjadi pria yang egois . Aku salah mendidiknya .... " ujar Bumi dengan pandangan jauh ke depan , seperti ada beban di hatinya yang belum terangkat .
" Kami semua berarti punya andil yang sama , cinta kami yang membuatnya seperti ini ... " sahut Dewa menepuk bahu kakak iparnya .
Dewa tahu jiwa pemberontak Langit muncul karena hasutan hasutan wanita yang mereka asuh dari kecil . Dan naasnya mereka tidak menyingkirkan Cherry karena berharap suatu saat cinta dari keluarga bisa mengubahnya .
Bumi sudah sangat dekat dengan Cherry sejak usia wanita itu masih berumur dua tahunan . Waktu itu dia belum tahu jika Cherry bukan putri kandung dari kakaknya Reynand .
" Semua sudah berlalu , sekarang Langit sudah tahu semuanya . Gema harap Uncle juga bisa menceritakan tentang Cherry pada Aunty ataupun anggota keluarga yang lain . Jangan sampai hal ini menjadi bom waktu yang pasti membuat semua keluarga kecewa karena kalian sudah menyembunyikan ini selama bertahun tahun "
Bumi dan Dewa hanya mengangguk tanpa berkata kata .
" Dulu ... sekitar sepuluh tahun yang lalu ayahmu pernah mengatakan padaku untuk berhati hati pada Cherry . Adam melihat keanehan keanehan pada gadis bermuka dua itu , dan sayangnya Uncle tidak percaya karena merasa aku lebih mengenalnya . Aku mengasuhnya dari dia kecil , bagaimana mungkin dia akan membenciku . Tanpa aku tahu jika dendam sudah merasuki hatinya , dia mengira keluarga ini sengaja membiarkan ibunya masuk dalam cengkeraman pria psikopat bernama Terra . Cherry mengira kami membiarkan ibunya mati sia sia "
Berat rasanya untuk kembali mengenang masa itu , bahkan Janu yang saat itu baru berumur dua tahun harus meregang nyawa karena peluru dari kakek kandung Cherry bernama Putra .
__ADS_1
" Sayang bagaimana dia !? " Bumi beranjak ketika melihat Aira menghampirinya .
Aira tadi menemani Lulu di kamarnya karena dokter keluarga sedang memeriksa keadaan Langit . Dan Aira turun ke bawah setelah dokter itu selesai dengan tugasnya , ia juga memberi kesempatan agar Lulu dan suaminya leluasa untuk berbicara .
" Butuh istirahat beberapa hari , mana gadis itu !? "
" Gema yang bersalah karena lancang membawanya ke mansion "
Aira tersenyum dan menepuk bahu putra pertama pilar kedua itu .
" Aunty tidak akan menyalahkan siapapun , cepat atau lambat Langit menang akan tahu hal ini . Aunty suka padanya ... dia sangat cantik , bukan begitu !? "
Sementara itu di kolam samping Jasmine terlihat bersemangat berbincang dengan gadis belia yang seumuran dengan putranya .
" Siapa namamu ?? Kau cantik sekali ... "
" Revania Alvaro , aku memang cantik dari lahir Aunty "
Jasmine terkekeh mendengar jawaban dari mulut gadis di sampingnya . Sungguh gadis yang tadi dilihatnya saat di ruang dapur sangat jauh berbeda dengan sosok gadis yang ada disampingnya saat ini .
Vania menjadi sosok menakutkan dengan sorot mata penuh kebencian saat tadi menghajar keponakannya habis habisan . Dan kini gadis itu menjadi gadis manis dan centil yang menjawab semua pertanyaannya dengan gaya ceplas ceplos .
__ADS_1
" Oh God itu artinya kau putri Kak Erina !?? Pantas saja wajahmu seperti tidak asing bagiku . Kau sungguh sangat mirip dengan Mommymu !! Kenapa kau tidak ikut makan malam waktu itu di sini !?? "
" Aku sedang mengejar pangeranku ... kuda putihnya berlari terlalu cepat hingga aku susah mengejarnya "
" Wohhooo .... Aunty tidak sangka jika kau sudah punya pangeran . Jika kau tidak mampu mengejarnya maka aku punya satu pangeran tampan . Sayangnya sore tadi dia ke Bali ke tempat Grandpa nya "
Vania tertawa kecil mendengar tawaran itu , dia tahu Jasmine sedang menawarkan putra semata wayangnya , Jeronimo .
" But mine is hotter Aunty ... dia tak tergantikan "
Sekali lagi gadis belia itu membuat Jasmine tertawa , dari pandangan mata Vania dia tahu siapa pria yang di maksud .
" Kau tidak mengenal Langit dengan baik , kenapa tadi kau menghajarnya ?? Bukannya dia tak punya kesalahan padamu ?! "
" Awalnya Vania berpikir tidak akan ambil pusing dengan apapun yang akan terjadi di mansion ini . Tapi kuping Vania panas ketika mulutnya berbicara kotor pada istrinya sendiri !! Manusia tidak tahu di untung .... jika saja istrinya dan Om Tampan bersikukuh mempertahankan cinta mereka maka dia akan berakhir di rumah sakit jiwa .... Langit terlalu lemah karena terlalu di manja !!! "
" Kau benar .... kami bersalah karena terlalu lunak padanya !! "
Suara seorang wanita membuat keduanya menoleh hampir bersamaan .
" Kak Aira ... "
__ADS_1