Water N Fire

Water N Fire
208


__ADS_3

Hari yang ditunggu tiba , hari ini si kembar putri dari Abiio Al Shamma berulang tahun . Seperti tahun tahun sebelumnya mereka mendapat kejutan manis tiup lilin tengah malam dari kedua orang tuanya .


Bukan hanya itu ternyata Abbio dan Anna juga menyiapkan hadiah lain sebagai hadiah untuk kedua putri tercintanya .


" Selamat pagi sayang , tidur kalian semalam nyenyak !? Maaf jika Daddy dan Mommy sempat mengganggu sebentar " kata Anna memeluk satu persatu putrinya yang saat ini duduk di ruang makan untuk sarapan .


" Kami yang seharusnya berterimakasih karena kalian sangat menyayangi kami . Kado terindah yang Tuhan berikan adalah kalian ... kalian segalanya bagi kami " ujar Via .


" Kau benar Kak , cinta mereka yang membuat hidup kita terasa indah " timpal Lia .


" Karena usia kalian sudah delapan belas tahun Daddy memberi kado lain untuk kalian . Jadinya kami taruh di depan mansion karena tak akan muat jika ditaruh di kamar kalian . Kalian bisa melihatnya nanti setelah sarapan . Dan Daddy harap kalian bisa menyikapi secara baik apa yang sudah kami berikan untuk kalian "


" Terimakasih Dad ... " dua gadis cantik itu beranjak dan memeluk pria parubaya yang masih sangat tampan itu .


" Mommy iri sayang ... kenapa hanya Daddy yang kalian peluk " Anna berpura pura merajuk dan itu membuat suami dan kedua anaknya tertawa .


Dan dua gadis cantik itu bergantian juga memeluk Anna yang masih membawa spatula ditangannya karena wanita itu memang masih sibuk memasak untuk sarapan pagi ini .

__ADS_1


Setelah sarapan Olivia dan Odelia dengan sangat bersemangat pergi ke teras depan mansion untuk melihat apa yang menjadi kado spesial untuk mereka . Dan mereka bersorak kegirangan ketika dua buah mobil sport dengan merk yang sama sudah berjejer di halaman mansion .


Disisi kanan mobil sport warna merah muda dengan balon balon bertuliskan nama Olivia dan di sisi kiri mobil sport warna kuning terang dengan balon bertuliskan nama Odelia . Abbio dan Anna memilih warna sesuai dengan karakter dua putrinya .


" Daddy rasa kalian sudah bisa menyetir sendiri tapi bukan berarti kalian Daddy ijinkan menyalahgunakan kepercayaan Daddy . Kalian tetap akan bersama supir jika menempuh perjalanan yang terlalu jauh "


" Siappppp kapten !!! " seru dua gadis cantik itu bersamaan .


Kondisi Via sudah lebih baik , dia sudah bisa duduk di luar ruangan saat malam hari walau itu hanya di sekitar mansion . ltupun harus ditemani oleh seseorang .


" Apa kami boleh mencobanya untuk pergi ke bandara ?? " tanya Lia karena ia tahu hari ini Jero akan datang untuk menepati janjinya .


" Kami berangkat dengan mobil kami masing masing . Via akan bersama supir dan aku bisa menyetir sendiri . Tapi nanti pulangnya Jero yang akan membawa mobil Via dan Lia akan langsung ke sanggar dengan supir . Pameran lukisan di buka hari ini , aku dan teman teman harus menyiapkan semua agar sempurna . Boleh kan Dad ?? "


" Jeronimo ? Dia datang hari ini !? "


" Sebentar lagi pesawatnya tiba , mungkin sekitar dua jam lagi ... " ujar Via sambil melihat jam tangannya .

__ADS_1


Berkali kali melihat ponselnya , berharap seseorang mengucapkan selamat ulang tahun padanya . Albert sangat tahu jika hari ini adalah hari ulang tahunnya tapi sampai pagi ini pria itu tidak datang untuk sesi konsultasi ataupun sekedar mengucapkan selamat padanya .


Sadar atau tidak Albert adalah motivasi terbesar Via untuk bisa sembuh . Sekuat tenaga Via berusaha agar bisa menjadi gadis pada umumnya . Bisa makan malam di restoran favorit bersama , nonton bioskop saat weekend atau seharian berjalan jalan di alam bebas seperti yang pernah dilakukan oleh Lia dan Albert .


" Selamat pagi semua !! Kurasa dia gadis cantik ini sedang menjadi seorang princess hari ini ... Selamat ulang tahun untuk kalian berdua ! Maaf aku hanya bisa mampir beli ini tadi "


Albert tampak datang membawa dua kotak coklat , masing masing ia berikan pada dua Lia dan Via .


" Terimakasih aku sangat suka coklat !! " mata Via tampak berbinar ketika menerima kado sederhana itu .


" Cihhh dokter pelit !!! " gerutu Lia yang memang kurang suka dengan coklat .


" Ehhmm bagaimana jika Albert yang mengantar kita ke bandara ??! "


" Ide bagus !! Jadi kita tidak perlu membawa supir lagi " sahut Lia menanggapi ide dari saudaranya .


" Bandara ?? Kita mau menjemput siapa ?? "

__ADS_1


" Pangeran berkuda putih untuk Kak Via ... "


Masih Lia ingat dengan jelas , semalam pria tampan itu kembali mengatakan padanya bahwa dia akan mengenalinya walau kedua matanya tertutup . Mereka kembali berkirim pesan karena Via sedang terapi duduk di taman samping bersama Mommynya .


__ADS_2